Deras.co.id – Isu mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat dan menjadi perbincangan luas di ruang publik.
Sorotan terhadap dokumen pendidikan Jokowi ini semakin ramai setelah sejumlah pengguna media sosial mengunggah salinan yang diklaim sebagai ijazah asli, termasuk dari akun Dian Sandi Utama (@DianSandiU) yang diketahui adalah kader PSI.
Mantan presiden Jokowi sebelumnya telah menyanggah semua tudingan tersebut. Ia meminta yang menyebut dirinya menggunakan ijazah palsu membuktikannya.
Jokowi juga menyatakan bahwa ijazahnya merupakan keluaran resmi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan.
Namun, isu ini kembali memanas setelah seorang guru besar UGM menyatakan dokumen ijazah Jokowi telah hilang dan telah diganti.
Keterangan tersebut justru menimbulkan kebingungan baru dan memicu reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari aktivis Nicho Silalahi.
Dalam unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), Nicho menyoroti adanya perbedaan antara pernyataan kuasa hukum Jokowi dan tindakan kader PSI, dengan akun @DianSandiU.
Nicho memulai kritiknya dengan mengutip pernyataan kuasa hukum Jokowi.
“Pak @prabowo Bahkan Kuasa Hukum @jokowi mengatakan ‘Kami tidak akan menunjukkan ijazah asli Jokowi kecuali berdasarkan hukum dan dimintakan pihak-pihak berwenang seperti pengadilan dan sebagainya,” kata Nicho dikutip @Nicho_Silalahi Selasa (15/4/2025).
Pernyataan ini, menurut Nicho, menunjukkan bahwa akses terhadap ijazah asli Jokowi seharusnya terbatas dan hanya bisa ditunjukkan atas dasar hukum.
Namun, dalam unggahan yang sama, Nicho menyoroti tindakan akun @DianSandiU yang justru mengunggah sebuah dokumen yang diklaim sebagai ijazah asli Jokowi ke media sosial secara terbuka.
“Lah si @DianSandiU malah mengklaim dengan mengatakan ‘Ini saya upload yang asli”, lanjut Nicho.
Nicho pun mempertanyakan konsistensi dari tindakan tersebut. Ia menilai bahwa jika kuasa hukum menyatakan dokumen tidak bisa dipublikasikan sembarangan, maka keaslian dokumen yang diunggah oleh pihak tidak resmi pun patut diragukan.
Nicho kemudian melanjutkan unggahannya dengan menyampaikan tiga pertanyaan yang menyoroti sumber dan legalitas dari dokumen tersebut.
“Menjadi pertanyaanku:
1. Ijazah itu dapat dari mana?
2. Apakah ijazah itu hasil nyolong atau editan?
3. Kapan anggota mu Pak @ListyoSigitP mengusut ijazah yang di-upload si @DianSandiU? Sebab saya menduga ini ijazah palsu dan berpotensi hoaks serta menciptakan kegaduhan di ruang publik?”, tutup Nicho.
Nicho juga menilai, jika dokumen itu tidak sah, maka publik sedang disuguhi informasi palsu yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Sebelumnya, banyak pihak menyampaikan kejanggalan terkait foto wajah yang terlihat dalam dokumen ijazah yang sedang ramai dibahas itu.
Terlihat dalam ijazah itu ada wajah pria berkacamata dan berkumis yang diklaim sebagai Jokowi. Sementara, jejak digital dan siaran televisi, sejak jadi walikota Solo tak pernah sekali pun mantan presiden tersebut berkacamata dan berkumis.
Hal lain yang menjadi sorotan, dalam aturan foto ijazah, ada larangan tegas menggunakan aksesoris pada wajah, termasuk larangan berkacamata.
*
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!