Monday , August 3 2026
Beranda / Berita / 27 Negara Uni Eropa Mengutuk Turki, Erdogan Berikan Jawaban ‘Sadis’
deras.co.id
Presiden Erdogan (Foto:Anadolu)

27 Negara Uni Eropa Mengutuk Turki, Erdogan Berikan Jawaban ‘Sadis’

Uni Eropa mengecam Turki karena telah mengubah Hagia Sophia dari museum menjadi masjid. Bahkan 27 negara anggota Uni Eropa menggunakan kata mengutuk dalam pernyataannya.

“Kami mengutuk keputusan untuk mengubah monumen simbolik seperti Hagia Sophia,” kata pejabat tinggi kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, Senin (13/7/2020) lalu.

“Keputusan Turki ini pasti akan memicu ketidakpercayaan, mempromosikan perpecahan baru antara komunitas agama dan merusak upaya kita dalam dialog dan kerja sama,” tandasnya setelah pertemuan tatap muka pertama para menteri luar negeri Uni Eropa dalam beberapa bulan di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Erdogan Resmikan Hagia Sophia Sebagai Masjid, Sholat Jum’at Perdana Digelar 24 Juli

Uni Eropa pun menyerukan Turki untuk mempertimbangkan dan merevisi keputusan tersebut.

Menanggapi hal itu, Turki menjawab tegas. Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, Turki menolak kata “mengutuk” dari Uni Eropa.

“Kami menolak kata ‘mengutuk’,” tandas Cavusoglu.

“Ini adalah masalah yang menyangkut hak-hak kedaulatan Turki,” tegasnya seperti dikutip dari AP, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Masjid Hagia Sophia Jadi Cahaya Terang, UNESCO dan Negara-negara Dunia Berang

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mempertanyakan mereka yang protes saat Turki mengembalikan status Hagia Sophia menjadi masjid, namun mereka diam saat Zionis Israel mencaplok Masjid Al Aqsha.

“Mengapa mereka keberatan Hagia Sophia kembali menjadi masjid, sementara mereka diam ketika Masjid Al Aqsha diserang dan dikuasai Israel?” tandas Erdogan.

Sumber: tarbiyah.net

Baca Juga

deras.co.id

SMA Shafiyyatul Amaliyyah Gandeng FMIPA UGM, Siapkan Guru Melek STEM & Lulusan Go Global!

DERAS.CO.ID – Yogyakarta – SMA Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas …