Thursday , April 23 2026
Beranda / Featured / Polri Kembangkan CCTV Pelacak Wajah, Bisa Kenali DPO Teroris
deras.co.id

Polri Kembangkan CCTV Pelacak Wajah, Bisa Kenali DPO Teroris

DERAS.CO.ID – Jakarta – Polri tengah mengembangkan CCTV dengan teknologi face recognition atau pelacak wajah. CCTV ini terintegrasi di command center dan bisa mengenali wajah DPO teroris.

Wakaposko Presisi Polri Kombes Indarto mengatakan CCTV itu bisa melacak jika tingkat akurasi di atas 60 persen. Nantinya polisi segera menindaklanjuti temuan tersebut.

“Di samping itu ada face recognition, sehingga contoh di Bali kemarin kita masukan data para DPO teroris maka semua CCTV dapat menangkap wajah itu, ketika tingkat akurasi kecocokannya itu 60 persen ke atas maka ada tim surveilans yang akan menindaklanjutinya. Itu standar seperti itu,” kata Indarto di acara Diskusi Publik Restrukturisasi dan Reposisi Polri Menghadapi Tahun Politik dan Era 4.0 yang digelar YLBH Menggugat di Hotel Diradja Jakarta, Selasa (31/1).

Indarto mengatakan bahwa CCTV ini bakal diterapkan di seluruh Polda. Dia menyebut teknologi ini tentu membutuhkan biaya yang tidak murah.

“Dan itu akan dikembangkan ke seluruh Polda, tapi tentu saja tidak dalam waktu singkat karena ini biaya mahal, jadi kita prioritaskan ke Polda yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” katanya.

Selanjutnya, dia menyebut teknologi ini sudah diterapkan pada G20 Bali. Indarto mengatakan PBB sudah mengklaim CCTV tersebut sudah masuk standar internasional.

“Bahwa command center ini kemarin telah diuji pada saat pengamanan G20. Bahkan utusan dari PBB menyatakan bahwa standar command center ini dapat dijadikan standar dunia,” katanya.

“Semua CCTV di Bali sudah terkoneksi dalam satu pusat data, yaitu di command center. Bukan hanya terkoneksi secara gambar, tapi audio juga terkoneksi,” sambungnya.

Pamerkan Aplikasi

Polri juga berinovasi dengan membuat aplikasi ‘Super App Presisi’. Aplikasi itu disebut menyediakan fitur untuk perpanjangan SIM hingga membuat SKCK.

“Jadi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik kami, kami itu sekarang berusaha satu data Polri jadi seluruh layanan digital Polri itu sekarang telah disatukan dalam satu aplikasi, yaitu namanya Super Apps Presisi. Jadi maksud saya begini, kalau dulu saya mau perpanjang SIM harus download SIM online. Mau bayar Samsat download Samsat online, mau buat SKCK download SKCK online,” kata Kombes Indarto .

“Itu sekarang semua sudah disatukan di aplikasi Super App Presisi, itu sudah bisa di-download, baik yang Apple maupun Android,” tambahnya.

Indarto mengatakan aplikasi ini membuat masyarakat seolah mempunyai kantor polisi di genggaman. Dia menyebut aplikasi ini masih jarang diketahui masyarakat.

“Jadi kalau bisa itu download itu manfaatnya besar. Semacam kita punya kantor polisi di genggaman. Ini sekalian promosi, karena tingkat kedikenalannya masih rendah, aneh. Survei kemarin itu yang menggunakan SIM online jauh lebih tinggi dari Super App,” katanya.

Dia mengatakan masyarakat bisa mengetahui wilayah yang pernah terjadi curanmor lewat aplikasi tersebut. Menurutnya, hal itu bisa membuat masyarakat lebih waspada untuk mencegah pencurian.

“Kalau Bapak-Ibu punya Super aAps bahkan di situ ada yang namanya kantor polisi terdekat di mana berada. Bahkan ada informasi kejahatan, jadi kalau Bapak-Ibu masuk di daerah lain yang Bapak nggak tahu soal itu, tinggal klik itu ketahuan misalnya 300 meter dari Anda pernah ada curanmor,” katanya.

“Yang masuk ke data itu adalah kejadian di titik tersebut yang terjadi lebih dari dua kali dalam sebulan. Jadi bisa diantisipasi. Lalu ada emergency call, jadi cukup klik itu nanti langsung terhubung dengan kantor polisi terdekat,” tambahnya.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Jadwal Seleksi KI Sumut 2026–2030 Disesuaikan, Tahapan Berubah Tanpa Ubah Substansi

DERAS.CO.ID – MEDAN – Jadwal tahapan seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara …