Medan, Mantan Kepala UPTD Museum Provinsi Sumatera Utara Sri Hartini terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) Sumut untuk periode 2018-2022.
Ahli Arkeolog jebolan Universitas Gajah Mada yang kini tercatat sebagai Kepala Museum Perkebunan ini ditetapkan melalui Musyawarah Daerah AMIDA yang dilaksanakan Rabu (15/8) di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara. Pada Musda tersebut dihadiri 18 pengurus dari 27 pengurus museum yang ada di Sumatera Utara.
Usai Musda, Sri Hartini yang juga jebolan S-2 Antropologi Sosial Unimed ini mengaku akan tetap meneruskan program-program yang selama ini sudah berjalan di bawah kepemimpinannya. “Kemudian kita mengonsolidasi dengan museum-museum se Sumatera. Kita lebih mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Ke depan, lanjutnya, AMIDA juga akan membuat suatu program-program yang lebih mengutamakan kebersamaan. Misalnya membuat suatu festival museum, kemudian juga paket-paket museum. Itu yang sifatnya publikasi. Lalu membuat liflet-liflet bersama lalu dipajang di bandara.
“Selain itu kita juga mendorong untuk mengupayakan ada peningkatan SDM di tiap museum. Terutama tenaga-tenaga teknis untuk mengelola. Tenaga teknis itu bisa saja untuk bagaimana pengelolaan koleksi yang ada di museum. Bagaimana marketingnya, kemudian sebagai idenya bagaimana museum itu menjadi lebih menarik,” jelasnya.
Kemudian, jika memang ada dana dukungan, AMIDA akan membuat mapping terhadap museum-museum yang memang membutuhkan. Sebisanya asosiasi berusaha membantu agar museum itu bisa mengelola lebih baik. “Saya yakin, 80 persen yang berkumpul dalam musda ini, museumnya sudah bagus. Diharapkan museum dapat menjadi objek pariwisata yang menarik dan menjadi andalan bagi Sumut,” katanya seraya menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan membuat program museum at the night yang diperuntukan bagi para kawula muda.
Di kesempatan itu, salah seorang Pembina AMIDA Sumut, Rahmat Shah berpesan kepada pengurus AMIDA yang baru agar museum yang ada di Sumatera ini bisa menghilangkan image kesan museum bau, kotor dan suram.
“Kepada pengurus baru, apa yang sudah baik dilakukan pengurus lama diteruskan, yang kurang baik ditinggalkan. Ada masukan inovasi baru yang berguna yang bermanfaat perubahan harus kita terapkan. Tolong buat standarisasi,” pesannya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Dr Ir Hidayati MSi saat membuka Musda melihat museum bukan hanya satu bagian dari seni, namun itu bahagian dalam dari tubuh kebudayaan. “Jadi jika sudah bagian dalam dari tubuh kebudayaan itu tanpa museum kebudayaan itu sulit bergerak. Artinya, keberadaan museum itu sangatlah vital, sangatlah penting di dalam perkembangan kebudayaan di Sumatera Utara.
Dalam musda tersebut, turut hadir Sekjen AMI Pusat Sigit, Pembina AMIDA Sumut Phil Ichwan Azhari, Kepala UPTD Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara Martina Silaban.
Sumber: harian.analisadaily.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!