ANAKKU, esok usiamu akan genap tujuh belas tahun. Saat ibu bertanya, “Apa harapan yang diinginkan seringin bertambahnya usia?” Dirimu menjawab, “Ingin tampil cantik di hadapan lelaki. Jadi, berikan peralatan ‘make up’ serta sebotol parfum agar tubuh menjadi lebih harum.”
Anakku, permintaanmu membuat ibu terkejut. Ketahuilah, Nak. Justru seiring bertambahnya kedewasaanmu, maka dirimu harus lebih mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bukankah Allah telah mengingatkan, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab, 33: 33). Seharusnya bila tujuanmu menghias diri agar tampil cantik di hadapan lelaki yang belum menjadi suamimu jelas serupa kaum jahiliyah.
Padahal Allah secara tegas telah berfirman, “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka…” (QS. An-Nuur, 24: 31).
Kecantikanmu merupakan salah satu bentuk perhiasan yang semestinya diperindah dengan cara menghiasnya bila memang ditujukan untuk suami serta kepada yang berhak menjadi mahrammu. Bahkan Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya,” (HR Tirmidzi, dinilai shahih oleh al-Albani).
Perihal ingin menjadikan tubuhmu berbau harum, sebaiknya berpedoman pula nasihat dari baginda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda, “Setiap wanita yang menggunakan wewangian, kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang pezina, dan setiap mata itu adalah pezina,” (Riwayat Ahmad, an-Nasa’i, dan al-Hakim dari jalan Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu)
Dari itu, mohon maafkan ibu karena tidak bersedia mengabulkan keinginanmu. Sungguh, ketidaksanggupan ini justru sebagai wujud kasih sayang yang begitu tulus kepadamu. Percayalah anakku, kecantikan sejati itu bersumber dari hati yang bersih. Masih ingatkan apa yang disampaikan ustazah Indriya Indri, “Embun tak perlu warna untuk membuat daun jatuh cinta.” Dari itu, tampillah apa adanya. Tidak perlu berlebih-lebihan hanya untuk menunjukkan kecantikannmu pada lelaki.
Kelak, bila usiamu telah mencukupi. Menikahlah, pada saat itu silakan berhias untuk dipersembahkan kepada suamimu. Buatlah dirimu secantik-cantiknya, sehingga suamimu tiada bosan memandangmu dan bersyukur atas kehadiranmu sebagai penyempurna separuh agamanya. Doa ibu mengiring langkahmu, setulus kalbu sebening tetes air mata yang saat ini membulir di ke dua pipi. Di dalam bulirannya, telah tersimpan begitu banyak pengharapan yang tak dapat terwakilkan dengan kata-kata, bersemoga Allah menjadikanmu sebagai anak yang shalihah hingga kelak dirimu bisa mendapatlan jodoh terbaik dan terindah.
Sumber : islampos.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!