Tuesday , May 26 2026
Beranda / Edukasi / LPPM Unimed Berdayakan Gapoktan Penangkar Bibit Kentang Melalui Teknologi Aeroponik untuk Perbanyakan Bibit Kentang Bebas Virus
deras.co.id

LPPM Unimed Berdayakan Gapoktan Penangkar Bibit Kentang Melalui Teknologi Aeroponik untuk Perbanyakan Bibit Kentang Bebas Virus

DERAS.CO.ID – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan yang bekerjasama dengan PT. G10 Agrotech melakukan program Kemitraan Wilayah (PKW) dengan memberdayakan potensi masyarakat mitra dalam produksi bibit kentang G0 hasil kultur jaringan tanaman dengan teknologi aeroponic screen house.

 Dilansir dari laman resmi humas.unimed.ac.id, Dr. Diky Setya Diningrat, M.Si selaku Ketua tim Pengadian Kepada Masyarakat melalui program kemitraan wilayah LPPM Unimed menegaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat di daerah binaan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat secara ekonomi melalui inovasi dan teknologi.

Teknologi tepat guna yang dialihteknologikan merupakan hasil penelitian dari tim peneliti Universitas Negeri Medan, yang terdiri dari Prof. Dr. dr. Novita Sari Harahap, Heppy Setya Prima, S.Pt., M.Biotek, Adelia Febriyossa, S.Si., M.Si, dan Bagoes Maulana, S.Kom., M.Kom. Tim ini adalah tim kolaborasi dari beberapa prodi dari fakultas yang berbeda yang ada di Universitas Negeri Medan.

Pada kegiatan ini Komisaris Utama PT. G10 Agroteknologi berterima kasih kepada tim LPPM Universitas Negeri Medan yang telah membantu memberdayakan kelompok tani yang merupakan binaan G10 yang ada di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Kegiatan pemberdayaan ini akan meningkatkan produksi bibit kentang yang dihasilkan mitra sehingga baik dari segi kualitas dan kuantitas. Ada income generates (penghasilan tambahan) yang akan membantu peningkatan ekonomi dari mitra.

Dalam kegiatan Program Kemitraan Wilayah ini juga terlibat mahasiswa dari Universitas Negeri Medan yang berperan serta aktif menjadi pendamping pemberdayaan.

Pada program kemitraan wilayah yang diadakan ini mitra selain mendapatkan teknologi tepat guna, mitra juga mendapatkan pembekalan mengenai penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang tanaman kentang. Pihak PT. G10 Agrotek mendapatkan juga sertifikat bibit kentang bebas virus dari bibit kentang yang dihasilkan. Pengujian dan sertifikasi dilakukan oleh tim PKW Universitas Negeri Medan dan sertifikasi bebas virus diberikan oleh Badan Karantina Hewan dan Tumbuhan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia.

Pihak PT. G10 Agrotek membagikan bibit kentang bebas virus yang sudah disertifikasi tersebut kepada mitra gapoktan sebagai bentuk CSR. Seperti diketahui bibit kentang G0 yang bersertifikasi di pasaran mencapai harga empat ribu rupiah per butir. Program Kemitraan ini diharapkan terus sinambung kepada mitra lain sehingga teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh kampus dapat bersinergi jengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk memujudkan Indonesia yang kuat dan mandiri.

Baca Juga

deras.co.id

Sumut Terima Pengembalian TKD Terbesar, Tito Karnavian Ungkap Alasannya

DERAS.CO.ID – JAKARTA – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) …