Friday , April 17 2026
Beranda / Berita / Bantuan Relawan Dihadang Demonstan saat Menuju Kamp Pengungsi Rakhine
deras.co.id
Ribuan pengungsi muslim Rohingya yang mealrikan diri dari Myanmar, tertahan di perbatasan di Palong Khali, Bangladesh, Selasa (17/10).

Bantuan Relawan Dihadang Demonstan saat Menuju Kamp Pengungsi Rakhine

Yangoon, Relawan dan pekerja bantuan dari Relief International dihadang, lalu dipaksa pergi oleh sekelompok warga Buddha di Rakhine, Myanmar. Mereka dihadang ketika ingin mengunjungi kamp pengungsi Muslim Rohingya di daerah tersebut, Rabu (25/10).

Pekerja dari Relief International telah berniat untuk menyalurkan bantuan makanan untuk umat Muslim di Myebon, Rakhine. Namun hal tersebut terpaksa ditunda karena adanya insiden penghadangan melalui aksi demonstrasi oleh penduduk setempat yang mayoritas Buddha.

Peristiwa ini dikonfirmasi oleh pejabat pemerintahan di kota tersebut, yakni Tin Shwe. “Kelompok Relief International mencoba pergi ke kamp dan penduduk setempat menghalangi jalannya,” ungkapnya.

Khin Thein, pemimpin cabang regional Jaringan Perempuan Arakan, adalah salah satu tokoh yang bergabung dalam aksi demonstrasi guna menghadang pekerja Relief International. Ia mengatakan bahwa kelompoknya segera berpartisipasi dalam aksi ketika otoritas setempat mengabarkan bahwa Relief International akan datang ke Myebon untuk menyalurkan bantuan makanan serta memberi pendidikan tentang kebersihan dan sanitasi kepada kaum Muslim di sana.

“Mereka (umat Muslim) punya makanan, mereka punya tempat tinggal. Kita tidak bisa menerima hal-hal berlebih ini untuk mereka,” ujar Khin Thein.

Ia menegaskan, kelompoknya bersama penduduk lokal tidak akan membiarkan para pekerja bantuan melewati kotanya. “Kami tidak akan membiarkan mereka melewati kota kami. Kita sudah memprotes beberapa kali di masa lalu. Kami memiliki kecurigaan terhadap mereka, kami tidak percaya orang asing, orang-orang internasional,” kata Khin Thein.

Setelah insiden pemblokiran tersebut, para pekerja dan relawan Relief International kembali ke kantor mereka. Direktur Relief International di Myanmar Samir Maleh enggan mengomentari aksi penghadangan tersebut.

Juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) Pierre Peron mengatakan aksi penghadangan dan pemblokiran oleh penduduk lokal Rakhine terhadap pekerja Relief International merupakan contoh terbaru dari berbagai rintangan yang dihadapi organisasi kemanusiaan di daerah tersebut.

“Fakta sederhana di sini adalah bahwa bantuan untuk menyelamatkan jiwa diblokir untuk menjangkau orang-orang yang rentan dan sangat membutuhkannya, termasuk anak-anak serta orang tua,” ujar Pierre.

Sumber: republika.co.id

Baca Juga

deras.co.id

SD Shafiyyatul Amaliyyah Raih 2 Medali Perunggu di Malaysia Technology Expo 2026

DERAS.CO.ID – Siswa-siswi SD Shafiyyatul Amaliyyah kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih 2 …