Dosen-dosen USU, melaksanakan Pengabdian pada Masyarakat belum lama ini di Jalan Perkutut gang Masjid ujung Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia.
Tim pelaksana Pengabdian memberikan penyuluhan tentang pembuatan bakso sehat dengan sari bawang putih sebagai pengawet alami bakso. Bakso merupakan makanan produk olahan daging yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dari tingkat anak-anak sampai orang dewasa. Bakso disukai masyarakat karena rasanya yang lezat.
Pedagang bakso biasanya menambahkan penyedap rasa untuk meningkatkan kelezatan bakso. Penggunaan penyedap rasa kimia pada produk pangan seperti sasa, roiko dan sebagainya sangat berbahaya bagi kesehatan. Perlu penggunaan penyedap rasa alami yang aman dan sehat untuk dikonsumsi mayarakat. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai penyedap rasa adalah bawang putih. Bawang putih merupakan salah satu rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Bawang putih jika ditambahkan pada makanan akan menimbulkan cita rasa dan bau yang khas pada makanan. Bawang putih memiliki kandungan senyawa alicin yang berfungsi sebagai zat antimikroba dan antivirus serta mengandung antioksidan yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Hal ini disampaikan tim pengabdian USU yaitu Dr. Nurjama’yah Br. Ketaren, S.Pt, M.Si, Dr. Usman Budi, S.Pt., M.Si dan Dr. Ade Trisna, S.Pt, MM usai Pengabdian Minggu 14 Juni 2025 lalu sebagai pelaksanaan Pengabdian Program Kemitraan Mono Tahun Reguler Tema Ekonomi dan Sosial diselenggarakan Lembaga Pengabdian pada Masyarakat USU 2025. Kegiatan ini mengikut sertakan mahasiswa program studi peternakan USU yaitu Ngonda Sari Harahap, Ista Maria Tamba, Grace Brigita Ruth Novianti Nababan, Novelin Panjaitan dan Bronson M. Simanjuntak.
Diketahui tim bahwa permasalahan utama UMKM bakso ini adalah bakso yang mereka jual mudah basi jika disimpan disuhu ruang. Bakso jika dibuat pagi hari hanya bisa bertahan sampai siang hari dan sore hari sudah mulai berlendir dan basi. . Pedagang bakso ini belum mengetahui dampak negative penggunaan penyedap rasa berupa roiko dan sasa bagi kesehatan. Pedagang bakso ini belum memiliki pengetahuan tentang penggunaan bahan-bahan alami atau rempah-rempah yang dapat digunakan pada pembuatan bakso berfungsi meningkatkan rasa dan daya simpan bakso di suhu ruang. Pedagang UMKM bakso ini perlu diberikan edukasi dan pelatihan pembuatan bakso sehat dengan penambahan rempah seperti bawang putih .
Penyediaan pangan yang sehat dan berkualitas merupakan hal yang perlu diperhatikan seiring pentingnya hidup sehat. Masyarakat sudah terbisa mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa tanpa memperhatikan dampak negatifnya. Penggunaan sari bawang putih sebagai pengawet alami bakso merupakan upaya menghasilkan pangan yang sehat. Penggunaan bahan pengawet kimia seperti formalin banyak digunakan pada saat sekarang ini pada produk pangan seperti bakso. mie dan ikan. Pengawet kimia sangat berbahaya untuk kesehatan manusia, sehingga perlu kesadaran untuk menggunakan pengawet alami. Salah satu pengawet alami yang dapat digunakan pada produk pangan adalah bawang putih. Bawang Putih adalah rempah-rempah alami yang sangat penting dalam makanan karena menimbulkan citarasa dan bau yang khas karena mengandung zat yang bernama alicin. Alicin berfungsi sebagai zat antimikroba dan antivirus serta mengandung antioksidan yang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Aplikasi bawang putih jika ditambahkan pada pangan biasanya diiris-iris dan dihaluskan dalam proses pembuatan ekstrak atau bumbu masakan, Allicin pada bawang putih mempunyai efek penghambatan terhadap beberapa mikroba patogen seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Bacillus cereus
Sebagai akademisi Perguruan Tinggi, tim pengabdian masyarakat ikut serta mencari solusinya. Perguruan Tinggi memiliki tiga tugas penting yang harus diaplikasikan yaitu Pendidikan atau pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan USU dalam menerapkan perannya di masyarakat. Tim pelaksana mengambil peran sebagai penyuluh atau inovator yang diharapkan dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi para pedagang UMKM bakso sehingga produktifitas usahanya dapat lebih maju dan berkembang.
