Friday , June 5 2026
Beranda / Featured / Bobby Nasution Buka Suara Polemik Medan Zoo Utang Pakan-Pegawai Tak Digaji
deras.co.id

Bobby Nasution Buka Suara Polemik Medan Zoo Utang Pakan-Pegawai Tak Digaji

DERAS.CO.ID – Jakarta – Wali Kota Medan Bobby Nasution buka suara perihal polemik Medan Zoo yang mengalami krisis finansial hingga utang pakan hewan. Bobby mengatakan pihaknya sedang memikirkan solusi tersebut.
“Kita kemarin itu kan Medan Zoo dibawa BUMD PUD Pembangunan, dia yang bukan hanya membawahi Medan Zoo, tapi beberapa unit usaha lain. Kita lihat memang dari unit usahanya, saat ini hanya satu unit usaha profitnya bisa menutupi usaha dari kegiatan usaha yang lain,ini yang kita sampaikan dari profit itu ditambahkan yang pertama adalah untuk satwa di situ dan para pegawai Medan Zoo,” kata Bobby, Kamis (11/1).
Bobby menjelaskan, jika Pemko ingin memberikan suntikan dana, itu harus seizin DPRD Medan. Karena itu, dia mengatakan, pihaknya mengedepankan kerja sama dengan sejumlah pihak.
“Dari Pemko pastinya, kalau kita bilang suntikan dana dari pemko itu kan, berarti harus penambahan penyertaan modal kembali, izin dari DPRD dan segala macam, karena itu sebenarnya opsi itu yang belum ada, opsi yang saya sampaikan ke BUMD membangun kerja sama,” ucapnya.
Saat disinggung apakah ada opsi untuk relokasi satwa hingga penutupan Medan Zoo melihat kondisi saat ini, Bobby menjelaskan, pihaknya sudah memiliki beberapa pilihan. Pihaknya nantinya akan mempertimbangkan pilihan yang paling tepat.
“Opsi-opsi pasti ada beberapa opsi kita buat tentunya tadi harus melihat segala aspek. Opsi dibuka, ditutup, kita opsi relokasi pasti nya opsi-opsi yang sudah ada sudah kita list, nanti opsi yang paling tepat itu yang kita pilih,” jelasnya.
Bobby menegaskan saat ini Pemko Medan sedang melakukan perbaikan Medan Zoo secara terorganisir. Terkhusus satwa yang saat ini kondisinya memprihatinkan.
Segera Diselamatkan
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Sumut Frans Dante Ginting meminta Pemko Medan harus segera menyelamatkan Medan Zoo dari kondisi “sekarat”, baik soal keuangan, kandang serta gaji karyawan yang sudah 5 bulan tidak gajian, agar kebun binatang kebanggaan Kota Medan ini bisa segera pulih.
“Pemko Medan perlu gerak cepat melakukan penyelamatan terhadap keberadaan Medan Zoo atau kebun binatang. Jangan biarkan kondisinya terus sekarat, sebelum satwa-satwa yang ada di dalamnya punah,” ujar Frans Dante Ginting kepada wartawan.
Ditambahkan Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini, jika Pemko Medan tidak sanggup lagi mengelolanya secara profesional, sebaiknya diserahkan saja pengelolaannya kepada pihak ketiga atau pihak swasta, agar keberadaan Medan Zoo bisa diselamatkan dari kondisi yang sangat memprihatinkan.
“Jika Medan Zoo ini dikelola oleh salah satu BUMD di Pemko Medan, tentu untuk pencairan anggaran perbaikan kandang yang rusak, bayar pakan dan gaji karyawan membutuhkan persetujuan dari DPRD Medan, sehingga prosesnya agak panjang dan bisa saja gara-gara itu kondisi kebun binatang jadi kritis,” tandas Frans Dante.
Berkaitan dengan itu, kata Frans Dante, berharap kepada Pemko Medan untuk segera mengkaji pengelolaan Medan Zoo agar ditangani pihak swasta, seperti Kebun Binatang di Kota Pematangsiantar yang saat ini perkembangannya sangat pesat dan modern, sehingga bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Medan.
Pernyataan itu disampaikan Frans Dante menanggapi berita SIB, Kamis (11/1) terkait kondisi Medan Zoo, di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan yang sangat memprihatinkan, sebab dalam 2 bulan ini, 1 harimau benggala dan 2 harimau Sumatera mati.
Dari pengamatan, kondisi kandang hewan begitu memprihatinkan, berlumut dan ditumbuhi ilalang, banyak yang rusak berat dan tidak bisa digunakan. Sebagian material bangunan seperti atap, hancur, besinya pun berkarat.
Kondisi kandang yang dihuni satwa juga tak sedap dipandang mata. Selain kotor, pagar pembatas bolong-bolong dan banyak ditumbuhi rumput liar di dalamnya. Kondisi kian parah dengan banyaknya hewan yang tampak kurus dan lemas. Mulai dari burung merak, orang utan, harimau benggala, rusa, bangau tong-tong, hingga elang.
Pihak Medan Zoo, melalui Kepala Urusan Pembukuan Arpan mengatakan, untuk keperluan pakan hewan, Medan Zoo memerlukan biaya sekitar Rp90 juta per bulan, karena keadaan minim, terpaksa berhutang sama vendor.
Krisis keuangan juga berdampak pada gaji karyawan Medan Zoo. Lima bulan gaji mereka tertunggak. “Sejak bulan 8 (kami belum gajian) karena gak ada duit, jangankan memperbaiki ini, bayar gaji kami aja belum,” ungkap Arpan.

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Wagub Sumut Surya Tegaskan Percepatan Proyek Strategis Daerah

DERAS.CO.ID – MEDAN – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan …