Friday , April 17 2026
Beranda / Featured / Israel Umumkan Segera Invasi Gaza, Persenjatai Warga Sipil Di Perbatasan
deras.co.id
Kerusakan di Gaza akibat serangan udara Israel

Israel Umumkan Segera Invasi Gaza, Persenjatai Warga Sipil Di Perbatasan

DERAS.CO.ID – Tel Aviv – Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa invasi ke Gaza akan segera terjadi. Hal ini disampaikan setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Yoav Gallant menyatakan pasukan Israel akan melancarkan serangan penuh terhadap Gaza.

Militer Israel mengatakan ratusan ribu pasukannya sudah berada di dekat perbatasan jalur Gaza “siap melaksanakan misi yang telah diberikan”. Juru bicara pasukan pertahanan Israel (IDF), Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan pihaknya telah membangun kembali penghalang di sekitar Gaza.

Kata dia, IDF juga mengirim “pasukan infanteri, tentara bersenjata, korps artileri”, ditambah 300.000 pasukan cadangan, dekat perbatasan Gaza.

Mereka berada di dekat Jalur Gaza untuk bersiap-siap melaksanakan misi yang diperintahkan pemerintah Israel – dan untuk memastikan Hamas pada akhir perang ini, tidak akan memiliki kemampuan militer apa pun yang dapat digunakan untuk mengancam atau membunuh warga sipil Israel.

Seperti dilansir media Al Arabiya, Rabu (11/10), Ben-Gvir juga mengatakan bahwa seluruh warga Sderot, wilayah Israel bagian selatan, akan dipersenjatai.

Gallant dalam pernyataan, seperti dikutip The Times of Israel dan Al Arabiya News, mengatakan bahwa militer Israel atau Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan segera melakukan serangan penuh terhadap Jalur Gaza, seiring perang dengan kelompok Hamas berlanjut untuk hari kelima. Dia menambahkan bahwa Gaza tidak akan pernah kembali seperti semula.

“Saya telah melepaskan semua batasan-batasan, kami telah mendapatkan kembali kendali atas area tersebut, dan kami beralih ke serangan penuh. Anda akan memiliki kemampuan untuk mengubah kenyataan di sini. Anda telah melihat harganya dibayar dan anda akan melihat perubahannya. Hamas menginginkan perubahan di Gaza, itu akan berubah 180 derajat dari apa yang dipikirkannya,” kata Gallant dalam pernyataannya.

Menhan Israel itu menambahkan: “Mereka akan menyesali momen ini, Gaza tidak akan pernah kembali seperti semula. Siapa pun yang datang untuk memenggal kepala, membunuh para perempuan, penyintas Holocaust, kami akan melenyapkannya dengan sekuat tenaga, dan tanpa kompromi.”

Sebelumnya, Ben-Gvir mengumumkan langkah kebijakan Israel untuk mempersenjatai warganya yang menjadi relawan penjaga keamanan di komunitas perbatasan dan kota-kota campuran Yahudi-Arab, menyusul serangan mematikan Hamas.

Pendistribusian ribuan senapan kepada para relawan akan dimulai Selasa (10/10) waktu setempat. Mereka yang mendapatkan senjata merupakan para relawan anggota tim respons-cepat keamanan di perbatasan Israel. Dijelaskan Ben-Gvir dalam pernyataannya, bahwa 4.000 pucuk senapan buatan Israel akan dibagikan pada putaran pertama.

Sementara sebanyak 6.000 pucuk senapan lainnya, kata Ben-Gvir, akan dibagikan menyusul. Dia menambahkan bahwa para relawan penjaga keamanan itu juga akan diperlengkapi dengan helm pelindung dan jaket antipeluru.

Bahas Jalur Aman

Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang melakukan pembicaraan dengan Israel dan Mesir untuk membahas jalur yang aman bagi warga sipil Gaza ketika serangan udara Israel terus berlanjut. Pembicaraan ini dilakukan setelah ratusan orang, sebagian besar warga sipil dan mencakup anak-anak, tewas akibat gempuran Israel.

Seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (10/10), pembicaraan antara AS dengan Israel dan Mesir itu diungkapkan oleh penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (9/10) waktu setempat.

