Friday , June 5 2026
Beranda / Berita / Flu Burung Mendadak Muncul Di Bandar Lampung
deras.co.id
Waspada Viru Flu Burung (Avian Influenza/H5N1)

Flu Burung Mendadak Muncul Di Bandar Lampung

Bandar Lampung, Ancaman penularan dan penyebaran virus flu burung (Avian Influenza/H5N1) muncul di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Timur, setelah dilaporkan menyerang ternak ayam kampung peliharaan warga setempat.

Ratusan ekor ayam kampung yang dipelihara warga di Kelurahan Sukarame, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung, mati mendadak dan sebagian lain sakit kemudian mati, serta telah dipastikan akibat terserang virus flu burung.

Salah satu warga pemilik ternak ayam kampung peliharaan yang terserang virus flu burung itu, Nurokhim (45), di RT03 Lingkungan II, Kelurahan Sukarame, Bandarlampung membenarkan hingga Jumat (20/1) masih mendapati ayam kampung termasuk jenis ayam bangkok peliharaannya mati mendadak.

Terakhir kemarin masih ada yang mati mendadak, dan langsung saya kuburkan,” katanya pula.

Dia menuturkan, semula kaget melihat ayamnya pada pagi hari saat diberi makan, tiba-tiba membiru pada bagian atas tulang sayap di kiri dan kanannya. Kemudian ruam membiru itu meluas hingga ke bagian kepala dan mulutnya. Beberapa ayam itu, bahkan sampai mengeluarkan darah dari mulutnya, hingga kemudian mati.

Saat ayam yang semula sehat berada dekat ayam yang sakit dan mati itu, beberapa hari kemudian tertulari juga dan akhirnya mati pula. Menurut dia, beberapa hari sebelumnya, Selasa hingga Rabu (17-18/1), belasan ekor ayam kampung peliharaannya kedapatan mati mendadak, dan sebagian lain mengalami sakit dan tak lama kemudian juga mati. Dia kemudian melapor kepada kader kesehatan dan pihak RT setempat.

Setelah petugas datang dan melakukan pengujian air liur ayam yang mati itu, mereka memastikan penyebabnya akibat virus flu burung. Petugas itu menganjurkan kandang dan lingkungan tempat memelihara ayam itu disemprot disinfektan. Namun ayam yang masih hidup dan belum tertulari belum mendapatkan suntikan vaksin yang diperlukan.

Kader Kesehatan Lingkungan setempat Agustina (41) mengaku, saat kejadian ayam kampung peliharaan warga itu mati mendadak, beberapa hari lalu pihaknya telah melaporkannya kepada petugas instansi yang berwenang. Setelah itu, petugas datang serta terjun untuk mengecek kondisi ayam yang mati. Setelah dilakukan pengujian laboratorium pada air liur ayam tersebut, menurut petugas yang memeriksanya, dipastikan terkena virus flu burung.

Sudah ada sekitar 30-an ekor ayam milik mas Nurokhim yang mati, juga ayam peliharaan milik warga lain di sekitar sini ikut mati, kemudian harus dibakar dan dikuburkan di sini,” katanya pula.

Ayam masih hidup dan sehat masih tersisa diminta untuk tidak diliarkan lagi. Kandang dan lingkungan sekitarnya juga diminta dijaga kebersihannya termasuk rutin melakukan penyemprotan disinfektan dan vaksin yang diperlukan untuk ayam tersebut.

Sumber : indonesiaoversight.com

Baca Juga

deras.co.id

Wagub Sumut Surya Tegaskan Percepatan Proyek Strategis Daerah

DERAS.CO.ID – MEDAN – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan …