DERAS.CO.ID – Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai menampilkan hasil hitung suara Pemilu 2024. Bagaimana hasil sementaranya?
Dilihat detikcom dari situs pemilu2024.kpu.go.id, pukul 18.45 WIB, Rabu (14/2), data yang telah ditampilkan berasal dari 46.574 TPS atau 5,66% dari total 823.236 TPS yang ada di Indonesia.
Hasil yang ditampilkan KPU ini bukan hasil akhir Pemilu 2024. KPU menyatakan publikasi form model C/D hasil adalah hasil penghitungan suara di TPS dengan tujuan memudahkan akses informasi publik.
KPU juga menyatakan penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka oleh PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berikut ini hasil sementara hitung suara Pilpres 2024 yang diunggah situs KPU pada 14 Februari 2024 pukul 18.45 WIB (data masuk 5,66%), disusun berdasarkan nomor urut capres-cawapres:
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 683.678 (21,9%)
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka: 1.802.757 (57,74%)
Ganjar Pranowo-Mahfud Md: 635.872(20,37%) .
Tunggu Hasil Resmi
KPU meminta masyarakat menunggu hasil resmi rekapitulasi suara.
“Hasil resmi perolehan suara di pemilu itu dilakukan melalui rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang,” kata Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).
Idham mengatakan quick count menggunakan metode ilmiah. Sedangkan dalam UU Pemilu, kata dia, KPU diharuskan melakukan rekapitulasi secara berjenjang dari PPK hingga KPU RI.
“Oleh karena itu, secara resmi mari kita tunggu proses rekapitulasi secara berjenjang yang akan dimulai esok hari. Mudah-mudahan teman-teman PPK sudah melakukan rekapitulasi mulai tanggal 15 Februari 2024,” ujarnya.
Idham menyebut, berdasarkan UU Pemilu, penetapan hasil perolehan suara pemilu dilakukan paling lambat 35 hari dari pemungutan suara. Dia meminta publik bersabar menunggu hasil rekapitulasi suara.
“Kami meyakini publik sudah tahu tentang perolehan suara yang sah versi KPU itu dilakukan secara rekapitulasi berjenjang. Oleh karena itu, mudah-mudahan proses ini berjalan lancar,” tuturnya.
Diketahui, dalam beberapa hasil quick count, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul atas dua pasangan lainnya. Pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar berada di urutan kedua, sedangkan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud Md berada di urutan ketiga.
Bukan Akhir
Sementara itu, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud buka suara perihal berbagai hasil sementara hitung cepat atau quick count Pilpres 2024. TPN masih menunggu hasil dari tabulasi secara nasional dari berkas C1 Plano (Plano Hasil) untuk menghitung perolehan suara Pilpres 2024.
Hal itu dikemukakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono. Pernyataan itu menanggapi hasil quick count yang memposisikan pasangan paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran unggul sementara dari kedua rivalnya.
“Hasil hitung cepat bukan hasil akhir dari penghitungan suara pilpres. Oleh karena itu, partai politik pengusung Ganjar-Mahfud, PPP, PDI Perjuangan, Partai Hanura, dan Partai Perindo sedang memproses penghitungan suara secara manual,” ujarnya Mardiono di Rumah Pemenangan Ganjar-Mahfud di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).
Mardiono menyebutkan, tiap parpol pengusung sedang mengumpulkan dokumen plano hasil (C1) sebagai tahap awal. Untuk selanjutnya dikumpulkan kemudian akan dikirimkan langsung ke masing-masing pusat tabulasi nasional.
Pasalnya, C1 plano merupakan berita acara penghitungan suara di tingkat TPS yang ditandatangani oleh seluruh parpol peserta pemilu.
“Data yang dikirim ke pusat ini nantinya sebagai benteng hukum mengawal demokrasi yang jujur adil dan transparan. Jadi bukan saling klaim,” jelasnya.
Lebih jauh, Manrdiono berbicara mengenai hal yang lebih utama baginya, yakni agar Pemilu 2024 tidak dicederai oleh opini untuk kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, menurutnya, masyarakat harus terus mengawal demokrasi.
“Jika kemudian ada dari unsur pembentukan opini itu telah terdesain sebuah kecurangan. Misalnya melegitimasi desain rencana kecurangan, kita juga akan menyoroti mekanisme transparansi dengan data C1 plano,” imbuhnya.
Karena itu dia menegaskan, bahwa TPN Ganjar-Mahfud tak akan menggunakan perang opini untuk memengaruhi masyarakat. Sebab, kata dia, pemilu yang demokratis merupakan perintah konstitusi.
Ganjar juga mengatakan akan mengikuti penghitungan dari KPU atau real count sampai Maret.
“Kita selalu mengikuti apa pun yang ada di media ya, apa yang diberitakan. Kita akan mengikuti semua apa yang diberitakan dan tentu penghitungan akhir nanti sampai Maret,” kata Ganjar di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).
Saat ini, diketahui bahwa sejumlah lembaga survei mengeluarkan hitung cepat Pilpres 2024. Menurut Ganjar, tak ada kerja yang sia-sia dalam proses pilpres.
“Jadi hari ini dari seluruh saksi, dari partai, mereka sekarang lagi bekerja dan tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dan tentu saja semua masih semangat dan kita juga semangat,” ujar Ganjar.
Ganjar mengatakan partai pendukungnya juga akan menghitung secara internal hasil Pemilu 2024. Tim pendukung tersebut yang akan menyampaikan ke publik.
