Friday , May 8 2026
Beranda / Ekonomi / Pemerintah Melalui Perum Bulog Memastikan Pasokan Beras Aman Hingga Juni 2024
Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur,.

Pemerintah Melalui Perum Bulog Memastikan Pasokan Beras Aman Hingga Juni 2024

Deras.co.id – Meski produksi pada pada 2023 mengalami penurunan akibat dampak el nino, pemerintah tetap menjamin pasokan beras masih tetap aman. Bahkan, pasokan beras saat ini aman hingga Juni 2024.

Kepastian itu dipastikan Perum Bulog yang menyebutkan pasokan cadangan beras aman. Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi menyampaikan impor beras dilakukan demi menjaga keamanan pasokan dan stabilitas harga dalam negeri.

“Insyaallah saya cukup yakin dengan melaporkan ke Presiden. Sampai selesai lebaran stok beras pemerintah aman”, kata Bayu Krisnamurthi dalam diskusi media di Media Centre Indonesia Maju, Jakarta, dilansir dari jawapos, Kamis (21/12/2023).

Bayu menjelaskan, selama 2023 sektor pangan nasional dihadapkan pada gelombang turunnya produksi imbas iklim kemarau ekstrem El Nino yang melanda Indonesia. Namun di sisi lain terdapat gelombang kenaikan biaya produksi pertanian akibat kenaikan harga-harga dari pupuk, BBM, hingga biaya angkutan akibat faktor global.

Memasuki 2024, ia menegaskan Bulog telah bersiap untuk menghadapi ketidakpastian produksi beras dalam negeri yang bisa terjadi. Selain penyerapan dalam negeri yang terus dioptimalkan, Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan Bulog untuk mengamankan cadangan melalui importasi.

Bayu pun menegaskan, Bulog telah mengamankan pasokan beras dari luar negeri. Mengutip data Bulog, total stok beras yang dikuasai Bulog di gudang saat ini sebanyak 1,26 juta ton.

Selain itu, masih terdapat 494 ribu ton beras yang masih dalam perjalanan menuju gudang-gudang Bulog di berbagai wilayah. Tak hanya itu, masih ada sebanyak 500 ribu ton beras impor dari kuota tambahan yang tengah diproses masuk.

Memasuki tahun 2024, Bayu mengatakan, pemerintah telah memberi penugasan importasi sebanyak 2 juta ton. Meskipun untuk mendapatkan beras dari luar negeri pun tidak mudah.

“Importasi semata-mata dilakukan untuk mengamankan kebutuhan dalam negeri demi mengindari adanya gejolak harga beras yang bisa berdampak buruk bagi masyarakat”, ucap Bayu.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menyampaikan, berdasarkan data proyeksi Kerangka Sampel Area (KSA) oleh BPS per bulan November 2023, diolah Bapanas, produksi beras bulan Januari 2024 sebanyak 930 ribu ton atau terendah sejak 2021 yang rata-rata di atas 1 juta ton.

Pada Februari 2024, diprediksi hanya 1,32 juta lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang di atas 2 juta ton.

Sementara itu, rata-rata kebutuhan beras bulanan sebanyak 2,5 juta ton. Oleh karena itu, kata Arief, impor beras oleh Bulog pada tahun ini juga sekaligus untuk mengamankan kebutuhan beras pada awal tahun 2024.

“Kebijakan impor memang tidak populer. Namun, mau tak mau harus dilakukan. Saya mau sampaikan bahwa pemerintah sangat update, selalu memantau kondisi riil di lapangan dan memastikan kepentingan rakyat sehingga kita tidak boleh kekurangan beras,” Bayu mengakhiri.

*

Baca Juga

deras.co.id

Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Peran LPS di Sumut, Perkuat Kepercayaan Nasabah dan Stabilitas Perbankan

DERAS.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya peran …