Sepak bola modern memang memungkinkan pelbagai hal terjadi. Seorang pemain yang memiliki darah dari negara yang berbeda-beda punya hak untuk menentukan negara yang diperkuat.
Bahkan banyak kakak adik yang memilih memperkuat negara yang berbeda menilik dari potensi dan kemampuan mereka sendiri. Ada yang merasa bisa tampil dan dipanggil negara besar, ada yang menganggap potensinya hanya mampu mencapai satu negara yang tak sebesar lainnya.
Berikut adalah lima saudara yang memperkuat negara berbeda, dan berhasil tampil di timnasnya masing-masing.
1. Granit dan Thaulant Xhaka (Swiss dan Albania)
Kakak adik yang paling dibicarakan dalam beberapa hari terakhir karena baru saja bertarung di Euro 2016. Granit menjadi andalan Swiss sementara Thaulant menjadi gelandang Albania.
Orang tua keduanya berasal dari Kosovo Albania yang pindah ke Basel sebelum Taulant lahir. Keduanya sebenarnya memperkuat Timnas junior Swiss, hingga Taulant memilih memperkuat Albania.
2. Jerome dan Kevin-Prince Boateng (Jerman dan Ghana)
Menjadi saudara pertama yang bertarung sepanjang sejarah Piala Dunia. Jerome menjadi andalan Timnas Jerman hingga saat ini, sementara Kevin adalah bagian dari skuat Ghana.
Jerome memenangi pertarungan pertama keduanya pada Piala Dunia 2010 kemudian pada pertemuan kedua pada 2014, kedua tim bermain imbang 2-2.
3. Rafinha dan Thiago Alcantara (Brasil dan Spanyol)
Anak-anak dari pemenang piala dunia, Mazinho, ini memiliki kemampuan istimewa di lapangan hijau. Sama-sama berkembang di Barcelona, Thiago mencuat lebih dulu dan memilih membela Spanyol.
Sementara Rafinha yang juga tak kalah berkualitas memilih memperkuat Brasil. Keduanya sudah masuk ke skuat negara masing-masing dan diperkirakan mampu menjadi andalan dalam beberapa tahun ke depan.
4. Paul, Florentin, Mathias Pogba (Prancis dan Guinea)
Paul menjadi bintang sepak bola saat ini dan putusannya memilih Prancis sebagai warga negara terbilang masuk akal. Sedangkan dua saudaranya lebih memilih Guinea.
Pogba sudah 30 kali tampil bersama Timnas Prancis sementara Florentin 11 kali jadi andalan Guinea. Sementara itu, Mathias baru dua kali tampil di level timnas. Terlepas dari itu, sulit rasanya bagi kedua pemain menyamai level Paul.
5. Christian dan Max Vieri (Italia dan Australia)
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!