DERAS.CO.ID – Samosir – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, saat ini membutuhkan alat berat jenis Backhoe Loder dan Excavator untuk mendukung operasional penanganan cepat pembersihan material bila terjadi bencana tanah longsor.
“Cuaca di Samosir saat ini sudah tergolong ekstrim dengan curah hujan diatas rata-rata. Bahkan prediksinya, kondisi ekstrim ini akan terjadi hingga April 2023 mendatang. Jadi kita membutuhkan alat berat sejenis Loder maupun Excavator untuk siaga penanganan bencana alam terutama akibat tanah longsor, mengeruk dan mengangkat material batu maupun tanah menimbun jalan atau lokasi longsor,” kata Kepala BPBD Samosir, Sarimpol Manihuruk kepada harianSIB.com, Kamis (3/11/2022), di ruang kerjanya.
Alat yang mereka butuhkan tersebut, kata dia sangat penting dalam penanganan bencana alam yang terjadi di daerah itu terutama saat musim penghujan sekarang.
“Selama ini kita selalu terkendala dengan ketiadaan alat berat ketika bencana longsor, harus menunggu bantuan alat berat dulu dari dinas PU baru bisa bekerja. Sementara, evakuasi harus cepat dilakukan. Karena, jika tidak akses jalan akan terhambat,” sebut Sarimpol menambahkan.
Banyaknya titik longsor yang terjadi di daerah itu menimbun badan jalan milik kabupaten, provinsi maupun negara, proses penanganannya memakan waktu lebih lama. Pihaknya disebut harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait, dengan mengandalkan alat berat milik dinas pekerjaan umum (PU) setempat, itupun jika peralatannya sedang tidak dipakai.
“Jika memang lagi dipakai, selama ini kita tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa menunggu sambil mengerjakan dengan alat seadanya dan memanggil bantuan masyarakat setempat,” terang Sarimpol.
Sementara, usulan pengadaan alat berat itu sendiri kata Sarimpol sudah diusulkan pihaknya ke Pemkab Samosir dalam penyusunan APBD 2022, namum belum mendapat persetujuan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah itu.
“Kisaran harga 1 unit alat berat jenis Loder itu sekitar Rp 1,5 miliar, ini sudah kita usulkan. Namun belum disetujui. Kita berharap, ada bantuan yang bisa kita pergunakan nantinya untuk penanganan bencana alam, menunggu adanya alat berat dimiliki BPBD sendiri,” harap Sarimpol.
Adapun sejumlah lokasi rawan longsor berdasarkan hasil pemetaan BPBD Samosir di wilayah 9 kecamatan Samosir tambah dia, yakni berada di areal ringroad Samosir di Kecamatan Simanindo-Onanrunggu, jalur Tele, Kecamatam Harian, Kecamatan Sitio-tio. Dan untuk rawan longsor berskala kecil terletak di Kecamatan Pangururan dan Kecamatan Ronggurnihuta tepatnya di persimpangan Tanjungan.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!