Forum Komunikasi Muslimah Indonesia (FKMI), Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut dan Pengajian An-Nisa menggelar tabligh akbar yang menghadirkan penceramah dari negeri jiran Malaysia, Dato Nik Nooraini didamping Datin Sharifa Kamariah, bertempat di Legend Hall Rahmat International Wildlife Museum and Gallery Medan, Sabtu (18/2).
Roseline Rahmat Shah dalam sambutannya selaku salah Dewan Penasehat ketiga organisasi muslimah itu menyambut gembira atas digelarnya tabligh akbar dan menyikapinya sebagai sebuah kemajuan serta itikad baik untuk bersilaturahim dan menyatukan kekuatan Islam.
Rose berharap di masa mendatang kegiatan serupa dapat lebih sering digelar, dengan melibatkan hubungan yang lebih intens di antara kedua negara yang bertetangga, dalam membahas kajian-kajian Islam yang bermanfaat bagi umat. Kedatangan penceramah dari Malaysia merupakan kunjungan balasan yang mana sebelumnya majelis taklim dari Medan sudah tiga kali memenuhi undangan dari majelis taklim Malaysia.
Sementara itu, sebelumnya Hj Revita Lubis selaku ketua penyelenggara dalam kesempatan terpisah mengharapkan, penyelenggaraan tabligh akbar dapat menjadi jembatan awal yang akan semakin mempererat hubungan dan komunikasi antar majelis taklim kedua Negara.
Dalam ceramahnya yang didahului dengan mengumandangkan Shalawat Badar bersama para audiens, Dato Nik Nooraini yang memulai karirnya sejak 25 tahun mengambil topik bahasan mengenai khutbah terakhir Nabi Muhammad SAW.
Ia menyinggung beberapa wasiat Nabi Muhammad SAW untuk umatnya ketika menyadari akan usianya yang tidak akan lama lagi. Beliau meminta umatnya untuk menjaga kesucian diri dan harta, berhenti menyakiti, mengharamkan riba, mengingatkan para suami untuk tak mengabaikan kewajibannya serta menunaikan hak istri.
Dato Nik Nooraini juga menyatakan dengan tegas bahwa keberadaan perempuan yang bekerja dan mengabdikan diri kepada masyarakat merupakan dampak modernitas serta kebutuhan yang tak bisa dibendung. Tidaklah mengherankan jika semakin hari semakin banyak perempuan yang berkiprah dalam beragam profesi, sebagai pengusaha, pendidik, politisi dan pimpinan di berbagai lembaga pemerintahan. Ia mencontohkan peran perempuan dalam perdagangan yang telah dimulai oleh istri Rasulullah, Khadijah. Khadijah adalah seorang saudagar kaya yang merelakan seluruh hartanya demi kemajuan Islam, pendukung Rasulullah yang paling setia dan militant. Khadijah adalah pelopor entrepreneur perempuan pertama.
“Jika para perempuan memiliki kapasitas keilmuan dan pribadi yang memadai sebagai seorang pemimpin, tidak ada salahnya untuk melanjutkan aktivitasnya,” tandas ibu dari enam orang anak yang umumnya telah bekerja sebagai professional di berbagai bidang pada beberapa negara.
Menurut Dato Nik, tidak ada yang salah dengan perempuan yang berkarir di luar rumah, sepanjang mereka mampu menempatkan diri dengan baik selaku ibu, istri dan muslimah. Ia mengingatkan bahwa untuk menjadikan anak sebagai seorang yang baik hingga berhasil di tengah-tengah masyarakat, tidak terlepas dari keberadaan seorang ibu.
“Jadikanlah diri kita sebagai contoh yang baik, agar anak-anak pun dapat bertumbuh sebagai orang baik. Be a good woman, be a good wife and be a good mother. Jangan selalu menuntut kesempurnaan, namun jadikanlah dirimu menyempurna,” tandasnya.
Selain Dato Nik Nooraini, juga turut dihadirkan Ustadz Omar Maulana Abdul Kader dari Singapura, yang mengisi 15 menit ceramah tambahan dan memimpin doa penutup. Sebelum tausiah, grup FKMI Voice yang menghadirkan marhaban tampil memukau hadirin.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!