DERAS.CO.ID – Jakarta – Sejumlah astronaut dilaporkan harus tinggal lebih lama di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Keempat astronaut tersebut adalah Zena Cardman, Mike Fincke, Kimiya Yui, dan Oleg Platonov. Mereka baru saja diberangkatkan ke luar angkasa melalui misi Crew-11 pada pekan lalu. Awalnya, mereka dijadwalkan berada di ISS selama enam hingga delapan bulan. Namun, kini muncul ketidakpastian mengenai durasi masa tinggal mereka.
Perpanjangan misi di luar angkasa sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Biasanya disebabkan oleh faktor teknis atau cuaca buruk. Namun, dalam kasus ini, pemangkasan anggaran menjadi alasan tambahan yang memengaruhi kepulangan para astronaut.
Dilansir dari CNBC Indonesia, pemerintah AS diketahui mengusulkan pemotongan dana untuk sejumlah program NASA, termasuk untuk operasional ISS serta transportasi awak dan kargo. Program transportasi disebut mengalami pemotongan dengan persentase yang lebih besar.
Pemangkasan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2030, saat ISS direncanakan pensiun. Dampaknya, operasional ISS akan berlangsung dengan jumlah astronaut yang lebih sedikit serta kapasitas penelitian yang lebih terbatas.
Manajer program kru komersial NASA, Steve Stich mengatakan pihaknya bekerja sama dengan SpaceX memastikan wahana antariksa Dragon bisa berada di orbit hingga delapan bulan lagi. Batas sertifikasi yang ada sekarang hanya tujuh bulan, meski pejabat telah menghapusnya untuk misi yang berlangsung lama.
Sementara dalam informasi terbaru pekan lalu, manajer program ISS NASA Dana Weigel mengindikasikan para pejabat masih merencanakan Crew-11 untuk tinggal lebih lama. Namun keputusan ini masih menunggu hingga beberapa bulan lagi.
“Kami menjajaki kemungkinan memperpanjang penerbangan saat ini, Crew-11. Masih ada beberapa bulan lagi yang harus dikerjakan,” jelas Weigel dikutip dari Ars Technica, Senin (4/8/2025).
Weigel juga buka suara soal Crew-12 yang direncanakan diluncurkan awal tahun depan. NASA juga tengah mempertimbangkan opsi pengurangan biaya untuk misi tersebut.
NASA disebutnya mempertimbangkan seluruh opsi yang ada. Salah satunya meluncurkan tiga orang saja, bukan empat orang seperti biasanya.
“Kami sebenarnya bisa menunggu agak lama untuk mengurangi jumlah kru. Untuk kendaraan kargo, kami punya persediaan cukup hingga musim gugur, jadi dalam jangka pendek, hingga akhir tahun dan awal 2026, semunya normal sesuai rencana kami,” kata Weigel.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!