“Kami fokus pada pertanyaan ini, ada konsultasi yang sedang berlangsung,” sebut Sullivan. “Namun detailnya masih didiskusikan di antara lembaga-lembaga operasional dan saya tidak ingin membagikannya terlalu banyak kepada publik saat ini,” tuturnya.

Israel menyerang Jalur Gaza dengan serangan udara setelah Hamas melancarkan serangan mengejutkan pada Sabtu (7/10) waktu setempat. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 900 orang, yang mencakup 260 anak dan 230 wanita.

Lebih dari 4.500 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza. “Kami tidak sengaja menargetkan warga sipil,” ucap Sullivan merujuk pada AS dan Israel, ketika ditanya soal korban sipil yang berjatuhan di Jalur Gaza.

“Kami berupaya memastikan bahwa operasi militer kami dilakukan sesuai dengan supremasi hukum dan hukum perang,” tegasnya.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa lebih dari 180.000 warga Gaza kehilangan tempat tinggal, dengan banyak orang berkerumun di jalanan atau di sekolah-sekolah yang menjadi tempat pengungsian sekaligus perlindungan dari serangan udara Israel.

Gaza yang merupakan daerah kantong Palestina dengan panjang wilayah hanya 40 kilometer dan lebar wilayah hanya 10 kilometer, menjadi rumah bagi 2,3 juta orang. Warga Gaza telah hidup di bawah blokade Israel selama 16 tahun terakhir, sejak Hamas menguasai wilayah itu tahun 2007 lalu.

Banyaknya korban jiwa juga dialami Israel, dengan jumlah korban tewas akibat serangan Hamas pada akhir pekan, menurut juru bicara pasukan pertahanan Israel (IDF) Letnan Kolonel Jonathan Conricus, bertambah menjadi sedikitnya 1.200 orang. Conricus menyebut bahwa mayoritas korban tewas adalah warga sipil.

Disebutkan juga bahwa lebih dari 2.700 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Hamas. AS bersama sekutu-sekutu Barat lainnya menyatakan Israel memiliki hak untuk membela diri. Washington bahkan mengerahkan kapal induk dan kapal-kapal militernya yang lain ke Laut Mediterania bagian timur untuk mendukung Israel.

Tiba di Mediterania Timur

Sementara itu, kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Gerald R Ford telah tiba di perairan laut Mediterania bagian Timur, menurut Komando Pusat AS. “Kedatangan pasukan berkemampuan tinggi ini ke wilayah tersebut merupakan sinyal pencegahan yang kuat jika ada pihak yang memusuhi Israel mempertimbangkan untuk mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini,” kata Komandan Komando Pusat AS Jenderal Michael Kurilla dilansir Aljazeera, Rabu (11/10).

Kapal induk ini mencakup 8 skuadron pesawat serang dan pendukung. Kapal ini didampingi oleh kapal penjelajah USS Normandy, serta kapal perusak USS Thomas Hudner, USS Ramage, USS Carney, dan USS Roosevelt.

Kelompok Hamas memberikan reaksi keras atas langkah Amerika Serikat mengirimkan salah satu kapal induknya ke Laut Mediterania bagian Timur untuk mendukung Israel, sekutunya, usai digempur serangan mengejutkan.

“Gerakan-gerakan ini tidak membuat takut rakyat kami atau perlawanan mereka, yang akan terus membela rakyat kami dan tempat-tempat suci kami,” tegas juru bicara Hamas Hazem Kassem dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Senin (9/10).

Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin, seperti dilansir Associated Press, memerintahkan kapal induk USS Gerald R Ford, kapal induk bertenaga nuklir, untuk berlayar ke perairan Mediterania Timur dan bersiap membantu Israel setelah rentetan serangan Hamas menghantam negara Yahudi itu.

Lima hari sejak perang Israel dan militan Palestina Hamas, jumlah korban tewas mencapai total 2.100 orang dan luka-luka terus bertambah. Dari total tersebut, korban tewas dari sisi Israel adalah 1.200 orang, sementara di pihak Hamas ada 900 orang yang meninggal dunia, termasuk ratusan anak-anak.

Berdasarkan data Pasukan Pertahanan Israel (IDF), lebih dari 2.800 orang terluka imbas serangan Hamas. Sementara Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 4.600 orang terluka dalam serangan Israel.

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

DERAS.CO.ID – MEDAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Gubernur …