Monday , June 8 2026
Beranda / Keuangan (halaman 7)

Keuangan

Menteri Erick Thohir dan Ahok Dianggap Tutupi Pertamina Defisit Diprediksi Rp190 Triliun

DERAS.CO.ID – Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mengatakan bahwa PT Pertamina (Persero) saat ini sedang berada dipersimpangan jalan. Defisit tahun ini diprediksi mencapai Rp190 triliun. Akan tetapi Menteri BUMN Erick Thohir hingga Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama dianggap menutupinya. Berdasarkan data Achmad, defisit Pertamina tahun 2021 …

Selengkapnya »

Utang Pemerintah RI ke RRC Membengkak Rp17,45 T

DERAS.CO.ID – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia dari kreditur China melonjak US$1,19 miliar atau setara Rp17,45 triliun (asumsi kurs Rp14.664 per dolar) dalam satu bulan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), Utang dari kreditur China per Maret tahun ini tercatat US$22,01 miliar. Sementara per Februari 2022 hanya sebesar US$20,82 miliar. …

Selengkapnya »

Bank Sumut Himbau Nasabahnya Waspada Saat Bertransaksi di ATM Terhadap Maraknya Aksi Skimming

Deras.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Utara mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi melalui anjungan tunai mandiri (ATM), menyusul maraknya aksi skimming akhir-akhir ini. Corporate Secretary Bank Sumut Iswanto Darus mengatakan, kasus skimming dapat terjadi dimana saja, oleh karena itu nasabah harus tetap menjaga keamanan ketika bertransaksi di ATM. …

Selengkapnya »

PKS Menyebutkan Ternyata Dana BLT Minyak Goreng Uangnya Dari Anggaran Bansos

DERAS.CO.ID – Politikus PKS Amin Ak membeberkan sumber dana bantuan langsung tunai atau BLT minyak goreng. Seperti diketahui, pemerintah bakal memberikan BLT minyak goreng senilai Rp 300.000 pada masyarakat. Amin mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, dana BLT minyak goreng ini diambil dari anggaran Bansos dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) …

Selengkapnya »

Mega Proyek Migas Besar RI Ditinggal Raksasa Migas Dunia

DERAS.CO.ID – Sederet raksasa minyak dan gas (migas) global ramai-ramai menyatakan kenginannya untuk cabut dari Indonesia. Keinginan tersebut disampaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pengamat Energi dari Energy Watch Mamit Setiawan menyebut hengkangnya berbagai perusahaan migas dunia disebabkan oleh empat alasan utama. Pertama, iklim berinvestasi RI yang kurang menarik jika dibandingkan …

Selengkapnya »