Friday , April 17 2026
Beranda / Berita / Akhirnya Terungkap ! Pesawat Hercules 36 Tahun Dan SPT Yang Tak Sesuai
deras.co.id
Tim Evakuasi Saat Melakukan Evakuasi Terhadap Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Hercules A1344

Akhirnya Terungkap ! Pesawat Hercules 36 Tahun Dan SPT Yang Tak Sesuai

Pesawat Hercules yang jatuh terbilang sangat uzur, 36 tahun. Namun, ada beberapa hal lain yang mengindikasikan adanya human error dalam tragedi jatuhnya pesawat Hercules A-1334 di Wamena tersebut. Yaitu pelanggaran surat perintah terbang (SPT) dan jam terbang pilot yang berlebih.

Menurut pengamat penerbangan Alvin Lie, SPT untuk Hercules A-1334 kemarin adalah latihan navigasi. Namun, pada realitasnya, pesawat juga mengangkut logistik. “Kalau untuk latihan navigasi, kenapa bawa logistik?” tanya Alvin.

Ini bukan perkara 12 ton yang dibawa. Karena kemampuan Hercules jauh di atas itu. Karena kalau memang untuk angkutan logistik, ya SPT-nya harus logistik. Saya harap TNI-AU ada keterbukaan soal ini,” lanjutnya.

Selain itu, Alvin mengungkapkan perihal jadwal terbang sang pilot Mayor Marlon Kawer yang terlampau padat. Bahkan, kata dia, bisa disebut seperti kerja rodi. Sebab, dalam satu hari dia bisa bertugas di lima sampai sembilan penerbangan. Dan itu dilakukan berturut-turut dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelum kecelakaan terjadi misalnya. Berdasar data yang diterimanya, Marlon harus melakukan kurang lebih lima kali penerbangan yang dimulai dari Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, hingga Timika, Papua.

Kemudian, esoknya atau kemarin pada saat kejadian, sang pilot harus kembali melakukan penerbangan pagi buta. Dia dijadwalkan melakukan sembilan kali penerbangan dalam satu hari itu. “Sempat muncul pertanyaan ada apa. Karena dalam rombongan isinya kan penerbang mayor, lalu kapten penerbang. Sudah senior semua. Lalu saya cermati SPT-nya, kok padat sekali,” beber pria yang juga anggota Ombudsman RI tersebut.

Padatnya jadwal terbang itu tentu sangat berisiko. Waktu istirahat sangat penting untuk menjaga stamina dan kebugaran sang pilot. “Pilot komersial saja sehari maksimal empat penerbangan. Itu pun istirahat minimal sepuluh jam sebelum terbang lagi. Ini dengan delapan penerbangan sehari, istirahatnya cukup tidak?” tanya Alvin.

Di sisi lain, kondisi alat yang tersedia pun menjadi pertanyaan. Pasalnya, saat kejadian, kru mengaku belum dapat menjangkau runway 15 karena kabut. Padahal, saat itu matahari telah terbit. Pihak ATC pun bisa melihat posisi pesawat. Soal skill, Mayor Marlon sebenarnya adalah penerbang yang hebat. Dia juga sangat mencintai dunia penerbangan. Itu terlihat dari posting-an terakhir Marlon di Instagram-nya yang berbunyi My flight, my life, my adventure.

Sumber : jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

DERAS.CO.ID – MEDAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Gubernur …