Semarang – Di tengah gempuran kuliner modern, warga Kampung Siroto RW 07, Kelurahan Pudakpayung, menemukan cara unik menjaga warisan kuliner lokal. Mereka mendirikan paguyuban bernama Sekarwangi yang berfokus pada produksi jajanan pasar tradisional. Didirikan pada tahun 2019, Paguyuban Sekarwangi terbentuk dengan tujuan menghidupkan kembali pangan tradisional yang kian jarang ditemui. Melalui kegiatan bersama, warga memproduksi aneka jajanan seperti apem, getuk, onde-onde, hingga kue sus.
Ada hal yang menarik, produksi jajanan pasar di Sekarwangi dilakukan secara bergotong royong. Setiap rumah tangga memilih jenis jajanan yang ditekuni, sehingga variasi produk tetap terjaga. Saat ada pesanan besar, warga lain ikut membantu mulai dari menyiapkan bahan, mengukus, hingga mengemas.
Sri Wulandari, salah satu anggota, menuturkan bahwa kerja bersama inilah yang membuat usaha rumahan mereka tetap bertahan.
“Kalau ada yang kesulitan, pasti ditolong tetangga. Jadi usaha ini bukan cuma soal jualan, tapi juga rasa kebersamaan,” katanya.
Meski telah menjadi identitas kampung, Sekarwangi masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pemasaran. Pada awal didirikan, warga mengakui keterbatasan mereka dalam memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar. Selama ini, penjualan lebih banyak mengandalkan pesanan langsung dan promosi dari mulut ke mulut.
Namun, upaya adaptasi mulai dilakukan. Kini, Sekarwangi sudah memiliki website resmi yang berfungsi sebagai etalase digital bagi produk mereka. Selain itu, warga juga mengelola akun Instagram @sekarwangisnack untuk berbagi foto jajanan, aktivitas warga, hingga informasi pemesanan. Kehadiran platform digital ini diharapkan bisa memperluas pasar sekaligus menarik minat generasi muda yang lebih akrab dengan media sosial.
Sekarwangi kini tidak hanya menjadi wadah ekonomi warga, tetapi juga simbol identitas kampung. Jajanan pasar yang mereka produksi kerap menjadi suguhan di berbagai acara, mulai dari pertemuan warga, hajatan, hingga pesanan khusus untuk masyarakat luar daerah. Perlahan, nama Sekarwangi dikenal bukan hanya di lingkungan Pudakpayung, tetapi juga di beberapa wilayah sekitar Semarang.
Dengan semangat kebersamaan, Sekarwangi membuktikan bahwa menjaga tradisi bisa berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan. Dari dapur-dapur sederhana, aroma jajanan pasar terus menguar, kini ditemani jejak digital yang membantu melestarikan sekaligus memperkenalkan warisan kuliner lokal ke khalayak yang lebih luas. (Putri Anjani)
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!