Salah satu solusi yang dilakukan tim adalah memberikan pelatihan pembuatan bakso sehat dengan penambahan sari bawang putih sebagai upaya meningkatkan kualitas produksi bakso dan pengembangan usaha. Peningkatan kualitas produksi merupakan salah satu usaha untuk menarik minat konsumen. Semakin banyak konsumen yang tertarik dengan produk yang dijual maka pemasaran dapat diperluas. Pemasaran yang baik merupakan upaya meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM. Pemasaran merupakan salah satu upaya untuk pengembangan usaha. Pedagang UMKM bakso selama ini hanya memasarkan produk baksonya di sekolah-sekolah. Bakso hanya untuk konsumsi anak-anak sekolah, dengan peningkatan kualitas dari produk bakso maka diharapkan pembelinya lebih luas sampai semua kalangan masyarakat.
Keberhasilan usaha UMKM didukung oleh peningkatan kualitas produksi dan pemasaran. Peningkatan kualitas dapat didukung oleh pemanfaatan rempah-rempah seperti bawang putih dan bahan tambahan pangan lainnya seperti gula dan garam yang pata meningkatkan cita rasa dari produk bakso. Pengembangan usaha UMKM bakso dapat juga dilakukan dengan pemasaran melalui media massa seperti instagram, facebook dan sebagainya. Hal tersebut merupakan upaya memperkenalkan lebih luas lagi produksi bakso ini kepada masyarakat. Pemanfaatan rempah-rempah pada pembuatan bakso bertujuan meningkatkan kualitas rasa dan masa simpan bakso di suhu ruang. Selain itu juga bertujuan memanfaatkan sumber daya local berupa rempah-rempah, dimana negara kita kaya akan rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, daun bawang dan sebagainya. Potensi sumberdaya alam kita berupa rempah-rempah sangat berlimbah. Masyarakat UMKM perlu diperkenalkan teknologi pemanfaatan rempah-rempah kita dalam menghasilkan pangan yang sehat dan berkualitas. Pangan yang sehat akan menghasilkan generasi muda bangsa Indonesia yang sehat dan pintar.
Lokasi pengabdian berada di tengah kota tepatnya di daerah Gaperta sehingga memungkinkan memiliki banyak konsumen. Penjualan bakso perlu dikembangkan dengan peningkatan kualitas. Pelatihan pembuatan bakso sehat dengan pemanfaatan rempah-rempah berupa bawang putih berfungsi sebagai pengawet alami sehingga bakso dapat lebih lama di suhu ruang. Bawang putih juga berfungsi meningkatkan cita rasa dan kelezatan bakso. Pada pembuatan bakso sehat perlu juga ditambah bahan tambahan pangan alami lainnya berupa gula, garam dan bawang merah dan bawang putih goreng. Pembuatan bakso sehat memanfaatkan sumber daya local dan bahan rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Pedagang UMKM bakso tidak perlu membuat bakso dengan penambahan pengawet kimia dan penyedap rasa sintetis. Bahan-bahan kimia tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.
Penjualan bakso dilakukan bersama berbagai variasi kuah bakso sehingga perlu pengembangan usaha dengan pengemasan yang lebih baik. Pengemasan yang baik melalui penambahan stiker pada cup akan kelihatan lebih menarik. Pemasaran bakso dapat ditingkatkan melalui media massa berupa media sosial berupa instagram. Instagram sebuah aplikasi yang memiliki keunggulan dengan mengunggah foto atau video. Pengguna instagram dapat menyampaikan dan menerima informasi dengan cepat. Instagram ini dapat dilakukan untuk meningkatkan pemasaran bakso.
Tim pengabdian memberikan leafleat dan buku panduan pembuatan bakso sehat dengan penambahan sari bawang putih sebagai pengawet alami bakso dan bahan tambahan pangan alami berupa gula dan garam serta bawang merah dan bawang putih goreng. Buku panduan tersebut sangat penting sebagai pedoman dalam pembuatan bakso sehat dengan teknologi marinasi menggunakan sari bawang putih.
Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada pedagang UMKM bakso tentang pentingnya pangan yang sehat. Pedagang bakso paham bahwa rempah-rempah yang banyak di sekitar kita bahkan biasa digunakan sebagai bumbu masakan dapat digunakan sebagai pengawet alami dan penyedap rasa. Tim pengabdian melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi pembuatan bakso sehat dengan penambahan sari bawang putih dan bahan tambahan pangan lainnya serta penggunaan media social untuk mengembangkan usaha bakso. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan produktifitas usaha UMKM bakso sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!