Wednesday , June 26 2019
Beranda / Berita / Liburan Di Stasiun Luar Angkasa NASA, Segini Budget yang Harus Anda Siapkan
deras.co.id
Supermoon diabadikan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)(Foto:Gloria Samantha)

Liburan Di Stasiun Luar Angkasa NASA, Segini Budget yang Harus Anda Siapkan

Seorang fotografer senior badan luar angkasa Amerika Serikat (NASA), Bill Ingalls memotret stasiun luar angkasa internasional (ISS/International Space Station) dengan latar belakang Bulan dalam kondisi purnama.

Karena saking besarnya ukuran Bulan dibandingkan dengan stasiun luar angkasa tersebut, maka ISS hanya nampak sebagai sebuah titik, atau lebih menyerupai huruf Z kecil.

Momen foto ISS berlatar purnama ini merupakan kesempatan langka yang mensyaratkan kondisi langit bersih serta timing yang cepat dan akurat.

ISS sangat sulit untuk ditemukan dengan mata telanjang. Begitu menemukannya, sedetik kemudian ISS akan menghilang dari pandangan, karena saking cepatnya obyek itu bergerak melintasi angkasa dengan kecepatan 8 km per detik atau lebih dari 27.000 km per jam.

Karena itu, Ingalls pun harus melakukan perencanaan matang untuk memprediksi jalur lintasan ISS di tengah purnama. Waktu eksekusi untuk mengabadikan stasiun luar angkasa tersebut hanya sepersekian detik.

Baru-baru ini, Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) sudah mengumumkan rencana membuka Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bagi turis 2020 mendatang. Misi komersial itu bakal berlangsung selama 30 hari dengan calon peserta bakal melakukan aktivitas “komersial dan pemasaran yang sudah disetujui” selama berada di orbit.

deras.co.id
Sheikh Muszaphar Shukor ketika berada di ISS 12 Oktober 2007.(Foto:NASA on The Commons/Flickr via Kompas.com)

Diwartakan Sky News Jumat (7/6/2019), estimasi biaya untuk berangkat pulang dan pergi seharga Rp 58 juta dollar AS, atau sekitar Rp 826,9 miliar. Adapun biaya akomodasi per malam dipatok 35.000 dollar AS, atau Rp 499 juta.

Jika terdapat cukup permintaan, NASA menyatakan bakal ada dua perjalanan komersial selama setahun. Calon astronot bakal diberangkatkan ke markas NASA di mana mereka diharuskan untuk memenuhi standar kesehatan ketat yang diterapkan oleh badan antariksa itu.

NASA menjelaskan, tawaran penerbangan komersial ke luar angkasa itu merupakan upaya untuk dapat mandiri memenuhi kebutuhan finansial laboratorium penelitian luar angkasa itu.

Astronot Christina Koch yang berbicara daru ISS menyatakan tawaran itu adalah “pengalaman menyenangkan” yang mempunyai nilai unik penelitian, pengembangan, dan teknologi.

Stasiun luar angkasa internasional, ISS, bukan properti milik NASA. Stasiun luar angkasa itu dibangun bersama dengan Rusia mulai 1998 dan negara-negara lain berpartisipasi dalam misi dan pengiriman astronot.

Tetapi AS telah membayar dan mengendalikan sebagian besar modul yang membentuk stasiun luar angkasa itu dan saat ini berada di orbit rendah Bumi tersebut.

Meski NASA baru akan memulainya pada 2020 mendatang, wisata ke ISS pernah dilakukan pada 2001 silam. Ketika itu, seorang pengusaha AS Dennis Tito yang membayar sebesar 20 juta dollar (sekitar Rp 280 miliar) kepada Rusia untuk membawanya ke luar angkasa.

Sumber: nationalgeographic.grid.id

Baca Juga

deras.co.id

Kebakaran Pabrik Mancis, Penuhi Hak-hak Korban dan Realisasi Regulasi Pekerja Rumahan

Peristiwa kebakaran pabrik mancis yang terjadi pada sekira pukul 12.00 WIB siang, tanggal 21 Juni …