Cerpen Remaja 2016
KOTAK MUSIK
Karya: Anggi Pratiwi
“Happy birthday to you……., happy birthday, happy birthday, happy birthday Fio” sahut teman-teman dan keluarga Fio. Disaat senang seperti ini, tiba-tiba mamanya mendapat telepon dari seorang yang tidak dikenal, langsung tersentak mamapun menangis tersedu-sedu. “Mama kok nangis, memangnya ada apa ma?”,tanya Fio dengan cemas. Belum sempat menjawab, mama sudah jatuh pingsan. Seketika suasana pesta yang tadinya meriah , menjadi terhenti. Orang-orangpun sibuk berduyun-duyun menggotong mama ke kamar. Beberapa menit kemudian mama sadar dan memeluk Fio dengan erat sambil berkata, “Fio, mama gak sanggup menerima kenyataan ini… hiks…hiks”, “Ada apa ma?”, “Apa yang terjadi ma?”, Fio pun semakin cemas. Mama menarik nafas panjang dan menjelaskan semuanya sambil meneteskan air mata. “Fio sekarang kamu sendirian nak, kakakmu telah pergi.” “apa, kenapa bisa begitu ma?”,tanya Fio dengan terkejut. “Kakakmu meninggal karena kecelakaan motor, dan sekarang berada di R.S. Permata Sari”, kata mama sambil menangis.”Ya sudah ma, sekarang kita ke sana saja”, kata Fio. “Papa siapkan mobil aja dulu ya ma”, kata papa. “Ya sudah pa”, kata mama sambil menghapus air matanya.
Beberapa menit kemudian, kami sampai di RS. Permata Sari dan langsung menuju ke kamar mayat. Fio bertanya kepada suster” Sus, di mana ya, mayat korban kecelakaan, namanya tasya”. “Oh ini dik, tp maaf, wajah dan badannya hancur, jd langsung dikafankan, tdk bs dilihat lg”, kata suster sambil menunjuk ke arah tempat tidur . “Kak, kenapa kakak ninggalin Fio…, hiks…hiks…”, kata Fio sambil menangis tersedu-sedu. “Sudah Fio kita sabar aja nak, mungkin kakakmu sudah tenang di sana”, kata mama sambil memeluk Fio. Tiba-tiba seorang suster datang, “Permisi dik, tadi waktu menyelidiki di TKP, kami menemukan kotak musik dan surat ini” “Makasih ya sus” kata Fio sambil mengusap air mata.
Keesokan harinya, mayat kak Tasya dikebumikan di TPU umum. Saat meninggalkan kuburan Tasya, Fio merasa ada yang tidak beres. Namun, Fio tidak mau berprasangka buruk, fio langsung berlari menuju mobil yang parkir di depan gerbang. Waktu terus berjalan, senja mulai datang dan haripun mulai gelap. Sebelum Fio mandi sore, ia membaca surat yang dibuat kakaknya. Membaca surat itu, Fio merasa terharu sampai meneteskan air mata. Sebelum kecelakaan itu terjadi, ternyata kakak nya sudah menuju jalan pulang sambil memegang kado yang ia beli untuk Fio. Ternyata, kado itu sebuah kotak musik. Sejenak Fio merenung sembari memikirkan, mengapa sampai saat ini polisi belum mengetahui kronologi terjadinya kecelakaan itu.
Untuk menyegarkan diri, Fio pun pergi mandi dan meletakkan kotak musik serta suratnya di atas meja belajar. Sesaat kemudian Fio mendengar suara kotak musik “Na…na…na…, na…. na.. na…”, ia pun segera keluar dan melihatnya “Kok aneh ya, gk ada orang”, kata Fio dengan heran. Karena takut, Fio akhirnya menyimpan kotak musik itu ke dalam lemari. Selesai mandi, Fio langsung membaringkan badannya di atas tempat tidur, dan tidur dengan lelap.
Dalam mimpinya, Fio bertemu dengan seorang perempuan, tubuhnya berlumuran darah dan wajahnya hancur. Fio merasa takut melihat perempuan yang seakan mendekatinya. lalu Fio berteriak “A……. jangan dekati aku!!!” mendengar teriakan itu mama membangukan Fio, “Fio…. ayo bangun!!!” Fio pun terbangun dengan wajah penuh ketakutan. “Kamu kenapa Fio?”, tanya mama.”Tidak ada apa-apa ma” , jawab Fio
Sejak malam itu, keanehan sering terjadi saat Fio mendengarkan kotak musik itu. Ia merasa ada orang yang mengikutinya setiap ia memutar kotak musik tersebut. Keesokan harinya ketika Fio sedang mengerjakan tugas, tiba-tiba kotak musik itu bunyi dengan sendirinya. Ia merasa ketakutan, ia melihat sesosok perempuan yang berdiri tepat di sebelah kotak musik. Saat melihatnya ia menjerit, tapi ia berusaha untuk tidak takut dan melihat dengan tatapan yang penuh. Ternyata sosok yang mengerikan itu adalah kakaknya, tasya. Wajahnya begitu pucat, dan seakan ingin mengutarakan sesuatu kepada Fio. Ketika ingin keluar dari kamar, tasya memegang tangan Fio. Fio pun seakan melihat kronologi kecelakaan yang menimpa tasya. Ia juga melihat sebuah truk yang melaju dengan kencang yamg menabrak kakaknya saat mengambil kacamatanya yang terjatuh. Teman tasya yang hendak menolongnya, mendorong Tasya sampai masuk ke jurang, sedangkan temannya tersebut mati terlindas truk. Saat diselidiki polisi, polisi tidak menyadari kalau teman Tasya ikut. Ketika sadar, Fio tidak melihat kakaknya lagi. Setelah itu dia langsung menemui ibunya dan menceritakan apa yang baru dialaminya. Ayah Fio menelepon ke pihak polisi untuk melakukan pencarian mayat kakaknya.
Keesokan harinya, mayat Tasya berhasil ditemukan dan langsung dikebumikan. Pihak keluarga Fio, juga menghubungi pihak keluarga dari teman kakaknya yang telah dikebumikan terdahulu. Malam harinya Fio kembali mendengarkan kotak musik itu, dan ia juga kembali melihat sosok kakaknya dengan wajah yang tersenyum, seakan mengucapkan terima kasih kepada Fio. Sejak saat itu, Fio tidak lagi merasakan keanehan saat mendengar kotak musik dari almarhummah kakaknya.
TAMAT
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!