Thursday , April 16 2026
Beranda / Featured / Muhammadiyah Tak Akan Kerahkan Dukungan Ke Calon Tertentu Di Pemilu 2024
deras.co.id
Agung Danarto dan Mustofa Bisri

Muhammadiyah Tak Akan Kerahkan Dukungan Ke Calon Tertentu Di Pemilu 2024

DERAS.CO.ID – Jakarta – PP Muhammadiyah menegaskan tidak akan mengerahkan dukungan ke calon tertentu di Pemilu 2024. Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto mengatakan Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah yang memperjuangkan nilai.

“Organisasi dakwah memperjuangan nilai untuk semakin baik, semakin baik dan seterusnya. Sehingga karenanya dakwah itu mengajak untuk menjadi lebih baik,” kata Agung dalam Pengajian Umum PP Muhammadiyah pada Jumat malam seperti dikutip dari situs Muhammadiyah, Minggu (28/1).

Kendati demikian, Agung menjelaskan Muhammadiyah sesuai dengan Munas Tarjih pada 2023 memiliki kriteria tertentu untuk seorang pemimpin. Berdasarkan kriteria tersebut, warga Muhammadiyah diberi kewenangan untuk menafsirkan kriteria itu ke sesuai dengan calon siapa.

“Kriteria calon presiden ini disampaikan supaya semuanya bisa membimbing masyarakat, termasuk juga membimbing calon agar sesuai dengan kriteria ideal itu,” ujar Agung.

“Sampai saat ini PP Muhammadiyah tidak mengarahkan kepada calon tertentu. Dan nanti sampai hari H pemilu tidak akan mengarahkan dukungan kepada calon tertentu. Tapi berhenti pada kriteria masing-masing dipersilahkan untuk menerjemahkan, menafsirkan sesuai dengan kemampuan ijtihad masing-masing,” sambung dia.

Agung mengatakan selain digunakan oleh pemilih untuk menentukan pilihan, kriteria yang dibuat Muhammadiyah juga diharapkan membuat para calon untuk memantaskan diri seperti kriteria ideal tersebut.

Sikap yang sama juga ditegaskan Muhammadiyah terhadap partai politik. Muhammadiyah tidak akan mengarah atau cenderung kepada salah satu parpol. Posisi Muhammadiyah adalah membangun kedekatan dengan semua parpol.

“Tetapi bagaimana Muhammadiyah melihat keadaan yang ada, yang real itu bisa diperbaiki orientasinya adalah kepada upaya perbaikan, upaya untuk menjadi lebih baik. Bukan untuk menghakimi, bukan hanya berkawan kepada mereka yang sudah baik saja kemudian meninggalkan yang kurang baik,” ungkap Agung.

Indonesia

Sementara itu, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri menyebut bahwa tugas Nahdlatul Ulama (NU) adalah memperbaiki kerja dan berupaya memenangkan Indonesia. Gus Mus juga menegaskan bahwa NU bukan bertugas memenangkan calon Presiden (Capres).

“Urusannya NU itu memperbaiki kinerja memenangkan Indonesia, bukan memenangkan capres,” katanya saat memberikan tausyiyah dalam pembukaan konferensi besar Nahdatul Ulama tahun 2024 dan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdatul Ulama, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Sewon, Bantul, Senin (29/1).

Gus Mus bercerita dirinya mengaku ketar-ketir saat Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan.

“Saya ini sudah ketir-ketir. Ketika ketua umum pidato, Rais Aam pidato, jangan-jangan nyinggung Pilpres,” ucapnya.

Jika ada yang menyinggung soal Pilpres Gus Mus mengatakan dirinya akan keluar. Namun hal itu tidak terjadi.

“Begitu nyebut Pilpres, saya keluar. Itu bukan urusannya NU. Tapi untungnya tidak,” ujarnya disambut tawa tamu undangan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini juga didapuk untuk memimpin doa. Gus Mus menggantungkan harapan Indonesia beserta bangsanya dan NU bersama warganya dirahmati Allah SWT.

“Mudah-mudahan Allah merahmati Indonesia, Allah merahmati NU, Allah merahmati warga NU, Allah merahmati bangsa Indonesia,” katanya.

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

SD Shafiyyatul Amaliyyah Raih 2 Medali Perunggu di Malaysia Technology Expo 2026

DERAS.CO.ID – Siswa-siswi SD Shafiyyatul Amaliyyah kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih 2 …