KOMPAS.com — Bayi badak putih (Ceratotherium simum) lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) pada 10 Februari 2015 pukul 17.30 WIB lalu. Lahir dengan berat 75 kilogram, mamalia terbesar kedua setelah gajah itu menjadi badak putih kedua yang lahir di TSI sejak 2003 lalu. Bayi badak itu merupakan buah cinta dari Rimba …
Selengkapnya »Mengapa Kita Lebih Cerdas daripada Simpanse? Ilmuwan Ungkap Rahasianya
KOMPAS.com — Mengapa kita lebih cerdas daripada simpanse? Lewat penelitian genetik terbaru, ilmuwan mengungkap jawabannya. Menurut Marta Florio, peneliti dari Max Planck Institute of Molecular Cell Biology and Genetics, manusia bisa lebih cerdas daripada simpanse karena memiliki gen ARHGAP11B yang berperan dalam perkembangan otak. Florio melakukan eksperimen dengan tikus putih. Gen …
Selengkapnya »BMKG: Hujan Hari Ini Luar Biasa, Setara Total Hujan Sebulan
KOMPAS.com — Intensitas hujan di wilayah Jabodetabek pada Senin (9/2/2015) luar biasa. Kepala Balitbang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Edvin Aldrian mengatakan, hujan hari ini setara dengan rata-rata hujan dalam sebulan. “Rata-rata hujan dalam sebulan itu 300-400 mm. Hari ini kita ukur dari stasiun kita di kantor BMKG mencapai 360 …
Selengkapnya »Kebebasan “Drone” Si Pengintai
JAKARTA, KOMPAS – Pesawat tanpa awak atau drone dapat digunakan untuk beragam tujuan, terkait kepentingan militer ataupun sipil. Oleh karena itu, penggunaannya di Indonesia ataupun di negara lain perlu pembatasan dan pengaturan. Penggunaan drone beberapa tahun terakhir ini mulai marak di Indonesia, antara lain untuk pengambilan gambar kondisi banjir di Jakarta oleh beberapa stasiun TV …
Selengkapnya »Pengerat Raksasa Purba Melawan Mangsa dengan Gigi Tonggos
KOMPAS.com – Jutaan tahun lalu, Bumi pernah dihuni oleh hewan pengerat (sebangsa dengan tikus) raksasa yang beratnya mencapai 1 ton. Riset anatomi terbaru mengungkap bahwa hewan yang hidup di Amerika Selatan itu punya gigi seri tonggos yang berfungsi seperti belalai. Fosil hewan dengan nama spesies Josephoartigasia monesitersebut ditemukan pertama kali di Uruguay …
Selengkapnya »Para Ilmuwan Ungkap Inti Pusat Bumi
KOMPAS.com — Para ilmuwan mengatakan, mereka mendapatkan pemahaman baru tentang apa yang terdapat di pusat inti bumi. Tim peneliti dari China dan Amerika Serikat mengisyaratkan inti paling dalam planet kita memiliki daerah yang berbeda di pusatnya. Tim meyakini struktur kristal logam berbeda dengan yang ditemukan pada bagian luar inti bumi. Temuan ini dilaporkan …
Selengkapnya »Terungkap, Tata Surya Kita Pernah Disenggol “Bintang Alien”
KOMPAS.com — Tata surya kita ternyata pernah disenggol oleh “bintang alien” sekitar 70.000 tahun lalu. “Bintang alien” bernama Scholz itu masuk ke wilayah gudang komet di tepian tata surya yang bernama Awan Oort. Riset Erick Mamajek dari University of Rochester di New York mengungkap, Scholz datang tak sendirian, tetapi bersama sebuah …
Selengkapnya »Satelit Resolusi Tinggi Dukung Swasembada Pangan
JAKARTA, KOMPAS.com — Pencanangan pemerintah mencapai swasembada beras mensyaratkan dukungan penataan lahan pertanian dan pengelolaan kawasan persawahan. Untuk memantau potensi luasan lahan dan pertumbuhan padi, diterapkan teknik penginderaan jauh dengan satelit resolusi tinggi. Demi memperoleh citra penginderaan jauh itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bermitra dengan Airbus Defense and Space …
Selengkapnya »Dalam Saput Kabut Kelud, Makna di Balik Petaka yang Melumpuhkan Jawa
KOMPAS.com — Tepat setahun yang lalu, warga Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang harus memberikan ruangnya untuk aktivitas Gunung Kelud. Tujuh tahun “tidur”, 13 Februari 2014 lalu gunung setinggi 1.731 meter itu menggeliat dan bangun. Dalam kurun waktu singkat, status Kelud naik dari Awas menjadi Siaga. Dentuman erupsi disertai kilatan petir dan …
Selengkapnya »Lubang Hitam Terbesar dari Masa Bayi Jagat Raya Ditemukan
KOMPAS.com – Astronom menemukan lubang hitam terbesar dari masa bayi jagat raya. Lubang hitam itu terbentuk hanya 900 juta tahun setelah Big Bang. Lubang hitam tersebut berukuran 12 miliar kali lebih masif dari Matahari. Dengan ukuran itu, lubang hitam tersebut jauh lebih masif dari lubang hitam kuno (terbentuk saat usia alam …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!