Gangguan jiwa memang memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda daripada gangguan medis fisik. Pasien biasanya memiliki gangguan di perasaan, perilaku dan pikirannya.
Inilah yang membuat kadang kesulitan bagi orang memahami gangguan jiwa apalagi jika mereka pikir bahwa gangguan jiwa hanya sesuatu yang berhubungan dengan ketidakmampuan orang menghadapi hidup. Padahal gangguan jiwa terjadi karena berbagai macam faktor.
Kita tahu bahwa tidak semua orang yang putus cinta akan mengalami masalah gangguan jiwa, tetapi bukan sedikit orang yang mengalami gangguan depresi bahkan menjadi gangguan psikotik karena putus cinta.
Perbedaan daya tahan tiap orang terhadap stres itu pula yang akan membedakan respon dari orang tersebut jika ada stresor. Penanganan dengan pendekatan psikologis dan spiritual memang bisa membantu penanganan kasus gangguan jiwa, tetapi ada beberapa hal yang juga memerlukan pengobatan dengan obat dari dokter jiwa. Ada baiknya lagi jika kedua terapi baik psikologis dan psikofarmaka (terapi dengan obat) bisa berjalan seiring.
Sumber : Kompas.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!