Jakarta, Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Osama Muhammad Abdullah al-Shuhaibi angkat bicara terkait berbagai pemberitaan seputar Habib Rizieq Shihab (HRS). Osama mengatakan, pemerintah Saudi dan Indonesia masih menjamin kehidupan Rizieq selama di Saudi. Bahkan, Habib Rizieq turut mendapat perhatian dari pemerintah Saudi dan Indonesia. “Jika Rizieq memiliki masalah, …
Selengkapnya »Kuasa Hukum: Ada yang Menginginkan Habib Tidak Nyaman Di Arab Saudi
Lima hari setelah Imam Besar FPI Rizieq Shihab diperiksa polisi di Mekah, Arab Saudi, tudingan soal adanya operasi intelijen terus digaungkan. Pengacara Rizieq menyatakan, mereka menganalisis aksi intelijen yang menempelkan sejenis bendera dan disebut belakangan adalah poster berlogo tauhid di dinding belakang kediaman Rizieq. Pentolan ormas FPI itu merasa “dikerjai”. Kuasa …
Selengkapnya »Kabar Habib Rizieq Diperiksa Polisi Arab Saudi, Ini Jawaban Tegas Ust. Haikal Hassan
Jakarta, Dai kondang dan sosok yang dikenal sebagai orang dekat Habib Rizieq, Ustadz Haikal Hassan, membantah dengan keras adanya berita soal penangkapan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) di Arab Saudi. Menurutnya, meluasnya berita tersebut merupakan fitnah keji yang dilakukan oleh pihak yang tak tertanggung jawab. ”Demi Allah. Bila sumpah …
Selengkapnya »Benarkah Habib Rizieq Diperiksa Polisi Arab Saudi? BIN: Tidak Benar Ada Operasi Intelijen
Badan Intelijen Negara (BIN) membantah operasi intelijen sebagai penyebab Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang sempat diperiksa kepolisian Arab Saudi. Pemeriksaan ini terkait pemasangan bendera hitam mengarah gerakan ekstrimis di kediaman Rizieq. Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto megatakan pihaknya tak terkait dengan insiden pemasangan bendera di Mekah …
Selengkapnya »Pembakar Bendera Tauhid Dihukum 10 Hari, Mantan Ketua KPK: Ini Menghina Agama dan Pancasila
Jakarta, Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Busyro Muqaddas, menyayangkan putusan hakim Pengadilan Negeri Garut atas terdakwa kasus pembakaran bendera tauhid pada Senin (5/11) kemarin. Hakim hanya memutuskan kurungan penjara selama 10 hari dan denda Rp 2.000. “Itu tidak (tepat), tidak peka,” ujarnya melalui pesan singkat …
Selengkapnya »Aksi Bela Tauhid Jilid II, Ini Tuntutan Ribuan Massa Terhadap Oknum Banser
Ribuan orang dari sejumlah elemen masyarakat akan turun ke jalan untuk menggelar aksi bela tauhid, Jumat hari ini, 2 November 2018. Tujuan aksi ini agar pelaku pembakaran bendera berlafaz tauhid diproses secara adil. Koordinator Bela Islam, Novel Hasan Bamukmin mengatakan pihaknya lewat aksi bela tauhid jilid II ingin menyuarakan agar …
Selengkapnya »Polisi Tetapkan 2 Orang Pembakar Bendera Tauhid Di Garut Jadi Tersangka
Jakarta, Polisi menetapkan dua tersangka terkait pembakaran bendera tauhid pada Senin (22/10) lalu. Dua orang tersebut, yakni berinisial M dan F, diduga yang melakukan pembakaran. “Iya sudah jadi tersangka,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana saat dihubungi Republika.co.id pada Senin (29/10). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal …
Selengkapnya »Aksi Bela Tauhid, Ribuan Massa Kumpul Di Monas Menuju Kantor Menko Polhukam
Ribuan orang akan mengikuti Aksi Bela Tauhid yang digelar di Jakarta hari ini, Jumat, 26 Oktober 2018. Aksi yang akan digelar selepas Salat Jumat, atau sekira pukul 13.00 WIB akan terpusat di sekitaran kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebelumnya, organisasi yang menamakan diri Laskar Pembela Islam (LPI) se-Jabodetabek, mengatakan akan menggelar …
Selengkapnya »Begini Komentar Telak Ustadz Adi Hidayat Terkait Pembakaran Bendera Tauhid
Ustadz Adi Hidayat angkat bicara terkait insiden pembakaran bendera bertuliskan ‘Lailahaillallah Muhammadar Rasulullah’ di Kabupaten Garut saat peringatan Hari Santri Nasional oleh oknum tiga anggota Banser. Hal tersebut diungkapkan Adi seusai pelepasan tujuh pemuda asal Jawa Barat ke Turki dalam program kader ulama di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu, 24 …
Selengkapnya »Ketum PBNU: Pendapat Ulama Makruh Tulis Kalimat Toyyibah Di Bendera, Lainnya Haram
Jakarta, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menjelaskan dasar hukum menulis Alquran dan kalimat toyyibah di berbagai media selain kitab suci. Beberapa ulama beranggapan menulis kalimat toyyibah selain di kitab suci hukumnya makruh, tetapi yang lainnya memandang haram. “Mayoritas ulama dengan empat madzhab itu berpendapat menulis Alquran kalimat toyyibah di bendera, tembok, pakaian, atap rumah itu makruh, …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!