Guratan gusar terlihat di wajah Taufiq Hidayat pada siang yang terik di kawasan Cakung Barat, Jakarta Timur. “Orang selalu menulis nama saya pakai ‘k’. Padahal yang betul pakai ‘q’,” tutur siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kota Serang, Provinsi Banten itu.
Taufiq, remaja berperawakan kurus ini mengaku jadi berani berbicara untuk membetulkan penulisan namanya setelah belajar cara berkomunikasi di Axioo Class Program. “Di kelas itu, saya enggak cuma belajar merakit komputer atau tablet atau handphone,” kata siswa kelas XI Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sumringah.
Axioo, merek untuk produk gawai berbasis informasi teknologi yang menjadi andalan PT Teras Data Indonusa (TDI), memang mempunyai Axioo Class Program. Menurut Direktur Axioo Class Program Timmy Theopelus pada siang itu dalam kesempatan peletakan batu pertama pembangunan pabrik ketiga di atas lahan seluas 10.900 meter persegi, awalnya program tersebut sebagai bagian dari perusahaan mendapatkan sumber daya manusia (SDM). “Kita cari SDM itu susahnya setengah mati,” katanya.
Timmy menerangkan kali pertama pihaknya menggagas program itu pada 2009. PT TDI tidak bergerak sendirian. Sembari menggandeng mitra-mitra industri pasangan Axioo, TDI juga mengajak sekolah-sekolah kejuruan (vokasi) ikut ambil bagian menyusun kurikulum. Dua SMK yang terus konsisten mengikuti penggodokan kurikulum adalah SMK MedikaCom Kabupaten Bandung dan SMK Pertiwi Kabupaten Kuningan, keduanya di Provinsi Jawa Barat.
Lebih lanjut, Timmy menuturkan selama menapaki perjalanan membangun program, ada tantangan yang muncul. Salah satunya adalah soal bahasa alias pemahaman pada istilah-istilah percakapan sehari-hari. “Dari bahasa saja sudah beda,” kata Timmy.
Ini contoh kecil perbedaan itu. Di sekolah, istilah “satu jam” terdiri dari 30 hingga menit. “Kalau di kita yang awam, ‘satu jam’ itu kan 60 menit,” ujar Timmy.
“Saya diperkenalkan di sebuah SMK tentang adanya ‘guru produktif’,” lanjut Timmy.
Usut punya usut, ternyata “guru produktif” adalah idiom untuk guru pengajar di SMK. “Saya kira, ada ‘guru produktif’, ada juga guru enggak produktif,” tutur Timmy lagi.
Suasana Belajar di Axioo Class Program. Menurut Direktur Axioo Class Program Timmy Theopelus, pihaknya, sejak 2009, menggandeng sekolah kejuruan dan 17 industri pasangan Axioo membuat kurikulum terpadu untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan industri, khususnya teknologi informasi (TI).

DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!