“Tadi saya dikasih informasi dari seluruh Indonesia, dari hasil-hasil yang ada dan sekarang lagi diakumulasikan nantinya di partai. Lebih khusus yang di PDI Perjuangan. Maka kita tunggu saja, nanti yang sifatnya teknis, kawan-kawan TPN yang sedang menyiapkan,” imbuhnya.
Jangan Tergiring
Calon presiden (capres) Anies Baswedan juga menanggapi hasil hitung cepat suara (quick count), dengan mayoritas lembaga survei merilis posisi dirinya dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di posisi kedua. Anies meminta publik tak terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Jadi jangan kita tergiring untuk segalanya serba cepat, sekarang harus sekarang, harus disimpulkan sekarang, kasih waktu bagi KPU untuk bekerja, jangan kita tergiring untuk segalanya cepat, kita tunggu sampai KPU tuntas,” kata Anies di Markas Pemenangan Timnas AMIN, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).
Anies mengatakan, hasil yang dipertontonkan oleh quick count terlalu awal. Ia meminta semua pihak menunggu sampai semuanya rampung.
“Kita lihat dulu sampai selesai semuanya. Kita tunggu jangan buru-buru, jangan buru-buru menyimpulkan kita hormati proses, kita hormati proses di KPU,” ungkapnya.
Anies mengatakan pihaknya hingga saat ini masih berpikiran positif. Ia meminta publik tidak terburu-buru.
“Kita tunggu dulu, kita tunggu dulu, sampai perhitungan KPU selesai ini, jangan buru-buru. Harus positif,” ungkapnya.
Tunggu Hasil Resmi KPU
Sementara Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya setelah unggul di quick count sejumlah lembaga. Meski begitu, Prabowo tetap minta para pendukungnya menunggu hasil resmi penghitungan dari KPU.
“Saudara-saudara sekalian, kita harus tetap tunggu hasil resmi KPU. Kita yakin demokrasi Indonesia berjalan dengan baik,” kata Prabowo di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).
Dalam menyampaikan pidatonya, Prabowo didampingi cawapresnya, yaitu Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah pimpinan partai politik pengusung Prabowo-Gibran juga hadir di Istora Senayan. Di antaranya Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Kembali ke pidato Prabowo, dia mengatakan rakyatlah yang menentukan dan memutuskan memilih pemimpinnya ke depan. Prabowo juga bercerita, dalam beberapa bulan terakhir, dirinya dan Gibran berkeliling Indonesia untuk berkampanye.
“Saudara-saudara sekalian, rakyat yang menentukan, rakyat yang memutuskan, rakyat yang berhak untuk mendapat pemimpin yang dikehendaki oleh rakyat Indonesia,” ucap Prabowo.
“Dalam beberapa minggu ini, dalam beberapa bulan lalu, Mas Gibran dan saya dengan tokoh-tokoh yang dukung kita telah menjelajahi seluruh Indonesia. Memang kami tugas, ada tempat yang kami tidak bisa sampai, Mas Gibran sampai,” imbuhnya.
Bakal Kawal
Sekjen PAN sekaligus Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno juga mengaku bersyukur atas hasil quick count atau hitung cepat berbagai lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Gibran. Eddy memastikan PAN akan mengawal suara rakyat.
“Kami bersyukur bahwa Prabowo-Gibran saat ini unggul dalam hitung cepat berbagai lembaga survei. Karena itu, PAN berkomitmen mengawal suara rakyat ini dalam penghitungan resmi di KPU dan memastikan kemenangan Prabowo-Gibran sekali putaran,” kata Eddy di DPP PAN, Rabu (14/2).
Salah satu fokus pengawalan suara, menurut Eddy, adalah memastikan perolehan suara Prabowo-Gibran memenuhi persyaratan meraih lebih dari 20 persen di 20 atau lebih provinsi di Indonesia.
“PAN akan terus mengawal perolehan suara Prabowo-Gibran dari tingkat provinsi, kabupaten, sampai kecamatan dan desa agar memenuhi seluruh persyaratan untuk ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024,” ujar Eddy.
Pimpinan Komisi VII DPR RI ini juga mengucapkan terima kasih kepada pendukung, relawan, dan simpatisan Prabowo-Gibran yang telah bekerja keras di Pilpres 2024.
“PAN loyal 15 tahun bersama Pak Prabowo dan akan kita tuntaskan dengan terus mengawal penghitungan suara hingga selesai dan ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024,”ujar anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini.
Quick Count
Hitung cepat (quick count) Pemilu 2024 telah dimulai. Sejumlah lembaga menggelar quick count dan menyatakan pasangan Prabowo-Gibran unggul sementara. Salah satu lembaga yang menggelar quick count adalah Charta Politika.
Berdasarkan data Rabu (14/2) pukul 17.11 WIB, jumlah data yang sudah masuk 75 persen dalam hitung cepat Charta Politika.
Hasil quick count ini bukan hasil resmi Pemilu 2024. Hasil resmi Pemilu 2024 akan diketahui lewat rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU dari 15 Februari hingga 20 Maret 2024.
Berikut ini data quick count Pilpres 2024 Charta Politika per pukul 17.11 WIB yang disusun berdasarkan nomor urut capres-cawapres:
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 25,94%
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka: 57,78%
Ganjar Pranowo-Mahfud Md: 16,26%
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!