DERAS.CO.ID – Jakarta – Menko Polhukam Hadi Tjahjanto berharap kondusivitas pascapemilu 2024 bisa terus terjaga. Dia menyebut situasi itu bisa terjaga salah satunya peran dari kiai dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Karena ini berkat juga dari kontribusi para kiai yang ada di MUI. Saya tadi bicara mudah-mudahan bisa terjaga sampai dengan pelantikan presiden dan wakil presiden,” kata Hadi di Kantor Pusat MUI, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).
Hadi mengatakan peran para ulama dan MUI penting dalam menjaga suasana kerukunan di masyarakat paskapemilu. Dia meminta para pemuka agama terus bersama-sama merawat situasi kondusif masyarakat.
“MUI itu organisasi besar ada 87 organisasi di masyarakat bernapaskan Islam sehingga untuk menjaga keharmonisan sangat kuat sekali. Dan kaitannya dengan pascapemilu, pileg, pilpres yang kondisinya terus kondusif dan harus kita jaga,” jelas Hadi.
“Itu sebabnya kami mengajak MUI bisa terus menjaga kondisi saat ini, aman, tentram dan damai,” sambungnya.
Sebelum menyambangi Kantor Pusat MUI, Menko Hadi telah melakukan sejumlah lawatan ke kantor organisasi keagamaan di Jakarta. Hadi tercatat telah berkunjung ke PP Muhammadiyah, PB Nahdatul Ulama (NU), Konfrensi Waligreja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).
Pada kesempatan itu Hadi Tjahjanto mengajak seluruh tokoh agama menjaga situasi kondusif pascapemilu pada 14 Februari lalu.
Lebih lanjut menurut Hadi, kerhamornisan yang sudah ada saat ini juga terjadi berkat dukungan para kiai. Dia berharap situasi kondusif terus terjaga.
“Dunia akan menilai di negara Republik Indonesia ini aman dan lancar, ini sebuah harga diri bangsa,” ujar Hadi.
Dia mengatakan Kemenko Polhukam bakal terus memantau situasi terkait Pemilu. Dia mengajak semua pihak mengikuti peraturan jika ada sengketa terkait Pemilu.
“Pantauan dari Kemenko Polhukam aman, kemudian kami juga menunggu pengumuman 20 Maret nanti. Apabila ada kesalahan sengketa Pemilu disalurkan melalui Bawaslu dan MK. Ini adalah secara hukum, kondisi sampai ini aman,” ujarnya.
Yakin
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas yakin Menko Polhukam Hadi Tjahjanto bisa menjaga suasana kondusif usai Pemilu 2024. Dia menilai Hadi sebagai sosok yang humanistis.
“Rasa-rasanya Pak Hadi mungkin bisa ya. Rasa-rasanya. Faktanya kan saya belum tahu. Tapi rasa-rasanya dari cara dan gaya beliau, apalagi dengan kumis yang melintang itu saya rasa insyaallah dia bisa melalui pendekatan-pendekatan yang humanistik ya,” kata Anwar setelah bertemu Hadi di Kantor Pusat MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).
“Sebab, Pak Hadi ini saya lihat agak humanistik. Kita doakan saja supaya beliau bisa mengatasi masalah ini sebaik-baiknya sehingga negara kita ini bisa berjalan dengan baik, nggak ada macam-macam,” imbuhnya.
Anwar mengatakan, kedatangan Menko Hadi untuk bersilaturahmi sekaligus meminta doa dan dukungan. MUI juga mengatakan siap mendukung pemerintah jika benar.
“(Menko Polhukam minta) doa dan dukungan. Kan sikap MUI sudah jelas sikapnya, kalau pemerintah benar kita dukung, tapi kalau pemerintah tidak benar ya kita ingatkan,” tegasnya.
“Jadi prinsip MUI itu begini, selama pemerintah benar, MUI akan dukung. Tapi kalau pemerintah berbuat tidak benar, maka MUI harus mengingatkan dan itu hukumnya wajib,” kata Anwar.
Anwar Abbas menjelaskan hal tersebut merupakan prinsip MUI sebagai shodiqul hukumah atau dalam kata lain mitra pemerintah. Menurutnya, ulama harus berani mengungkapkan kebenaran kepada pemerintah.
“Ada kata-kata bijak dari Imam Al Ghazali, satu masyarakat akan rusak kalau pemerintahnya rusak. Satu pemerintah akan rusak kalau ulamanya rusak. Kapan ulama rusak? Kalau ulama tidak berani menyampaikan kebenaran kepada pemerintah,” jelas Anwar Abbas.
“Tentu MUI diuji, apakah MUI berani menyampaikan kebenaran kepada pemerintah? Dan saya rasa harus begitu. Tapi kalau seandainya pemerintah sudah merasa benar berlaku baik dan adil wajib hukumnya bagi seluruh rakyat untuk tunduk dan patuh,” katanya.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!