Thursday , April 16 2026
Beranda / Featured / Wali Kota Bobby Nasution Nyatakan Tanggung Jawab Jika Ada ASN Tidak Netral
deras.co.id

Wali Kota Bobby Nasution Nyatakan Tanggung Jawab Jika Ada ASN Tidak Netral

DERAS.CO.ID – Medan – Inspektorat memeriksa Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Medan, Andy Yudhistira (AY) yang diduga mengajak kepala sekolah untuk memilih paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran di Pilpres 2024.

Hal itu terjadi setelah viral video dirinya yang juga Sekretaris PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kota Medan itu di media sosial.

“Jadi di internal sudah dilakukan pemeriksaan. Malah di Pemko Medan melalui inspektorat semalam jam 4 sore dan hari ini di Bawaslu sudah diproses,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Benny Sinomba kepada wartawan di Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/1).

Benny menjelaskan, percakapan dalam video itu berlangsung di Kantor PGRI Medan yang dihadiri sebagian besar anggota PGRI. Namun dia membantah percakapan dalam video itu khusus membahas masalah Pilpres.

“Jadi saat itu ada rapat persiapan untuk rekrutmen CPNS kita 2024 cuma ada dialog dialog kecil yang berkaitan dengan kondisi itu. Itu yang dibuat potongan-potongan. Artinya itu tidak seperti yang dibayangkan kawan kawan bahwa khusus menceritakan tentang Pilpres,” sebutnya.

Video yang beredar, tambahnya , hanya potongan potongan kecil. Sebab saat itu, klaim Benny, yang dibahas merupakan persiapan rekrutmen CPNS 2024.

“Video itu sebenarnya terpotong. Karena saya sudah bertanya dengan beliau, beliau menyatakan itu hanya potongan kecil dan tidak semuanya itu masuk malah kegiatan besarnya untuk perekrutan CPNS tidak masuk,” katanya.

Dari pengakuan Andy Yudhistira, lanjut Benny, tidak ada spesifik membahas masalah Pilpres. Benny juga membantah ada pihak yang menyuruh Andy Yudhistira mengarahkan para guru untuk memilih pasangan Prabowo-Gibran.

“Lokasinya di Sekretariat PGRI Medan. Itu yang ngomong benar Sekretaris PGRI dan pesertanya sebagian besar anggota PGRI. Detailnya saya belum dapat. Karena itu bukan khusus itu. Hanya acara rekrutmen. Cuma dalam dialog mungkin ada yang bicara seperti itu,” urainya.

Benny yang juga paman dari Wali Kota Medan Bobby Nasution itu mengibaratkan pembicaraan Pilpres itu seperti di warung warung kopi. Artinya, pembahasan memilih Prabowo – Gibran tidak disengaja.

“Tapi yang pasti yang bersangkutan mengatakan dia tidak spesifik untuk membahas kegiatan yang disangkakan. Oh pasti tidak disuruh. Kita misalnya di warung kopi kan bisa saja, jadi tak terpola lah, hanya macam obrolan obrolan seperti kita di warkop. Inikan karena tidak sengaja,” sebutnya.

Untuk sanksi yang akan dijatuhkan kepada Andy Yudhistira, menurut Benny tergantung hasil pemeriksaan inspektorat.

“Saya kan hanya kepala dinas, mungkin dari sisi pemeriksaan kita punya pimpinan pak wali. Pak wali lah pimpinan yang akan menganalisa jabatan beliau,” terangnya.

TELUSURI

Sementara itu, wartawan SIB melaporkan, Bawaslu Sumut telah menerima laporan dari warga terkait dengan viral dugaan Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Medan AY mengarahkan dukungan ke capres-cawapres Prabowo-Gibran.

Komisioner Bawaslu Saut Boang Manalu menyampaikan, pihaknya sedang menelusuri sejumlah orang yang berada di dalam video tersebut yang diduga mengarahkan dukungan ke capres-cawapres 02.

“Sejauh ini, penanganannya teman-teman Bawaslu Medan masih melakukan proses klarifikasi sampai nanti ini benar-benar bisa terpenuhi secara formil dan materilnya,” ucapnya di Kantor Bawaslu Sumut Jalan Adam Malik Medan, Rabu (17/1)

Saut mengatakan, Bawaslu tak mau terburu-buru berasumsi terkait video tersebut.

“Ada beberapa orang yang ada di dalam video itu yang coba teman-teman Medan kejar, nanti kita lihat hasilnya seperti apa kita sampaikan,” sambungnya.

Bawaslu juga sedang memproses terkait pelanggaran pasal video viral itu.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Batubara M Amin Lubis menyinggung kasus kades yang dilaporkan ke pihaknya terkait dugaan pengarahan ke capres 03.

Terkait hal itu, pihaknya telah memanggil kepala desa tersebut,saksi saksi dan si pelapor.

“Kita masih dalam proses pengkajian,”katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (17/1).

Tanggung Jawab

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan bertanggung jawab atas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan jika ada yang bersikap tidak netral menjelang Pilpres 2024.

Hal ini terkait beredarnya video Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Medan Andy Yudhistira mengajak kepala sekolah memilih pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Lagi dipanggil inspektorat, sudah dipanggil Bawaslu juga. Begitu ada video tersebut saya perintahkan untuk ditindaklanjuti. Sudah dipanggil hari ini,” kata Bobby Nasution di Medan, Rabu (17/1).

Bobby mengakui sudah sering menyampaikan kepada seluruh ASN di Pemko Medan agar menjaga netralitas pada Pilpres 2024.

“Saya sampaikan ke ASN untuk paslon agar netral. Selebihnya saya sampaikan juga bagaimana ASN kita dalam pilpres, pileg ini harus netral, selebihnya ini tanggung jawab kami, tanggung jawab saya sebagai wali kota,” ujarnya.

Bobby menyatakan ikut bertanggung jawab jika masih ada ASN yang bersikap tidak netral.”Saya sampaikan kalau kami dari Pemko Medan sepakat untuk ke paslon netral, ASN netral dan saya sampaikan kalau ada hal-hal seperti itu maka ini tanggung jawab pimpinannya, dalam hal ini juga saya bertanggung jawab,” sebutnya.

Menurut Bobby, Inspektorat tengah bekerja memeriksa Andy Yudhistira terkait video viral tersebut. Jika terbukti bersalah tentu ada sanksi yang akan diberikan.

“Kalau sanksi dari internal kami pasti nanti hasil pemeriksaan inspektorat. Selama ini juga seluruh ASN teman-teman bisa lihat kalau ada yang melanggar saya enggak pernah mengambil tindakan yang semena-mena. Tapi hasil dari pemeriksaan inspektorat. Kecuali korupsi, kalau terbukti itu bisa kita ambil tindakan langsung. Untuk hal seperti ini harus didalami pemeriksaannya,” kata Bobby.

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

DERAS.CO.ID – MEDAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Gubernur …