DERAS.CO.ID – Jakarta – Polri mengerahkan 155 ribu personel selama Operasi Ketupat 2024. Mereka akan disebar untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran 2024.
“Penggelaran pasukan merupakan penggelaran yang cukup besar, kurang lebih 155.165 personel yang terlibat, di dalam ada stakeholder terkait sejumlah 69.969 perseonel,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, usai rakor lintas sektoral persiapan Ops Ketupat 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (25/3).
Sebagai informasi, Operasi Ketupat digelar pada 4 – 16 April 2024. Operasi itu dioperatori oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
Operasi tersebut dalam rangka menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah.
“Sebagaimana tadi disampaikan Bapak Menko PMK, bahwa mudik tahun 2024 ini terjadi peningkatan kurang lebih 50 persen, kalau tidak salah tadi, dibandingkan dengan mudik 2023,” kata Jenderal Sigit dalam penjelasannya.
Polri menyiapkan sejumlah strategi pengamanan menjelang arus mudik 2024. Termasuk terkait rekayasa lalu lintas dan pemetaan jalur mudik yang rawan kecelakaan.
“Ini menjadi penting karena memang secara statistik terjadi penurunan terkait dengan masalah laka lantas apabila dibandingkan dengan tahun 2022. Namun demikian karena yang mudik kali ini meningkat, kita mengharapkan laka lantas dan juga kemacetan lalu lintas di tahun 2024 ini betul-betul bisa kita kelola dengan baik,” paparnya.
Jenderal Sigit juga mengatakan akan menyiapkan 5.718 pos pantau yang akan memberikan pelayanan pada pemudik. Pos pantau itu akan disiapkan di rest area, jalan arteri hingga wilayah wisata.
67.955 Prajurit
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, TNI menyiapkan 67.955 prajurit untuk membantu Polri dalam mengamankan mudik tahun 2024. Selain itu, mereka menyiapkan kapal untuk menampung para pemudik.
“TNI menyiapkan 67.955 personel, perbantuan kepada Polri. Selain personel, juga kita menyiapkan KRI jenis LPD yang bisa menampung 500 personel dengan perlengkapannya mungkin seperti sepeda motor,” ujar Agus Subiyanto seusai rapat
Kapal tersebut akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Semarang atau Surabaya. Selain itu, disiapkan Hercules C-130 bila diperlukan.
“Setiap tahun kita perbantukan dari Jakarta, pemudik dari Jakarta menuju Semarang atau Surabaya. Satu kapal KRI itu 500 orang dan juga kita siapkan Hercules C-130, bila diperlukan,” ucapnya.
Selain itu, TNI menyiapkan mobil derek hingga ambulans di daerah-daerah. Fasilitas itu akan diberikan kepada warga yang membutuhkan.
“Juga helikopter, dan di wilayah-wilayah juga kita siapkan helikopter, dan di wilayah-wilayah juga kita sediakan mobil derek dan ambulan, apabila ada terjadi pemudik ada yang mogok, kita derek. Dan apabila ada yang laka lalin kita bantu dengan ambulans,” kata dia.
Puncak Mudik
Soal prediksi puncak arus mudik Lebaran 2024, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bakal terjadi pada 5-8 April.
“Pertama, puncak mudik diperkirakan akan terjadi tanggal 5 sampai 8 April 2024,” ujar Muhadjir seusai rapat.
“Arus balik diperkirakan akan terjadi tanggal 13 sampai 16 April 2024,” tambahnya.
Dia mengatakan jumlah pemudik diperkirakan mencapai 193 juta orang. Jumlah itu, katanya, mengalami kenaikan 50 persen dibanding mudik tahun lalu.
“Jumlah pemudik berdasarkan hasil survei diprediksi akan sekitar 193 juta, atau terdapat kenaikan 50 persen dibanding mudik tahun lalu,” ujarnya.
Puncak Mudik
Soal prediksi puncak arus mudik Lebaran, 2024, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, bakal terjadi pada 5-8 April.
“Pertama, puncak mudik diperkirakan akan terjadi tanggal 5 sampai 8 April 2024,” ujar Muhadjir seusai rapat
“Arus balik diperkirakan akan terjadi tanggal 13 sampai 16 April 2024,” tambahnya.
Dia mengatakan jumlah pemudik diperkirakan mencapai 193 juta orang. Jumlah itu, katanya, mengalami kenaikan 50 persen dibanding mudik tahun lalu.
“Jumlah pemudik berdasarkan hasil survei diprediksi akan sekitar 193 juta, atau terdapat kenaikan 50 persen dibanding mudik tahun lalu,” ujarnya.
Tak Ada Tiket offline
Muhadjir juga mengatakan pembelian tiket secara luring (offline) untuk penyeberangan kapal laut bagi para pemudik tahun ini ditiadakan. Semua pembelian tiket harus dilakukan melalui daring (online).
“Sementara ini dipastikan, diputuskan tidak ada pelayanan pembelian tiket di luar online karena itu dipastikan semuanya yang akan menyeberang sudah membeli tiket online,” ujar Muhadjir.
Muhadjir meminta para pemudik yang akan menyebrang menggunakan kapal membeli tiket melalui aplikasi yang tersedia. Pembelian tiket juga diminta jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
“Pemudik yang akan menyeberang hendaknya segera membeli tiket jauh-jauh hari secara online lewat aplikasi Ferizy,” ujarnya.
Selain itu, Muhadjir juga mengimbau para pemudik yang membawa kendaraan pribadi agar memeriksa kendaraannya. Pemudik diminta memastikan kendarannya layak dan aman.
“Periksa kelayakan kendaraan pribadi yang akan digunakan. Pastikan kendaraannya layak dan aman,” tuturnya.
Berangkat Lebih Awal
Mengantisipasi kepadatan saat arus mudik, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat melaksanakan mudik Lebaran 2024 lebih awal.
“Berkaitan dengan puncak mudik yang tadi disampaikan oleh Pak Menko PMK itu mulai H-4, tapi kalau hari ke 4, 3, 2, 1, itu akan tinggi sekali (jumlah masyarakat yang mudik),” kata Budi Karya usai menghadiri rapat.
“Oleh karenanya, kita mengimbau sebagian anak-anak yang sudah libur bisa mudik lebih awal,” tambahnya.
Budi juga mengimbau masyarakat tidak mudik menggunakan sepeda motor. Dia berharap masyarakat memanfaatkan program mudik gratis yang diselenggarakan berbagai instansi.
“Kita imbau kiranya tidak mudik menggunakan motor, karena sangat bahaya apalagi, Polri, BUMN, TNI juga banyak yg berikan mudik gratis, gunakan dengan baik,” imbaunya.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!