Saturday , April 18 2026
Beranda / Berita / Ketua Asosiasi Museum Daerah Sumut 2018-2022 Resmi Terpilih
deras.co.id
(Analisa/Mahjijah Chair) FOTO BERSAMA: Ketua AMIDA Sumut terpilih Sri Hartini (kanan duduk, ketiga) bersama Kadis Budpar Sumut Hidayati (duduk, jilbab merah), Pembina AMIDA Sumut Rahmat Shah foto bersama dengan para pengurus museum lainnya.

Ketua Asosiasi Museum Daerah Sumut 2018-2022 Resmi Terpilih

Medan, Mantan Kepala UPTD Museum Pro­vinsi Sumatera Utara Sri Hartini terpilih kem­bali untuk kedua kalinya sebagai Ketua Asosiasi Mu­seum Indonesia Daerah (AMI­DA) Sumut untuk periode 2018-2022.

Ahli Arke­o­log jebolan Universitas Gajah Mada yang kini tercatat sebagai Kepala Museum Per­ke­bunan ini ditetapkan melalui Musya­wa­­rah Daerah AMIDA yang dilaksa­na­kan Rabu (15/8) di Museum Negeri Pro­vinsi Sumatera Utara. Pada Musda tersebut dihadiri 18 pengu­rus dari 27 pengurus mu­se­um yang ada di Sumatera Utara.

Usai Musda, Sri Hartini yang juga jebolan S-2 Antropologi Sosial Unimed ini me­ngaku akan tetap meneruskan prog­ram-pro­gram yang selama ini sudah ber­jalan di bawah kepemimpinannya. “Kemu­dian kita mengonsolidasi dengan museum-museum se Sumatera. Kita lebih mempere­rat si­laturahmi,” ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, AMIDA juga akan mem­buat suatu program-program yang le­bih mengutamakan kebersa­maan. Misal­nya membuat suatu festival museum, ke­mu­­dian juga paket-paket museum. Itu yang sifatnya publikasi. Lalu membuat liflet-liflet bersama lalu dipajang di bandara.

“Selain itu kita juga mendorong untuk mengupayakan ada peningkatan SDM di tiap museum. Terutama tenaga-tenaga tek­nis untuk mengelola. Tenaga teknis itu bisa saja untuk bagaimana penge­lolaan ko­­­­leksi yang ada di museum. Bagaimana mar­ke­ting­nya, kemudian sebagai idenya ba­gai­mana museum itu menjadi lebih me­na­rik,” jelasnya.

Kemudian, jika memang ada dana dukungan, AMIDA akan membuat map­ping terhadap museum-museum yang me­mang membutuhkan. Sebisanya asosiasi berusaha membantu agar museum itu bisa me­ngelola lebih baik. “Saya yakin, 80 per­sen yang berkumpul dalam musda ini, mu­seum­nya sudah bagus. Diharapkan museum dapat menjadi objek pariwisata yang me­narik dan menjadi andalan bagi Sumut,” katanya seraya me­nam­bahkan dalam waktu de­kat pihaknya akan membuat program mu­seum at the night yang diperuntukan bagi para kawula muda.

Di kesempatan itu, salah seorang Pem­bina AMIDA Sumut, Rahmat Shah ber­pe­san kepada pengurus AMIDA yang baru agar museum yang ada di Sumatera ini bisa meng­hilangkan image kesan museum bau, kotor dan suram.

“Kepada pengurus baru, apa yang sudah baik dilakukan pengurus lama diteruskan, yang kurang baik ditinggalkan. Ada masu­kan inovasi baru yang berguna yang ber­manfaat perubahan harus kita terapkan. To­long buat standarisasi,” pesannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pari­wi­sata Sumut Dr Ir Hidayati MSi saat mem­buka Musda melihat museum bukan hanya satu bagian dari seni, namun itu bahagian da­lam dari tubuh ke­bu­dayaan. “Jadi jika su­dah bagian dalam dari tubuh kebudayaan itu tanpa museum ke­­budayaan itu sulit bergerak. Artinya, ke­beradaan museum itu sa­­ngatlah vital, sa­ngatlah penting di dalam per­kembangan ke­budayaan di Sumatera Uta­ra.

Dalam musda tersebut, turut hadir Sekjen AMI Pusat Sigit, Pembina AMIDA Sumut Phil Ichwan Azhari, Kepala UPTD Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara Mar­tina Silaban.

Sumber: harian.analisadaily.com

Baca Juga

deras.co.id

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

DERAS.CO.ID – MEDAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Gubernur …