Deras.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi akan segera mengakhiri masa jabatannya usai Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin lengser 20 Oktober 2024. Retno tak lagi melanjutkan posisi sebagai Menlu di kepemimpinan Prabowo-Gibran. “Karena setelah (tanggal) 20 Presiden baru dilantik, diumumkan (kabinet) enggak tahu kabinet dilantiknya kapan,” kata …
Selengkapnya »Peraturan Menlu, RI Larang Kibarkan Bendera Israel
Deras.co.id – Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menegaskan RI tidak akan menormalisasi hubungan dengan negara zionis Israel tersebut. Ini secara resmi menunjukan bahwa Indonesia tidak mengakui adanya negara Israel. Tak heran jika muncul peraturan yang melarang mengibarkan bendera …
Selengkapnya »Mantan Menlu AS Colin Powell Meninggal Dunia Karena Covid-19, Kejahatannya Luar Biasa di Perang Irak
DERAS.CO.ID – Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat Colin Powell meninggal dunia di usia 84 tahun akibat komplikasi Covid-19 pada Senin (18/10/2021). Powell menjabat sebagai menlu AS era presiden George W. Bush pada 2001-2005 lalu. “Kami telah kehilangan seseorang yang luar biasa dan suami, ayah, kakek dan salah satu orang …
Selengkapnya »Resmi, Mulai 1 Januari 2021 Seluruh WNA Dilarang Masuk RI
Pemerintah Indonesia mengumumkan penutupan pintu masuk sementara bagi seluruh warga negara asing (WNA) termasuk wisatawan mancanegara dari semua negara per 1 Januari 2021. Kebijakan ini diambil terkait dengan munculnya varian baru virus penyebab COVID-19, yang disebut menular lebih cepat. “Menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya WNA …
Selengkapnya »Kerajaan Saudi Larang Umrah, Nasib Jama’ah Tak Jelas Rimbanya
Setelah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan umrah, nasib jama’ah dipertaruhkan. Pada hari larangan resmi dipublikasikn saja, ribuan jama’ah umrah dari berbagai daerah di Indonesia pun akhirnya tertahan di Bandara Soekarno-Hatta. jama’ah pun terlunta-lunta lantaran masih menunggu keputusan travel. Pihak travel juga masih melakukan koordinasi apakah jama’ah akan dipulangkan atau tidak. Berita mengenai nasib …
Selengkapnya »Presiden Tegaskan Teritorial RI Tidak Dimasuki Kapal Cina
Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tak ada kapal asing yang memasuki wilayah Indonesia. Pernyataan itu terkait insiden pelanggaran yang dilakukan oleh kapal China terhadap wilayah ZEE Indonesia di Laut Natuna. “Tapi, kita juga harus tahu apakah kapal negara asing ini masuk (laut) teritorial kita atau tidak. Nggak ada yang …
Selengkapnya »Jokowi Menang, Kapitra Sesumbar Jemput Habib Rizieq Sebelum Lebaran
Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera menyatakan, akan menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi untuk pulang ke Indonesia. Dia mengatakan, rencanan ini merupakan hasil dari kesepakan dengan partainya dan kelompok Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Saya juga lebih dulu membangun …
Selengkapnya »KJRI Jeddah Bantah Tuduhan HRS Untuk Menangkan Jokowi
Jakarta, KJRI Jeddah membantah pernyataan imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab, yang menyebut Menlu Retno LP Marsudi mengimbau staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi agar memenangkan capres Joko Widodo. Hal itu dinyatakan tidak benar. “Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI …
Selengkapnya »Tanpa Notifikasi TKI Akan Dieksekusi, Indonesia Protes Arab Saudi
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pengurus Pusat Muhammadiyah prihatin dengan tindakan Pemerintah Arab Saudi yang mengeksekusi mati Tuty Tursilawati. Eksekusi dilakukan tanpa adanya notifikasi ke pemerintah Indonesia. “Soal hukuman mati itu dan kami memang pertama-tama prihatian, menyesalkan dengan hukuman mati, eksekusi tanpa pemberitahuan dan tentu Indonesia sudah beberapa kali mengalami …
Selengkapnya »Rohingya Yang Terabaikan
Pemerintah Myanmar seperti tak henti-hentinya “mengganggu” kehidupan kelompok etnis Rohingya. Penindasan seperti menjadi lumrah dilakukan oleh militer negara itu dengan dalih stabilitas. Yang menyedihkan lagi, Rohingya tak diakui sebagai warga negara Myanmar. Sehingga, mereka kesulitan memperoleh hak dan akses seperti kesehatan, pendidikan dan tempat tinggal yang layak. Tak pelak, ratusan …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!