KOMPAS.com — Jajaran gunung berapi yang diperkirakan berusia 50 juta tahun dan sudah tidak aktif lagi ditemukan di lepas pantai Sydney. Posisinya 240 km dari garis pantai pada kedalaman 4,9 km di bawah permukaan. Penemuan ini terjadi secara kebetulan saat kapal peneliti The Investigator milik lembaga penelitian Australia, CSIRO, sedang melakukan …
Selengkapnya »Mengintai Pluto, NASA Temukan “Paus”
KOMPAS.com — Mengintai Pluto, wahana New Horizon milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat mengungkap fenomena mengagumkan di planet kerdil itu. Ketika mengarahkan kamera dan memotret Pluto, New Horizon menemukan “Paus”. “Paus” yang sebenarnya merupakan area gelap di khatulistiwa Pluto merentang hingga panjang 2.200 kilometer. Apa sejatinya fitur serupa paus itu? …
Selengkapnya »Mengejutkan, Hiu Tertangkap Berenang di Area Gunung Api Bawah Laut
KOMPAS.com – Sekelompok hiu tertangkap kamera sedang berenang di sekitar gunung berapi aktif bawah laut di dekat Kepulauan Solomon. Fenomena itu mengejutkan ilmuwan karena area gunung berapi yang dianggap terlalu panas dan terlalu asam bagi hiu. Pakar teknik kelautan, Brennan Phillips, bersama timnya menjumpai hiu-hiu tersebut ketika sedang meneliti lingkungan …
Selengkapnya »Dikenal dari Wonogiri, Batu Akik Barjad Api Juga Ditemukan di Meteorit Mars
KOMPAS.com — Ilmuwan mengungkap keberadaan batu akik barjad api pada meteorit yang berasal dari Mars. Temuan itu menarik karena batu barjad api ternyata juga terdapat di Wonogiri dan bisa menjadi petunjuk tentang keberadaan kehidupan di Mars. Batu akik barjad api ditemukan dalam bentuk fraksi kecil dengan berat hanya 1,7 gram, ditemukan …
Selengkapnya »Indonesia Kerja Sama dengan Linkkerbus untuk Wujudkan Bus Listrik
KOMPAS.com — London telah memiliki bus listrik full baterai pertama di dunia. Indonesia tak mau ketinggalan. Di samping terus menyempurnakan mobil listrik, Indonesia juga akan mewujudkan bus listrik. “Kita kerja sama dengan Linkkerbus, itu dari Finlandia, dia bisa hasilkan bus yang re-charging baterainya tidak perlu lima jam, tetapi hanya lima menit,” …
Selengkapnya »Bus Tingkat Listrik Pertama di Dunia Akan Beroperasi di London
KOMPAS.com – London akan menjadi kota pertama di dunia yang memiliki bus listrik. Oktober 2015 mendatang, bus tingkat ikonik kota itu akan didayai oleh baterai, bukan bahan bakar fosil. Telah ada beberapa kota di dunia yang memiliki angkutan massal dengan daya listrik lewat kabel-kabel yang digantung di atas jalan. Jakarta …
Selengkapnya »6 Penemuan Paling Tangguh di Dunia
KOMPAS.com — Setujukah Anda jika Superman dinobatkan sebagai superhero terkuat di bumi? Dalam cerita komik DC, selain bisa terbang, Superman digambarkan begitu mudah mengangkat kapal laut atau menggendong pesawat Boeing 777. Bahkan, seperti pernah difilmkan, ia mampu memutar balik waktu. Sayangnya, Superman hanya tokoh fiktif buatan manusia. Namun, bagaimana jika manusia ternyata …
Selengkapnya »Betapa Aneh, Hewan Ini Bereproduksi dengan Menusuk Kepalanya Sendiri
KOMPAS.com — Banyak hewan dan tumbuhan yang memang mampu untuk melakukan reproduksi sendiri. Namun, mendengar cara cacing pipih jenis Macrostomum hystrix berkembang biak, Anda pasti bakalan terkejut dan tak habis pikir. Bagaimana tidak, cacing itu bereproduksi dengan menyetubuhi kepalanya sendiri! M hystrix menusukkan organ serupa penisnya ke kepala dan “menyetorkan” sperma …
Selengkapnya »Ilmuwan Temukan Cara Memprediksi Waktu Kematian
KOMPAS.com — Ilmuwan menemukan cara memperkirakan waktu kematian yang lebih akurat. Cara baru tersebut memungkinkan ilmuwan menetapkan waktu kematian hingga 10 hari setelah meninggalnya seseorang. Hasil temuan yang dipaparkan dalam pertemuan tahunan Society of Experimental Biologi di Praha pada Rabu (1/7/2015) itu merupakan terobosan berarti. Selama ini, waktu kematian ditetapkan dengan pengukuran …
Selengkapnya »Spesies Baru Semut Drakula Ditemukan di Madagaskar
KOMPAS.com — Peneliti menemukan enam spesies semut drakula baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya. Para ilmuwan dari California Academy of Sciences menemukan spesies semut drakula baru di Madagaskar dan Seychelles. Semut dengan kelompok genus Prionopelta ini dinamakan drakula karena semut ini mendistribusi nutrisi dalam tubuhnya dengan melukai dan mengisap darah semut …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!