DERAS.CO.ID – Jakarta – Pertemuan makan malam Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi berlangsung di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng, Jumat (5/1). Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Sementara Prabowo memakai pakaian batik serta celana hitam.
Keduanya masuk dalam ruangan dengan meja makan panjang. Di meja besar itu, Jokowi dan Prabowo hanya makan malam berdua.
Suasana ruangan makan Jokowi dan Prabowo itu tampak temaram. Keduanya terlihat membicarakan sesuatu.
Koordinator staf khusus presiden Ari Dwipayana mengatakan, Jokowi sedang rileks mencoba masakan nusantara di sebuah restoran kawasan Jakpus. Dia tidak mengetahui persis apa yang dibahas Jokowi dengan Prabowo.
“Malam ini, Bapak Presiden rileks sejenak mencoba masakan nusantara di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng. Saat makan malam, Presiden didampingi Menhan Bapak Prabowo Subianto,” ujar Ari, kepada wartawan, Jumat (5/1).
“Saya tidak tahu apa yang beliau bicarakan sambil makan malam. Katanya, masakan nusantara di rumah makan itu enak,” sambungnya.
Respon PDIP
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan PDIP Komarudin Watubun merespons pertemuan 4 mata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Menhan sekaligus capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Komarudin mengatakan pertemuan itu seakan mengonfirmasi dukungan Jokowi ke Prabowo.
“Kalau banyak pihak mempertanyakan pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo malam ini saya kira wajar-wajar saja, karena pertemuan malam ini seakan-akan mengonfirmasi pernyataan Menkominfo (Budi Arie) kemarin bahwa Pak Jokowi mendukung Pak Prabowo,” kata Komarudin dalam pernyataannya melalui video yang dibagikan, Jumat (6/1).
Komarudin lalu menyinggung kegiatan Jokowi yang pernah mengumpulkan seluruh gubernur hingga wali kota, serta Bawaslu dan KPU di seluruh jenjang untuk menyampaikan pesan netral di pemilu. Komarudin menyebut, pertama kali dalam sejarah presiden mengumpulkan sejumlah institusi negara.
“Padahal Pak Jokowi sendiri beberapa waktu ini mengumpulkan seluruh pejabat gubernur, bupati, walikota, KPU dan Bawaslu di setiap jenjang, pusat, daerah kemudian pimpinan TNI-Polri, kepala desa seluruh Indonesia yang mungkin baru pertama kali dalam sejarah Indonesia kepala negara mengumpulkan institusi sebanyak itu dengan pesan harus netral,” ujarnya.
Komarudin meminta Jokowi untuk juga menjadi contoh menjalankan pesan tersebut. Dia menilai pemilu 2024 harus dijalankan dengan penuh demokratis.
“Nah kala pesan itu sudah disampaikan kepada rakyat dan ASN maka presiden harus menunjukkan contoh kepada para penyelenggara negara itu. Karena apa? Karena pemilu 2024 ini pemilu yang akan menentukan masa depan Indonesia mau dibawa kemana,” ujarnya.
“Jadi pemilu betul-betul harus pemilu demokratis, pemilu yang menjunjung tinggi hal asasi manusia dan pemilu yang menjunjung tinggi Indonesia sebagai negara hukum. Karena inilah cita-cita perjuangan reformasi tahun 1998 itu, yang harus diingat,” lanjutnya.
Terang Benderang
Pertemuan empat mata Prabowo Subianto dan Jokowi sambil makan malam di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat, dilihat sinyal kuat Jokowi mendukung Paslon tertentu di Pilpres 2024.
“Nggak usah kura-kura dalam perahu. Pura-pura tidak tahu. Sudah terang benderang dukungan Pak Jokowi secara personal ke paslon yang mana,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Sabtu (6/1).
Kehangatan komunikasi Prabowo dan Jokowi jelas terlihat. Raja yakin sekali Jokowi mendukung penuh Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
“Nggak mungkin beliau dukung Presiden yang tolak U20? Nggak mungkin beliau mendukung yang terus-menerus menyerang beliau dan keluarga? Menuduh beliau sebagai orba, malinkundang, pengkhianat. Jadi sudah terang benderang. Jangan pura-pura nggak tahu,” kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran ini.
Namun Raja yakin Jokowi akan tetap profesional. Sehingga Jokowi akan tetap menjadi Presiden untuk semua masyarakat pendukung siapapun sampai purna tugas.
“Beliau orang yang mampu membedakan urusan pribadi sebagai warga negara dan dirinya sebagai presiden yang terus bekerja untuk rakyat sampai masa jabatan beliau hadir,” pungkasnya.
Punya Hak
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Habiburokhman buka suara soal pertemuan 4 mata sekaligus makan malam Presiden Jokowi dengan Menhan sekaligus capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Habiburokhman menilai pertemuan itu menyiratkan harapan Jokowi agar pembangunan yang sudah baik bisa dilanjutkan.
“Tentu kedua tokoh tersebut bicara soal bangsa dan negara. Bagaimana agar situasi yang sudah baik saat ini bisa dilanjutkan agar Rakyat bisa benar-benar semakin sejahtera,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu (6/1).
Waketum Gerindra ini juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan keduanya bicara soal pemilu. Habiburokhman menilai, Jokowi sebagai kepala negara memang harus menerapkan prinsip netral. Namun, menurutnya, Jokowi memiliki hak secara pribadi untuk menentukan pilihan.
“Sangat mungkin beliau berdua juga bicara soal pemilu Pak Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan itu harus bersikap netral, tetapi sebagai pribadi Beliau juga punya hak untuk menentukan pilihan mana yang beliau dukung,” ujarnya.
Kalaupun Jokowi menentukan pilihan ke Prabowo, Habiburokhman yakin pilihan itu bukan hanya karena putra sulungnya, Gibran Rakabuming, menjadi cawapres. Habiburokhman mengatakan Jokowi paham bahwa Prabowo akan melanjutkan semua capaiannya saat ini.
“Kalau Pak Jokowi mendukung Pak Prabowo, kami pastikan alasannya bukan hanya karena adanya Mas Gibran sebagai cawapres tetapi karena Pak Jokowi paham sekali Prabowo sangat mampu nan sangat komit untuk melanjutkan segala capaiannya,” ucapnya.
Pemerintah Netral
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Dewan Pembina TKN Prabowo-Gibran, Airlangga Hartarto, mengkalim bahwa dirinya menjamin pemerintah bisa bersikap netral pada Pemilu 2024.
“Pemerintah netral. Kami tidak khawatir karena pemilu, kan, secara terbuka, wartawan bisa ada di mana-mana, KPU-nya jelas, Bawaslu ada, sehingga kita percayakan,” kata Airlangga pada wartawan di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/1).
Ia mengatakan, Indoenesia setiap lima tahun sekali menggelar pemilu. Oleh karena itu, Airlangga menjamin Jokowi akan bersikap netral pada Pemilu 2024.
“Pak Jokowi netral,” tutur Airlangga.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!