Thursday , April 16 2026
Beranda / Berita / Dianggap Siarkan Hoaks, BPN Akan Laporkan Metro TV Ke Dewan Pers
deras.co.id
Puluhan ribu masyarakat menyambut kedatangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di kawasan wisata danau Cimpago, Padang, Sumtera Barat, Selasa (2/4). (Foto: dok. BPN Prabowo-Sandi)

Dianggap Siarkan Hoaks, BPN Akan Laporkan Metro TV Ke Dewan Pers

Jakarta, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade berencana melaporkan Metro TV ke Dewan Pers pada Jumat (5/4/) lusa. Metro TV dianggap telah menyiarkan hoaks saat Prabowo Subianto kampanye di Padang, Selasa (2/4).

Menurutnya, pemberitaan Metro TV dengan judul ‘Prabowo ditinggal pendukungnya saat orasi di Padang‘ adalah kebohongan yang disengaja. Padahal, kata Andre, semua bukti menunjukkan acara kampanye capres nomor urut 02 itu sangat ramai.

“100 ribu orang Padang dan Sumbar hadir dalam acara kampanye Pak Prabowo kemarin, bisa dilihat dalam foto dan video yang menyebar. Tapi kenapa Metro TV tutup mata, apa takut dengan dukungan masyarakat Minang? Jumat saya laporkan Metro TV ke Dewan Pers,” kata Andre, dalam siaran persnya, Rabu (3/4/).

Andre yang asli Minang juga hadir mendampingi Prabowo selama kampanye di Padang merasa sangat kecewa. Terlebih, banyak warga Sumatra Barat yang menghubunginya karena tidak terima atas hoaks yang disiarkan Metro TV. Ia mengaku banyak menerima banyak keluhan dari masyarakat Padang terhadap berita Metro TV tersebut.

“Itu bagaimana bisa Metro TV menyiarkan berita tidak berdasarkan fakta. Masyarakat sumbar benar-benar sangat kecewa kepada Metro TV yang sengaja siarkan berita hoaks,” sesal Andre.

Sebagai pers seharusnya, kata Andre, Metro TV bersikap objektif agar tidak mendapat hukuman sosial dari masyarakat. Selain itu, kode etik jurnalistik juga mewajibkan setiap media massa agar memberitakan peristiwa secara proporsional bukan hoaks. Menurutnya, sudah jelas apa yang dilakukan Metro TVini berhadapan langsung dengan kekecewaan masyarakat.

Baca juga; ‘Semprot’ Metro TV, KPI: Metro TV Jauh Dari Prinsip Independensi Dan Netralitas

“Ini yang mengkhawatirkan. Metro TV justru semakin kehilangan kepercayaan dsri masyarakat akan kredibiltas pemberitannya jika senang siarkan berita hoaks seperti ini,” tutup Andre.

Hingga berita ini diturunkan, Republika masih terus mencoba mengonfirmasi kepada pihak Metro TV.

Respons Metro TV

Manager Newsroom MetroTV, Yunanto Hariandja, memberikan respons atas keberatan BPN Prabowo-Sandiaga Uno terhadap stasiun televisinya sebagai penyelenggara debat capres mendatang. MetroTVmenunggu keputusan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) soal hal tersebut.

“Masih akan dibicarakan dan diputuskan Senin (25/3) pekan depan sehingga kami ya kami sifatnya menunggu, ” ujar Yunanto kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Dia melanjutkan, MetroTV siap dengan apapun hasil keputusan itu. Sebab, MetroTV bersama sejumlah televisi lain yang tergabung dalam Grup Emtek Media merupakan satu paket sebagai penyelenggara debat capres pada 30 Maret mendatang.

“Memang sinerginya sudah berjalan semenjak kami ditetapkan menjadi host TV penyelenggara debat keempat (debat capres), dan enggak masalah buat kami, kami tetap jalan, apapun putusanya kami tunggu saja Senin mendatang,” tegasnya.

Lebih lanjut Yunanto tidak merasa keberatan dengan sikap BPN. “Tugas kami sebagai host tv penyelenggara di debat keempat ini, kami menunggu,” tambahnya.

Koordinator Jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengakui pihaknya sudah menyerahkan surat keberatan kepada KPU. Mereka menyatakan keberatan Metro TV menjadi penyelenggara debat pilpres pada 30 Maret mendatang. BPN menilai Metro TV lebih dominan memberitakan pasangan capres dan cawapres 01.

Sementara itu, pada Januari lalu, KPI sempat menyampaikan evaluasi terkait siaran MetroTV. KPI berpendapat stasiun televisi tersebut perlu mengedepankan independensi dan keberimbangan dalam pemberitaan serta program siaran.

Wakil Ketua KPI Pusat, S Rahmat Arifin, mengatakan Metro TV jauh dari prinsip independensi dan netralitas. Karenanya, Rahmat meminta ada perbaikan mendasar dalam redaksi untuk mengembalikan Metro TV menjalankan tugas jurnalistik dengan jalur yang benar. Hal tersebut disampaikan Rahmat dalam rapat evaluasi tahunan yang dilakukan KPI kepada Metro TV, di kantor KPI Pusat, Jakarta, 17 Januari lalu.

Sumber: republika.co.id

Baca Juga

deras.co.id

SD Shafiyyatul Amaliyyah Raih 2 Medali Perunggu di Malaysia Technology Expo 2026

DERAS.CO.ID – Siswa-siswi SD Shafiyyatul Amaliyyah kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih 2 …