Friday , November 6 2026
Beranda / Featured / Polisi Temukan Bunker Narkoba Di Kampus Makassar
deras.co.id
KONFERENSI PERS: Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso (3 kiri) bersama Pangdam Hasanuddin beserta para petinggi Polda Sulsel menunjukkan barang bukti penemuan bunker di Lapas dan Kampus dalam konferensi pers, di Mapolda Sulawesi Selatan, Kamis (8/6).

Polisi Temukan Bunker Narkoba Di Kampus Makassar

DERAS.CO.ID – Jakarta – Publik dihebohkan dengan penemuan bunker narkoba di salah satu kampus di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Diketahui bunker tersebut sudah beroperasi sejak lama. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki terkait temuan bunker itu.

Ditemukan

Dilansir detikSulsel, polisi menemukan bunker penyimpanan narkoba di salah satu kampus di Makassar. Bunker tersebut berupa brankas yang menyimpan barang bukti narkoba jenis sabu di dalam kawasan kampus.

“Ini miris karena ada bunker karena ada buku rekapnya, ada penyalurannya,” ujar Dirnarkoba Polda Sulsel Kombes Dodi Rahmawan kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Kamis (8/6).

Kombes Dodi belum merinci lebih jauh terkait nama kampus yang dia maksud. Namun dia mengaku pihaknya tinggal menunggu momen untuk mengungkap kasus ini.

“Sementara belum kita sebutin lah (nama kampusnya). Artinya yang jelas kita sudah temukan. Tinggal kita menunggu momen,” kata Dodi.

Menurut Dodi, peredaran narkoba di kampus tersebut cukup masif. Berdasarkan pengakuan dari jaringan yang terungkap, sedikitnya sudah ada 3 kilogram sabu yang pernah disimpan ke dalam bunker narkoba tersebut,

“(Bunker berupa) ada brankas untuk penyimpanan barang bukti dan transaksi. Pengakuan terakhir sebenarnya sudah masuk 3 kilo karena beredar cukup lama,” kata Kombes Dodi Rahmawan.

Dodi pun meminta peran serta dari pihak kampus untuk lebih memperhatikan masalah ini. Dia meminta pihak kampus terkait memberikan peran serta dalam mengungkap jaringan narkoba dalam lingkup universitas.

Dodi mengaku cukup miris dengan penemuan bunker narkoba di ruang lingkup universitas tersebut. Kampus yang seharusnya menjadi wadah bagi generasi muda berprestasi di dunia pendidikan malah menjadi lokasi jual beli barang haram tersebut.

“Yang jelas inilah mirisnya kondisi yang kita hadapi. Area kampus yang seyogianya itu untuk pendidikan untuk menunjukkan prestasinya di dunia pendidikan justru dijadikan marketing, market,” tuturnya.

Ada Aktor

Lebih lanjut, Dodi Rahmawan meminta agar pihak kampus bisa membantu mengungkap aktor di balik penemuan bunker itu. Meski begitu, Dodi memastikan akan mengusut tuntas kasus ini dan mengejar pelaku dibalik penemuan bunker narkoba tersebut.

“Saya yakin pasti ada aktor di balik itu. oleh sebab itu saya berharap dukungan dan partisipasinya khususnya dari civitas akademika,” kata Dodi dalam sesi konferensi pers

“Kita akan kejar siapa di belakang semua ini. Saya juga berharap sebenarnya pihak kampus jangan lantas underestimate,” ungkapnya.

Dodi turut berharap pihak kampus bisa membantu dalam mengusut penemuan bunker tersebut. Sebab ada indikasi atau dugaan keterlibatan mahasiswa dan komponen di civitas kampus dalam penemuan bunker narkoba itu.

Terhubung

Menurut pihak kepolisian, kasus bunker narkoba itu terhubung ke jaringan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan).

“Dari pengembangan itu jaringan ke Lapas,” ujar Dodi Rahmawan dalam keterangannya, Jumat (9/6).

Meski demikian, Dodi mengaku belum bisa mengungkap Lapas yang dimaksud. Dia beralasan pengembangan kasus bunker narkoba tersebut masih berjalan.

“Lagi kita kejar itu jaringannya. Ada jaringan Lapas. Saya belum sebut Lapasnya mana,” katanya.

Sabar

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso turut menanggapi dorongan sejumlah pihak agar polisi membuka nama kampus ditemukannya bunker penyimpanan narkoba. Dia meminta semua pihak bersabar karena pihaknya masih mendalami sindikat di balik bunker narkoba tersebut.

“Sabar karena masih dalam proses pengembangan,” ujar Irjen Setyo, Jumat (9/6).

Setyo meminta semua pihak menghargai proses pengembangan kasus bunker narkoba yang dilakukan jajaran Ditresnarkoba Polda Sulsel. Dia mengingatkan proses pengembangan kasus tersebut bersifat teknis sehingga pihaknya tak dapat menjelaskannya secara detail.

Dia juga mengatakan, pengembangan yang dilakukan pihaknya justru dapat terhambat apabila nama kampus tempat bunker narkoba itu dibuka ke publik pada waktu yang kurang tepat.

“Tolong bantu Polri juga dalam proses pengembangan kasusnya karena masuk hal teknis. Bisa tidak dapat mengungkap dan hambat pengembangan kasusnya,” ujarnya.

Kutuk

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta perguruan tinggi menjaga area kampus dari peredaran narkoba.

“Sudah saya minta kepada pimpinan PT di sana agar menjaga kampus dari peredaran narkoba, serta memastikan warga kampus terbebas dari penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif),” kata Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam saat dihubungi, Jumat (9/6).

Prof Nizam mengutuk peredaran narkotika di area kampus. Baginya, narkotika adalah barang haram yang bisa rusak generasi muda.

“Kami mengutuk keras penjahat narkoba yang merusak lingkungan kampus dan meracuni warga kampus, generasi muda masa depan kita, dengan narkoba,” ucapnya.

Nizam mengaku, sampai saat ini belum mendapat keterangan dan informasi resmi mengenai penemuan bunker tersebut.

Buka Nama Kampus

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam mendorong polisi mengungkap nama kampus tersebut.

“Karena itu kalau terungkap ada narkoba ditemukan maka harus diupayakan ditemukan siapa oknum pelakunya,” ujar Husain Syam, Jumat (9/6).

Husain memastikan bunker narkoba yang diungkap polisi tidak berada di kampus yang ia pimpin. Dia mengaku belum menerima laporan ada bunker narkoba di UNM.

“Setahu saya tidak pernah ada laporan adanya penyimpanan narkoba di dalam kampus UNM,” kata Husain.

Hal senada diutarakan oleh Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Jamaluddin Jompa. Ia meminta polisi blak-blakan membeberkan nama kampus itu.

“Saya setuju (nama kampus dibuka). Kita support kepolisian untuk membuka,” kata Jamaluddin.

Menurutnya, lokasi penemuan bunker narkoba itu perlu dibuka. Karena isu itu menjadi pertanyaan banyak pihak.

“Di mana sebenarnya?” ucap Jamaluddin.

 

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

INALUM Kembangkan Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Aluminium

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM terus mendorong pengembangan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi …