DERAS.CO.ID – Jakarta – Debat terakhir Pilpres 2024 akan digelar hari ini, Minggu (4/2). Momen debat pamungkas itu dinilai krusial dalam menentukan hasil yang diraih oleh tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs, Ahmad Khoirul Umam, mengatakan 12 hari jelang pencoblosan dukungan dari pendukung kepada calon yang didukungnya telah menguat. Namun, debat bisa menjadi pukulan terakhir dalam meraih hasil maksimal di hari pencoblosan 14 Februari mendatang.
“Debat terakhir ini sangat penting untuk mengonsolidasikan basis dukungan masing-masing capres-cawapres di detik-detik terakhir. Praktis 1,5 minggu jelang pencoblosan di 14 Februari mendatang memang pemilih umumnya sudah punya iman politik yang tinggi, loyalitas dan militansi dukungan sudah terbentuk,” kata Umam saat dihubungi, Jumat (2/2).
Umam mengatakan momen debat menjadi ajang para paslon merebut hati masyarakat, khususnya para pihak yang belum menentukan pilihan (swing voters). Debat terakhir bisa menjadi salah satu penentu apakah Prabowo-Gibran bisa meraih kemenangan satu putaran atau pemilu lanjut ke putaran kedua akibat penampilan memikat yang ditunjukkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di forum debat.
“Pukulan terakhir benar-benar dibutuhkan untuk memastikan apakah benar target 02 untuk menang satu putaran bisa diwujudkan? Apakah benar kubu 01 dan 03 bisa tampil kompetitif untuk menahan proses konsolidasi kekuatan 02 dan memaksanya untuk masuk ke permainan yang lebih panjang melalui putaran kedua?” katanya.
Menurut Umam, kubu Anies dan Ganjar akan menggunakan strategi yang sama untuk ofensif kepada Prabowo dalam debat terakhir. Prabowo, kata Umam, harus menyiapkan mental untuk kembali dikeroyok oleh dua pesaingnya tersebut.
“Dalam debat terakhir ini, kubu 01 dan 03 tampaknya masih tetap akan menggunakan strategi yang sama, yakni strategi ofensif atau menyerang, untuk mendegradasi kredibilitas kubu 02. Di sisi lain, kubu 02 tampaknya memang sudah harus menyiapkan mental untuk dikeroyok lagi oleh kubu 01 dan 03,” katanya.
Dia mengatakan respons Prabowo dalam posisi tersebut juga akan menentukan. Umam menilai jika Prabowo bisa memberikan perlawanan maka ada efek elektoral yang bisa memperbesar peluang memenangi pilpres satu putaran.
“Jika Prabowo mampu bertarung secara efektif, tidak hanya pasrah diserang seperti yang terjadi di debat ketiga lalu, maka ia berpotensi menciptakan lompatan kecil elektabilitas untuk menggenapi target menang satu putaran yang ia harapkan,” tutur Umam.
Lebih lanjut Umam mengatakan Anies bisa lebih unggul secara rekam jejak terkait tema debat kelima. Namun, ia menilai Prabowo dan Gibran bisa memberikan perlawanan jika melakukan persiapan yang matang.
“Dari sisi tema, Anies punya track record lebih kuat untuk bicara tentang isu pendidikan dan pembangunan SDM bangsa. Tapi kalau Prabowo dan Ganjar bisa memiliki kesiapan yang lebih optimal, baik terkait materi maupun kesiapan mental dalam berdebat, tidak menutup kemungkinan akan ada kuda hitam dari proses debat kelima ini,” ujar Umam.
Debat kelima akan digelar di JCC Senayan, Jakarta Pusat. Debat itu mengusung tema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.
Substansial
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan untuk debat kelima pilpres. Jokowi berharap semua pasangan calon (paslon) menyampaikan visi-misi yang substansial.
“Semua calon bisa menyampaikan visi misi, yang substansial,” kata Jokowi di sela kunjungan kerjanya di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2).
Jokowi mengatakan jangan sampai lagi terjebak dalam debat yang personal. Jokowi menyebut akan lebih baik jika dalam debat menyampaikan visi-misi yang substansial.
“Tidak terjebak pada debat yang apa ya, yang terlalu personal. Saya kira akan baik kalau debatnya itu mendebatkan mengenai visi yang substansial. Visi yang berguna bagi negara, berguna bagi bangsa, berguna bagi rakyat kita,” ujar Jokowi.
Siap Hadapi ‘Pengeroyokan’
Terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman, menyebut Prabowo Subianto sudah siap berdebat melawan rival-rivalnya. Skenario sudah dipikirkan apabila Menteri Pertahanan (Menhan) itu ‘dikeroyok’ oleh dua capres lain.
“Di debat kita nggak akan banyak kejutan ya, tapi kita siap saja (dengan) kondisi atau skenario, misalnya dua paslon yang tertinggal itu akan mengeroyok ya. Nggak ada masalah ya,” ucapnya ditemui di Pintu Air BKT, Jakarta Timur.
Ia mengatakan Prabowo telah ikhlas dan justru akan merangkul dua capres lainnya, Anies Baswedan serta Ganjar Pranowo.
“Kita ikhlas saja ya, kita jalani. Justru kami ingin merangkul mereka ya, Pak Prabowo ingin merangkul kubu paslon 1 dan 3,” jelasnya.
Terakhir, ia menyebut jelang akhir kontestasi pemilu 2024 ini, mereka akan mendukung siapapun yang nantinya dipercaya oleh rakyat sebagai pemimpin Indonesia.
“Udah lah ini kontestasi sebentar lagi berakhir ya kita hormati ya, siapa yang dipercaya oleh rakyat itu yang kita dukung,” tutupnya.
Support Doa
Menghadapi debat, Muhaimin Iskandar memberi dukungan kepada Anies Baswedan dengan doa dan semangat.
“Saya terus support dengan doa,” kata Cak Imin usai menghadiri acara Istigosah dan shalawat untuk kemenangan AMIN, di Lumajang, Jawa Timur.
Selain itu, Cak Imin menuturkan, dukungan itu juga akan ia berikan berupa persiapan materi materi yang mendukung tema dalam debat capres kelima itu.
“Terus support juga dengan berbagai hal yang bisa saya berikan, materi-materi, support juga dengan semangat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Cak Imin menambahkan bahwa dirinya akan menemani Anies dalam debat capres terakhir dari awal sampai selesai.
Baca Data
Jelang debat, Ganjar Pranowo jalan pagi bersama Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Charles Honoris di sekitar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Selain itu, Ganjar menyiapkan data untuk debat.
“Oh iya ya (fit dan bugar jelang debat), 33 kilo (meter) loh,” kata Ganjar di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Ganjar mengungkapkan tak ada persiapan khusus jelang debat . Ganjar membaca data-data untuk debat dengan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
“Nggaklah (persiapan khusus), Insya Allah sih, kita pasti baca-baca menyiapkan data ya. Agar nanti masyarakat tereduksi. Yang lainnya Insya Allah saya siap,” ujarnya.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!