Semarang – Tim KKN-T 98 Universitas Diponegoro melaksanakan salah satu program kerja sosial kemasyarakatan yang bertajuk “Garuda Hijau” di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Program ini menggabungkan dua fokus utama, yaitu penguatan nilai-nilai Kampung Pancasila serta penerapan pola hidup ramah lingkungan dan cara mengelola sampah melalui Bank Sampah.
Program ini menyasar ibu-ibu PKK Kelurahan Pudakpayung. Hal ini dikarenakan seorang ibu memiliki peran sentral dalam keluarga dan masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan rumah tangga, pendidikan anak, dan kebersihan lingkungan.
Kegiatan program Garuda Hijau ini dimulai dengan edukasi mengenai Kampung Pancasila. Melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi bersama ibu-ibu PKK, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai bagaimana nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada sesi ini, dijelaskan bahwa sila-sila yang berada di Pancasila bukanlah sekedar konsep patriotik belaka, melainkan juga sebagai praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga disertai dengan ice breaking berupa permainan interaktif bertema Pancasila dengan berbagai hadiah menarik yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga penyampaian pesan menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh peserta.
Selanjutnya, tim memberikan edukasi mengenai Bank Sampah Garuda Hijau sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan. Edukasi ini berfokus pada pentingnya memanfaatkan sampah yang ada dengan cara mengurangi dan mengolah sampah. Serta bagaimana sampah yang terkumpul dapat memiliki nilai ekonomi. Melalui mekanisme bank sampah, warga dapat menukarkan sampah yang sudah dipilah dengan tabungan atau manfaat lain, seperti pembayaran iuran BPJS.
Selesai pemberian edukasi, mahasiswa KKN-T 98 Undip mengajak ibu-ibu PKK untuk bermain game berhadiah dengan tema Pancasila dan juga kemerdekaan mengingat edukasi dilakukan mendekati Hari Kemerdekaan Indonesia. Hal ini disambut baik oleh ibu-ibu PKK yang dengan antusias memeriahkan permainan. Selain itu, tim KKN juga mengajak warga untuk memanfaatkan sampah anorganik, seperti botol bekas mineral, sebagai media tanam dalam sistem aquaponik sederhana. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan menanam bibit tanaman bersama warga, sehingga peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai pemanfaatan sampah. (Putri Anjani)
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!