
JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang siswi SMA 68, Salemba, Jakarta Pusat, mengaku senang hasil Ujian Nasional tidak lagi menjadi salah satu penentu kelulusan.
Siswa bernama Raisa itu mengaku penentuan kelulusan berdasarkan hasil Ujian Nasional membuat siswa merasa stres. “UN jadi penentu kelulusan itu bikin stres,” ujar Raisa di Salemba, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2015).
Sebenarnya, kata Raisa, tidak ada bedanya jika UN dijadikan penentu kelulusan atau tidak. Pada praktiknya, siswa tetap saja harus mengikuti UN sebagai ujian negara. Meskipun demikian, sebagian beban hilang ketika UN tersebut tidak lagi dijadikan acuan satu-satunya. Raisa pun dapat belajar dengan lebih rileks.
Terlebih lagi, pihak yang paling mengetahui proses perkembangan belajar yang dialami oleh siswa adalah sekolah. Sehingga, Raisa percaya pihak sekolah dapat menentukan siapa yang layak lulus dan yang tidak.
Lain halnya dengan Rizka, dia mengaku tidak masalah dengan apapun komponen penentuan kelulusan nantinya. Rizka mengatakan hal yang paling penting adalah persiapan yang dilakukan oleh diri sendiri.
Apabila selama tiga tahun siswa sudah belajar dengan tekun, UN pun bukan sebuah masalah. “Jadi itu kan tergantung kitanya,” ujar Rizka.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMA 68, Anwar Farid, juga mengatakan tidak ada yang perlu ditakutkan dengan ujian nasional. Akan dijadikan penentu kelulusan atau tidak, UN harus tetap dihadapi dengan tenang dan penuh persiapan. “Ngapain harus takut sama UN kalau udah belajar tiga tahun?” ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengatakan, UN pada tahun ini juga tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. Sebaliknya UN digunakan sebagai alat pengembangan potensi siswa sehingga menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Kelulusan siswa, kata dia, sepenuhnya ditentukan oleh sekolah. Sekolah dapat menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah dan Ulangan Kelas. Bila siswa lulus, maka siswa akan menerima sertifikat tamat belajar.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri sudah menetapkan tanggal penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2015. Seperti tahun-tahun sebelumnya, UN untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak dilakukan serentak.
Anies Baswedan mengatakan, UN SMA akan dilaksanakan pada 13-15 April 2015. Sedangkan UN SMP akan dilaksanakan pada 4-6 Mei 2015.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/26/13460191/.UN.Jadi.Penentu.Kelulusan.Itu.Bikin.Stres.?utm_source=news&utm_medium=bp&utm_campaign=related&
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!