
European Space Agency (ESA) mengabarkan wahana pendarat komet, Philae, telah “terbangun” dan menghubungi bumi setelah tujuh bulan mengalami hibernasi.
Philae adalah wahana pertama yang berhasil mendarat di permukaan komet. Wahana tersebut turun ke permukaan komet 67 P setelah melepaskan diri dari wahana induknya, Rosetta, pada November 2014 lalu.
Philae langsung “mati suri” setelah mendarat di komet karena lingkungan yang sangat ekstrim dan tidak mendapat cukup cahay matahari.
Menurut salah satu ilmuwan Jonathan Amos, kemudian komet bergerak mendekat ke matahari dan Philae memiliki daya yang cukup untuk bekerja lagi.
“Halo Bumi! Anda dapat mendengar saya?” demikian sapaan pesan dari Philae yang diposting blog Esa.
Philae menghubungi bumi, melalui Rosetta, selama 85 detik dalam kontak pertama sejak hibernasinya di bulan November tahun lalu.
“Philae melakukannya dengan sangat baik. Ia memiliki suhu operasi -35ºC dan memiliki 24 watt yang tersedia,” kata Manajer Proyek Philae, Stephan Ulamec.
Para ilmuwan mengatakan mereka sekarang sedang menunggu kontak berikutnya. Philae dirancang untuk menganalisis es dan batu pada komet.
Sebelum kehilangan daya, Philae mengirim gambar sekitarnya yang menunjukkan ia berada di tempat jenis selokan dengan dinding tinggi yang menghalangi sinar matahari dari panel surya. Lokasi tepatnya di komet masih menjadi misteri hingga kini
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!