Barisan Anti Sampah Plastik atau yang disingkat dengan BATIK yang diketuai Hj. Sri Silvisa Novita M.Syahrial yang akrab dipanggil Vita terus berupaya mengajak kepada masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan limbah plastik menjadi lebih berharga sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 Tahun 2017 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Melalui Gebyar Perkusi yang diadakan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara bertema musik Islami, BATIK merangakul Generasi Milineal untuk bersholawat dengan alat musik Limbah Plastik dan Limbah yang dapat di daur ulang.
Terlihat antusias generasi milineal dari peserta pelajar dan remaja mesjid sekota Tanjungbalai seperti Sugi bersama Grupnya dengan kompak memainkan alat alat musik mereka.
” Kami sangat senang ada kegiatan seperti ini, karna jarang ada yang buat event dengan konsep dari bahan limbah” imbunya
Ketua Batik Hj. Sri Silvisa Novita M.Syahrial melalui Gebyar Perkusi ini salah satu upaya kita mengajak masyarakat khususnya di Tanjungbalai untuk tidak membuang sampah plastik seperti di Sungai, selokan, dari sekitar rumah.
” alat perkusi inikan dari limbah plastik dan yang bisa didaur ulang, jadi limbah itu bisa berharga kalau ditempatkan pada posisi yang benar” imbuhnya
Melihat kegiatan kreatif yang dilakukan Komunitas BATIK, walikota Tanjungbalai H. M. Syahrial Batubara SH.MH sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Ketua BATIK yang juga sebagai isterinya.
” saya bangga punya isteri yang kreatif dan peduli lingkungan, semoga dengan adanya komunitas Batik kita bersama sama lebih bisa menjaga kota Tercinta ini”
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!