Wednesday , June 10 2026
Beranda / Ekonomi / Tahun Depan, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp 10.000-an. Kita Lihat Saja Buktinya

Tahun Depan, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp 10.000-an. Kita Lihat Saja Buktinya

Imitasi berbagai macam valuta asing termasuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat menghiasi tempat penukaran valuta asing PT. D8 Valasindo di Jakarta Selatan.

 – Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri memiliki keyakinan kuat bahwa nilai tukar rupiah bakal menguat tahun depan, di level Rp 10.000-an. 

“Jauh lebih optimistis dari prediksi Bank Indonesia dan Pemerintah. Penopang utamanya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” kata dia, dalam Seminar Nasional “Outlook Perekonomian Indonesia tahun 2015”, Senin (8/12/2014). 

Penopang keduanya, Faisal melanjutkan, adalah sektor otomotif. Defisit neraca dari sektor otomotif sudah mulai berkurang. Sepanjang Januari-Oktober 2014 defisit sektor otomotif ditaksir hanya 1 miliar dollar AS. Jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang justru boros devisa lantaran kebanyakan impor. 

“Hingga akhir tahun prediksinya defisit 1,2 – 1,3 miliar dollar AS. Dan kita sudah eskpor mobil 258.000 unit,” kata Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu. 

Faisal mengatakan, dinamika regional seperti yang terjadi di Thailand telah nyata-nyata menyebabkan relokasi ke Indonesia. Faisal menyebutkan beberapa nama yang sudah diproduksi di Indonesia diantaranya Yaris, Vios, Limo, dan Fortuner, serta Xenia dimana kandungan lokal Xenia bahkan mencapai 99 persen. 

“Jadi selain boros BBM (dampak negatif), otomotif memberikan kontribusi nyata pada penguatan rupiah. Saya sudah ngobrol dengan Menperin, bagaimana ini diiringi dengan peningkatan komponen lokal terus-menerus,” terang Faisal. 

Selain itu, harga komoditi yang menurun diperkirakan sudah mencapai titik rendahnya, dan kembali akan membaik pada 2015. Pada tahun depan, perekonomian global juga diprediksikan lebih baik dibanding tahun ini, sehingga mendorong demand komodias RI.

sementara di sisi lain banyak teka teki mengenai Rupiah dengan Dollar AS. Simak dan baca terus perkembangannya.

Awal 2015, Rupiah Bisa di Kisaran 10.500 Per Dollar AS

— Mata uang rupiah diprediksi mengalami apresiasi atas dollar AS hingga di bawah Rp 11.000 per dollar AS pada akhir 2014. 

“Rupiah akhir tahun bisa di Rp 10.900 per dollar AS. Tapi, ada kemungkinan melemah sedikit di Rp 11.700 di akhir semester satu. Jadi, melemah dulu, kemudian bisa menguat,” kata ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandi, di Jakarta, Rabu (16/4/2014). 

Standard Chartered Research memperkirakan pada triwulan II-2014, rupiah akan melemah di level Rp 11.700 per dollar AS dan kembali menguat pada triwulan III-2014 di level Rp 11.300 per dollar AS. Pada triwulan IV-2014, rupiah baru diperkirakan di level Rp 10.900 per dollar AS. 

Memasuki triwulan I-2015, rupiah diramalkan kembali menguat di level Rp 10.500 per dollar AS. Pola pelemahan rupiah akan berulang karena pada triwulan II-2015 diperkirakan rupiah kembali tertekan di level Rp 10.800 per dollar AS. 

Ekonom senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, menengarai, tekanan rupiah sepanjang semester pertama tahun ini lebih disebabkan faktor risiko politik domestik, defisit neraca transaksi berjalan, di sisi lain dipengaruhi pula oleh kebijakantapering off Federal Reserve. 

Di sisi lain, dia juga melihat, ada kesengajaan Bank Indonesia “mengizinkan” rupiah melemah selama masih sejalan dengan kondisi fundamental Indonesia. BI sengaja memperlambat pertumbuhan impor. 

“Kebijakan (BI) tersebut memang mengarah pada menekan curent account defisit (CAD). Sebab, kalau CAD membengkak, rupiah jadi tidak menarik dan menekan ekonomi,” katanya.

Selain proyeksi rupiah, hasil riset Standard Chartered juga menunjukkan, prediksi pertumbuhan PDB Indonesia tahun ini 5,8 persen. Tingkat imbal hasil SUN 10 tahun pada akhir tahun sebesar 8 persen, neraca perdagangan diramalkan bakal surplus 10 miliar dollar AS, serta neraca transaksi berjalan sebesar minus 24,9 miliar dollar AS. Sementara itu, cadangan devisa diperkirakan tembus 110 miliar dollar AS.

Baca Juga

deras.co.id

Dukung Swasembada Energi Nasional, Bobby Nasution Dorong Percepatan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat di Sumut

DERAS.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong percepatan legalisasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *