Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Dia adalah pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.
“Setelah menetapkan dua tersangka (Irman dan Sugiharto) dan mengajukannya ke persidangan, KPK menemukan bukti permulan cukup untuk menetapkan satu orang tersangka yakni AA,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam keterangan pers di kantornya, Kamis (23/3).
Alex mengatakan, Andi bersama-sama dua mantan pejabat Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman dan Sugiharto, diduga melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses penganggaran dan pengadaan e-KTP. Yaitu, dengan memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi sehingga merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun.
Menurut Alex, Andi diduga memiliki peran besar dalam proses proyek e-KTP, di antaranya ihwal perencanaan anggaran. Selain itu, Andi juga menggelar pertemuan dengan terdakwa dan sejumlah pejabat Kemendagri lainnya terkait pembahasan anggaran e-KTP.
“Dia berhubungan dengan terdakwa (Irman dan Sugiharto) dan mengkoordinasi tender (e-KTP),” ujar Alex.
Atas perbuatannya Andi disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.
Dalam persidangan minggu lalu, Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap mengakui bahwa Andi Narogong merupakan orang dekat Ketua DPR RI Setya Novanto. Hal itu terungkap melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chairuman yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.
Baca juga : Eks-Wakil Ketua Komisi II Bantah Terima ‘Fulus’ Mega Proyek E-KTP
“Di BAP saudara menerangkan kenal dengan Andi Agustinus. Sepanjang yang saya ketahui Andi sering pungut proyek DPR. Betul?” Tanya Jaksa Basir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3).
Awalnya, politikus Golkar itu berkilah. Chairuman hanya mengatakan Andi Narogong sering ada di DPR. “Saya enggak tahu proyek itu yang mana. Bahwa dia sering di situ, saya dengar-dengar. Saya enggak tahu apa aja proyek dia,” jawab Chairuman.
Jaksa Basir kemudian melanjutkan isi BAP Chairuman. “Dan memiliki kedekatan dengan Setya Novanto?“
“Enggak ada,” jawab Chairuman masih membantah. Tampak geram, Jaksa Basir lansung menegur Chairuman.
“Kok enggak ada? Itu keterangan saudara waktu penyidikan. Gimana katakan enggak ada?” Tegas Jaksa Basir.
Akhirnya, dengan nada suara parau, dia mengakuinya. “Iya. Itulah sejauh mana kedekatannya enggak tahu juga. Karena proyek-proyek,” ujar Chairuman.
Sumber : jawapos.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!