Tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Digital Storytelling sebagai Upaya Pemberdayaan Kearifan Lokal” di SMA Sains Plus Tahfidz Qur’an Al Ammar, Deli Serdang, Sumatera Utara pada tanggal 12 Desember 2025.
Program ini bertujuan mengintegrasikan kearifan lokal, nilai Qur’ani, dan literasi digital dalam pembelajaran.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi budaya dan religius siswa yang besar, namun belum terdokumentasi secara sistematis dalam bentuk karya digital. Sebagai sekolah boarding school Islam dengan santri dari berbagai daerah, SMA Sains Plus Tahfidz Qur’an Al Ammar memiliki kekayaan cerita lokal, tradisi keislaman, dan pengalaman religius yang relevan untuk dijadikan sumber belajar.
Ketua tim pengabdian, Ayu Melati Ningsih,S,Pd.,M.S.,M.Pd menyatakan bahwa digital storytelling dipilih karena mampu meningkatkan keterampilan komunikasi sekaligus melestarikan budaya lokal. “Melalui digital storytelling, siswa belajar menyusun narasi, menyampaikan pesan moral, dan memanfaatkan teknologi digital secara produktif,” ujarnya. Dalam kegiatan ini ketua dibantu oleh tim anggota yakni Vera Kristiana,S.Pd.,M.Pd dari UMN Al-Washliyah, Dr.Mayasari,S.Pd.,M.Si dari Universitas Harapan Medan, dan 2 orang mahasiswa UMN Al-Washliyah Vira Aprilia dan Devi Melani.
Program dilaksanakan dengan pendekatan Project-Based Learning melalui beberapa tahapan, yakni analisis kebutuhan mitra, pelatihan literasi budaya, pelatihan storytelling akademik, serta pendampingan produksi konten digital. Guru dan siswa dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses kegiatan.
Pada tahap pelatihan, siswa dibimbing memahami struktur cerita, teknik penyampaian pesan, serta integrasi nilai Qur’ani dalam narasi. Selanjutnya, siswa memproduksi video digital storytelling berbasis kearifan lokal menggunakan perangkat sederhana seperti smartphone dan aplikasi pengeditan dasar. Tema cerita meliputi keteladanan tokoh lokal, tradisi keagamaan masyarakat, dan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian yang melampaui target. Sebanyak 35 siswa dan 6 guru terlibat aktif dalam kegiatan ini. Siswa berhasil menghasilkan 10 video digital storytelling dan naskah cerita edukatif berbasis budaya lokal. Selain itu, sekolah memperoleh panduan pembelajaran digital storytelling sebagai model pembelajaran yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap kearifan lokal, keterampilan storytelling, literasi digital, dan kreativitas narasi. Guru menilai pendekatan ini membuat pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna karena mengaitkan materi dengan nilai budaya dan keislaman yang dekat dengan kehidupan siswa.
Keberlanjutan program dirancang melalui integrasi digital storytelling ke dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler sekolah, serta pemanfaatan kanal digital sekolah sebagai media publikasi karya siswa.
Melalui program ini, digital storytelling menjadi strategi pembelajaran inovatif untuk memperkuat literasi digital sekaligus melestarikan kearifan lokal di lingkungan pendidikan Islam.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!