Monday , September 14 2026
Beranda / Featured / Jokowi Ingatkan Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Tahun
deras.co.id

Jokowi Ingatkan Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Tahun

DERAS.CO.ID – Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan ancaman cuaca ekstrem menjelang akhir tahun. Dia meminta semua pihak memaksimalkan peringatan dini dan mitigasi bencana.

Hal itu disampaikan Jokowi saat rapat kabinet di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (6/12). Jokowi meminta semua pihak memberikan perhatian terkait hal itu.

“Di penghujung tahun 2022 memasuki tahun 2023 ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, antisipasi guncangan cuaca ekstrem dan yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas,” kata Jokowi.

“Agar kita semua memberikan perhatian memaksimalkan informasi cuaca dari BMKG sebagai peringatan dini, dan juga mitigasi bencana di seluruh daerah yang memiliki potensi bencana terus diperhatikan,” lanjutnya.

Jokowi meminta semua pihak menyiapkan segala antisipasi dan mitigasi terhadap bencana yang ada. Dia pun meminta agar bantuan disegerakan terhadap wilayah terdampak bencana.

“Dan memastikan negara betul betul hadir, segerakan bantuan kemanusiaan,” ucapnya.

Selain itu, Jokowi meminta agar rekonstruksi wilayah terdampak bencana disegerakan jika keadaan sudah memungkinkan.

“Dan juga segerakan rekonstruksi bangunan yang terdampak gempa maupun bencana lainnya apabila keadaan memungkinkan untuk segera dimulai,” ujarnya.

Wajib

Jokowi kembali mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan belanja produk dalam negeri. Jokowi mengatakan belanja produk dalam negeri merupakan salah satu strategi di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang sulit.

“Yang ketiga yang berkaitan dengan strategi besar di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergejolak, saya ingin mengingatkan kembali yang berkaitan dengan konsumsi, peningkatan konsumsi. Terutama yang berkaitan dengan belanja belanja dari pemerintah,” kata Jokowi.

Jokowi menilai APBD, APBN, ataupun belanja BUMN harus bisa menaikkan konsumsi masyarakat. Dia menegaskan pembelanjaan produk dalam negeri merupakan hal yang wajib, tak bisa ditawar lagi. “Belanja APBN, belanja APBD, belanja BUMN harus diikuti dikontrol agar bisa menaikkan konsumsi masyarakat. Sehingga yang namanya pembelian produk-produk dalam negeri itu wajib.

Tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya.

Ingatkan Mendagri

Jokowi juga memberikan pengarahan terkait inflasi. Jokowi menginstruksikan Mendagri Tito Karnavian terus menyampaikan terkait pengendalian inflasi di daerah.

“Saya meminta pada Mendagri untuk terus menyampaikan kepada kepala daerah dalam pengendalian inflasi. Ini sudah dilakukan tapi ada beberapa daerah yang belum tolong diberikan peringatan dan ini kelihatan sekali inflasi dari 3 bulan yang lalu 5,9, lari turun ke 5,7, lari turun ke 5,4,” ucapnya.

“Ini artinya daerah sudah melakukan tetapi bisa masih di berikan peringatan lagi agar semua melakukan dan saya lihat nanti akan turun dan turun lagi,” lanjut Jokowi.

Jaga Pasokan Pangan

Jokowi juga mengingatkan kehati-hatian terkait krisis keuangan hingga krisis pangan yang akan menyasar ke masalah sosial dan politik.

“Yang kedua mengenai kondisi perekonomian tahun 2023. Sekali kita harus tetap hati-hati dan waspada yang berkaitan dengan krisis keuangan, ekspor yang menurun, kemungkinan ekspor yang menurun,” kata Jokowi.

“Kemudian juga krisis pangan hati-hati mengenai ini karena nanti bisa larinya ada masalah sosial dan politik,” lanjutnya.

Jokowi meminta kebijakan pangan betul-betul diperhitungkan dengan baik. Jangan sampai tidak ada hitungan cadangan pangan sehingga memicu kenaikan harga-harga.

“Utamanya yang berkaitan dengan beras betul-betul hitung-hitungannya itu. hitung-hitungan lapangan, jangan sampai perhitungan kita baru sehingga kita tidak menyiapkan resource cadangan dan pada suatu titik cadangan kita habis dilihat oleh pedagang dan akhirnya harga beras psti akan naik. Ini supply dan demand pasti akan menyimpulkan itu,” ucapnya.

Jokowi lantas mengatakan bahwa situasi dunia saat ini sedang tidak baik. Oleh karena itu, menurut Jokowi, kebijakan yang menyangkut kehidupan publik mesti dikalkulasi dengan baik.

“Kita tahu bahwa situasi dunia masih tidak baik-baik saja sehingga sekali saya minta seluruh policy yang berkaitan dengan masyarakat, hajat hidup orang banyak, itu betul-betul dikalkulasi, dihitung betul-betul,” ucapnya.

Jokowi menyebutkan pentingnya kolaborasi antarkementerian untuk mengantisipasi potensi krisis tersebut. Jokowi mengingatkan jajarannya untuk tidak terjebak ego sektoral.

“Kuncinya sekali lagi kolaborasi antara kementerian dan lembaga dan jangan terjebak pada ego sektoral. Lakukan konsolidasi data, konsolidasi konsolidasi policy dan juga konsolidasi dari pelaksanaan atau implementasi,” ucapnya.

Penanganan Covid

Pada rapat tersebut, Jokowi menyebut kasus Covid-19 saat ini terus mengalami penurunan. Meski begitu, dia meminta antisipasi dan penanganan harus tetap dilakukan.

“Yang terakhir yang berkaitan dengan antisipasi dan mitigasi terhadap penanganan Covid-nya tetap terus kita lakukan,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan dirinya terus memantau angka kasus Covid tiap hari. Meski sempat naik, beberapa hari ini angka kasus Covid menurutnya mengalami banyak penurunan.

“Meskipun saya melihat ini sudah terjadi penurunan yang lumayan banyak karena di 5 Desember kemarin setelah sempat naik ke 6.000, bahkan 7.000, per 5 Desember kemarin saya melihat sudah kasus hariannya sudah dia angka 2.234,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan soal vaksinasi booster. Dia meminta proses vaksinasi tersebut dipercepat agar imunitas masyarakat semakin baik.

“Kemudian percepatan vaksinasi booster tetap harus digerakkan agar imunitas masyarakat kita menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

S&P Global Ratings Beri INALUM Peringkat ‘BBB-‘, Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional rating ‘BBB-’ dengan Outlook …