Saturday , September 12 2026
Beranda / Featured / Rapat Pleno Penghitungan Suara Pilkada 2024 di Kantor KPU Labura Lancar, Saksi Eddy-Hasan Tidak Ikut Tandatangani Hasilnya
deras.co.id

Rapat Pleno Penghitungan Suara Pilkada 2024 di Kantor KPU Labura Lancar, Saksi Eddy-Hasan Tidak Ikut Tandatangani Hasilnya

DERAS.CO.ID – Aekkanopan – Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Serentak tahun 2024 di Aula Kantor KPU Labura di Desa Perkebunan Kanopan Ulu, Kecamatan Kualuh Hulu, berjalan lancar, 3-4 Desember 2024.

Sebelum rapat ditutup oleh Ketua KPU Labura, Adi Susanto, Rabu (4/12/2024), Komisioner KPU Labura, Divisi Teknis Penyelenggaraan, James Ambarita, membacakan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Labura untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara serta Bupati dan Wakil Bupati Labura.

Hasilnya, untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, dimenangkan pasangan calon nomor urut 1, Bobby NasutionH Surya, dengan perolehan 141.592 suara.

Sementara pasangan calon nomor urut 2, Eddy RahmayadiHasan Basri Sagala, memperoleh 33.968 suara.

Untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labura, dimenangkan pasangan calon nomor urut 2, Hendri Yanto SitorusH Samsul Tanjung, dengan perolehan 155.800 suara.

Pasangan didukung Partai Golkar, Hanura, PKB, PAN dan lainnya itu mengalahkan kolom kosong dan kolom kosongnya mendapat 21.148 suara.

Setelah James membacakan hasil perhitungan suaranya, saksi dari pasangan Bobby Nasution-H Surya serta pasangan Hendri Yanto SitorusH Samsul Tanjung menerima hasil penghitungan suara dan menandatangani dokumen hasilnya.

Sementara saksi dari pasangan Eddy -Hasan, J Purba, yang hadir saat rapat tersebut, tidak bersedia menandatangani dokumen rekapitulasi hasil penghitungannya.

J Purba saat itu membuat catatan kejadian khusus atau keberatan yang isinya, menolak hasil rekapitulasi tingkat kabupaten karena menurutnya proses Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut tidak demokratis.

Di catatannya itu, juga disebutkan,Pilkada-nya tidak demokratis karena adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu, termasuk keterlibatan partai coklat.

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

S&P Global Ratings Beri INALUM Peringkat ‘BBB-‘, Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional rating ‘BBB-’ dengan Outlook …