Jakarta, Dalam paparannya mengenai dugaan kecurangan Pilpres 2019 yang terstruktur, sistematis dan masif, tim Prabowo juga menyinggung mengenai kebebasan pers di MK. Secara spesifik mereka mengulas mengenai hilangnya Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One. “Salah satu media yang mencoba untuk netral seperti TV One kemudian mengalami tekanan dan akhirnya harus …
Selengkapnya »Yusril Sebut Permohonan Kuasa Hukum 02 Rancu dan Asumstif
Jakarta, Kuasa Hukum pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, permohonan kubu 02 terkait sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) akan mudah dipatahkan. Dasarnya permohonan kubu 02 yang dibacakan di sidang MK masih berupa asumsi-asumsi. “Kalau misalnya dikemukakan terjadinya pelanggaran TSM (terstruktur, sistematis, masif). Jika terjadi pelanggaran, pelanggaran itu …
Selengkapnya »15 Petitum Tim Hukum 02 Dihadapan Hakim MK
Jakarta, Tim hukum pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyampaikan permohonan dalam gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Tim hukum Prabowo meminta agar Jokowi-Ma’ruf Amin didiskualifikasi. “Berdasarkan alasan-alasan hukum yang telah diuraikan di atas dengan dikuatkan bukti-bukti terlampir, dengan ini perkenankan pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi agar berkenan memberikan …
Selengkapnya »Debat Seru Yusril Vs Nasrullah: Tim Hukum 01 Ketar-Ketir
Sidang perdana terkait Perselilihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 akan digelar Jumat hari ini, 14 Juni 2019. Jelang sidang dengan agenda pendahuluan itu, kubu pemohon yakni tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menantang pihak lawan agar bersaing dengan pembuktian di persidangan. “Bang Yusril, mohon bercanda sedikit ya. Ini kelihatannya rekan-rekan dari …
Selengkapnya »Suara 02 ‘Nol’ Di Lebih Dari 5000 TPS, Tim Hukum Ungkap Ada Ribuan TPS Siluman
Jakarta, Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ia beralasan Pemilu 2019 penuh kecurangan. “Ada sekitar 5.268 TPS, di mana suara pemohon atau suara pasangan capres/cawapres 02 yang hanya berjumlah 0,” demikian bunyi …
Selengkapnya »Soal Jabatan Sang Kyai, KPU: Anak Perusahaan BUMN Beda dengan BUMN
Jakarta, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari, menilai status badan hukum Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah bukanlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keduanya hanyalah anak perusahaan BUMN. “Anak perusahaan itu berbeda dengan BUMN, karena status badan hukum dan kedudukan keuangannya anak perusahaan BUMN terpisah dari keuangan BUMN,” …
Selengkapnya »Bawalu Putus KPU Bersalah, Relawan 01 Tutup Sayembara Rp100M
Relawan pendukung calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin menutup sayembara dengan nilai Rp100 miliar bagi mereka yang bisa membuktikan terjadinya kecurangan pada proses Pemilu 2019. Menurut relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf ini, dalam sayembara ini, tidak ada yang berhasil memberi bukti bahwa Pemilu 2019 curang. “Satu bulan …
Selengkapnya »Bawaslu Putuskan KPU Terbukti Langgar Input Data Situng
Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu menggelar sidang putusan gugatan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi terkait penghentian Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng Komisi Pemilihan Umum, karena dianggap curang. Bawaslu menyatakan, KPU melanggar tata cara dan prosedur dalam penginputan data, namun tetap memerintahkan penggunaan Situng. “Menyatakan KPU terbukti secara sah melanggar …
Selengkapnya »Sandi: Saya, Pak Prabowo dan Rakyat Akan Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan
Surabaya, Usai Pemilu 2019 pada 17 April lalu, hubungan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sempat diisukan retak. Pasalnya, dalam beberapa deklarasi kemenangan, Sandi tak hadir. Di sela acara buka puasa bersama para relawan, Sandiaga pun menegaskan jika dirinya akan mendampingi Prabowo hingga titik darah penghabisan. “Saya akan terus mendampingi dan …
Selengkapnya »Satu Demi Satu Pendukung Prabowo Dipolisikan, Ada Apa?
Satu per satu, barisan tokoh relawan dan pendukung capres/cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno dilaporkan ke kepolisian. Mereka dituduh melakukan beragam dugaan tindak pidana. Mulai dari penggelepan, dan penipuan, serta pencucian uang, sampai disangka makar, pencemaran nama baik, juga penyebaran kabar bohong. Para pelapor, diketahui terafiliasi dengan para pendukung dan relawan …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!