Jakarta, Analis politik UIN Jakarta Adi Prayitno menganggap, aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Gedung DPR sangat ideologis dan emosional. Isu RUU HIP ini memicu menguatnya kembali kelompok aktivis Islam. “Mereka menganggap RUU ini membuka peluang bangkitnya komunisme di Indonesia karena tak mencantumkan TAP MPRS …
Selengkapnya »Tolak RUU HIP, Ormas Islam Khawatir Indonesia Akan Jadi Negara yang Tak Butuh Tuhan
Penolakan terhadap rancangan undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dari kelompok Islam terus muncul, walau mayoritas fraksi di DPR mengklaim sudah menarik diri dari pembahasannya. Ormas yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, menentang RUU pada Rabu (24/06) adalah Front Pembela Islam. Protes ini dilakukan menyusul pendapat kontra …
Selengkapnya »Baca, Ternyata Ini Pasal-pasal RUU HIP yang Buat Ummat Meradang
Jakarta, Pemerintah akhirnya menyatakan untuk menunda membahas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila(RUU HIP) kendati DPR belum bersikap. Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menghentikan sementara pembahasan RUU telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik tersebut. Hal itu diutarakan melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko …
Selengkapnya »Demo Besar-Besaran, Hongkong Tetap Tidak Akan Cabut RUU Ekstradisi China
Hongkong, Kepala Eksekutif Hongkong Carrie Lam yang dikenal pro-Beijing menegaskan bahwa rancangan udang-undang (RUU) ekstradisi China tidak akan dicabut. RUU itu telah memicu demo besar-besaran hingga sekitar sejuta orang di wilayah pusat bisnis global tersebut sejak hari Minggu. Aturan yang merupakan amandemen undang-undang Hongkong tersebut memungkinkan tersangka kriminal yang diburu …
Selengkapnya »Ketua MUI Pusat: Agama dan Politik Saling Menguatkan
Jakarta, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Ma’ruf Amin menjelaskan tentang hubungan antara politik dan agama. Hal ini disampaikan menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa agama dan politik harus dipisahkan. Menurut Kiai Ma’ruf, agama dan politik mempunyai hubungan yang saling memengaruhi, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dan …
Selengkapnya »Gawat, Said Aqil: Jangan Campurkan Politik Dengan Agama, Allah Kok Diajak Kampanye!
Jakarta, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siradj mengomentari fenomena di masyarakat terkait pelarangan menyalati jenazah pendukung calon gubernur non-Muslim. Kiai Said mengingatkan bahayanya mencampuradukkan persoalan politik dengan agama. “Masalah politik jangan dicampuradukkan dengan agama. Allah jangan diajak kampanye, Tuhan kok diajak kampanye,” kata dia di …
Selengkapnya »Jangan Campur Agama Dengan Politik, Ini Beda Jokowi Dengan Karl Marx
Jakarta, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyatakan bahwa Politik dengan Agama harus dipisahkan. Hal tersebut dianggap sebuah kesalahan besar karena UUD 45 sebagai konstitusi negara tertuang bahwa negara berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa Rumah Amanah Rakyat Bela Tanah Air Ferdinand Hutahaean menilai bahwa pernyataan Jokowi tersebut merepresentasikan idiologi komunis …
Selengkapnya »Yusril: Waspadalah Terhadap Penyebaran Simbol Komunisme Dan PKI
Gambar dan simbol Palu Arit yang melambangkan Komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) kini bermunculan di mana-mana. Pemunculan simbol Komunis itu nampak seperti sengaja, sistematis dan makin hari makin meluas. Simbol itu baru-baru ini tiba-tiba muncul di Madura, dekat pondok pesantren yang besar dan berpengaruh, Pesantren Banyu Anyar dan Darut Tauhid. …
Selengkapnya »Serbuan TKA Cina Dan Ancaman Komunis, Ini Kata Panglima TNI
Jakarta, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo angkat bicara soal isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina serta kabar kembali munculnya PKI di masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam diskusi akhir tahun yang diselenggarakan Forum Komunikasi Alumni IMM di PP Muhammadiyah, Rabu (28/12). Panglima TNI mengingatkan berbagai ancaman keamanan dari …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!