Saturday , April 18 2026
Beranda / Berita / HIMPUNI Sukses Gelar Seminar ‘Kesiapan Tenaga Kerja RI Menjawab Tantangan Industri 4.0’
deras.co.id
Seminar Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (HIMPUNI) di Hotel Grand Sahid Jakarta dan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia DR(HC) H. Jusuf Kalla, Senin (14/1/2019).

HIMPUNI Sukses Gelar Seminar ‘Kesiapan Tenaga Kerja RI Menjawab Tantangan Industri 4.0’

Deklator dan Penasehat Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (HIMPUNI) Buya Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M., hadiri Seminar HIMPUNI tentang kesiapan tenaga kerja menjawab tantangan dinamika tahapan perkembangan industrialiasi yaitu Industri 4.0 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jakarta dan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia DR(HC) H. Jusuf Kalla, Senin (14/1/2019).

Hadir dalam seminar tersebut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Akhmad Muqowam, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Direktur Utama BTN Maryono.

Seminar ini mendatangkan narasumber yang memiliki pemikiran-pemikiran strategis, pemikiran-pemikiran akademis, pemikiran-pemikiran dari para praktisi, yang antara lain Wakil Presiden RI., Yth. Bapak DR (HC) H. Jusuf Kalla, Prof. DR. Bambang P.S. Brodjonegoro/ Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Tenaga Kerja RI., Bapak HM. Hanif Dhakiri, dan juga Hariyadi Sukamdani / Ketua Umum APINDO, Asosiasi Pengusaha Indonesia, dan Bapak Chairul Tanjung yang tidak lain adalah Pemilik CT Corp.

“Seluruh komponen Bangsa Indonesia harus secara terpadu membangun kapasitas sumberdaya manusia, mendorong inovasi dan mengutamakan industrialisasi untuk menjadikan Bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang, bangsa yang siap bersaing dan memenangkan persaingan global yang semakin ketat,” kata A.Muqowam usai acara seminar.

Akhmad Muqowam yang juga menjadi anggota Presidium HIMPUNI mengatakan bahwa Indonesia sedang memasuki perioda “Bonus Demografi”, dimana 70% penduduk Indonesia akan berada pada usia kerja yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2025 – 2030.

Di satu sisi, bonus ini merupakan kekuatan Indonesia dalam menjalankan berbagai program pembangunan, namun di sisi lain akan menjadi ‘bencana’ jika Indonesia gagal menyediakan lapangan pekerjaan.

“Ancaman ini dapat menjadi makin serius jika kita perhatikan data tingkat pendidikan penduduk Indonesia, dan persentase penduduk Indonesia,” ujar A.Muqowam.

HIMPUNI mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang sudah menyikapi dengan menyiapkan rencana kerja yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Kementerian PPN/Bappenas telah merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional [RPJMN] 2020 – 2024 dengan Visi Indonesia 2025: Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur.

Buya Sofyan Raz mengatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk memahami dan mensosialisasikan kondisi nyata terkini, kebijakan yang sedang dijalankan, dan visi masa depan terkait kesiapan dan penyiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi persaingan global; Menyerap masukan dari pemangku kepentingan, dan memberikan masukan kepada pembuat kebijakan tentang program dan kegiatan penyiapan sumber daya manusia Indonesia; Menghimpun komponen-komponen Bangsa Indonesia untuk bersinergi mempersiapkan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja Indonesia utamanya yang berkomitmen menjadikan Negara dan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Pemenang dalam persaingan global berbasis teknologi maju.

Baca Juga

deras.co.id

Momentum HKG PKK ke-54, Kahiyang Ayu Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan

DERAS.CO.ID – LABUHANBATU UTARA – Dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga …