Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pengajaran bahasa Inggris untuk para guru yang mengajar siswa/i di tingkat PG/TK dan SD atau yang lebih dikenal dengan istilah Young Learners.
Salah satu ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Ely Hayati Nasution, S.S., M.Si., yang juga merupakan salah satu staf pengajar di Program Studi Sastra Inggris, FIB USU menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi USU dalam Tri Darma Perguruan Tinggi di era Revolusi Industri 4.0.
“Pesatnya globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat saat ini, salah satunya adalah dengan meningkatnya penggunaan bahasa Inggris di berbagai bidang, khususnya dunia pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekolah sudah mengajarkan bahasa Inggris, baik sebagai muatan wajib maupun muatan tambahan, terlebih di pra-sekolah dan di tingkat dasar.
Hal ini didasari oleh fakta bahwa masa tersebut merupakan golden age yang akan memberikan dampak besar kepada si anak ke depannya dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Akan tetapi, tidak semua sekolah mampu mengimbangi dan memenuhi tuntutan tersebut, terlebih untuk sekolah yang memiliki fasilitas dan sumber dana operasional yang terbatas untuk kegiatan belajar mengajar”, jelasnya.
Oleh karena itu, Universitas Sumatera Utara (USU), terpanggil untuk mengatasi salah satu permasalahan masyarakat yang ada melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Wakaf PG/TK Al-Muttaqin dan SD Rumah Cerdas Islamic School yang berlokasi di Jalan Bilal Gang Al-Muttaqin No. 6, Pulo Brayan, Medan.
Tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan anggota tim, Dr. Roswita Silalahi, M. Hum dan Dian Marisha Putri, S.S., M.Si, yang juga merupakan staf pengajar di Program Studi Sastra Inggris, FIB USU dan Vivi Adryani Nasution, S,S., MTCSOL, sebagai staf pengajar di Program Studi Sastra Cina, FIB USU melakukan serangkaian kegiatan bersama dengan pihak sekolah, dimulai dari pre-test, pemberian materi terkait dengan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini, praktek micro-teaching, dan post-test.
Di sela-sela kegiatan micro-teaching, tim pelaksana kegiatan, juga berbagi pengalaman sebagai seorang pengajar, terlebih sebagai pengajar bahasa asing. Di akhir kegiatan, tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan beberapa media pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah, yaitu 1 (satu unit) LCD Projector, Modem Internet, Flashcards dan juga sertifikat kepada para guru yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kepala PG/TK Yayasan Wakaf Al-Muttaqin, Ibu Sri Surya Dewi, S.Pd.I. menyatakan sangat bersyukur dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini. “Kegiatan ini benar-benar menambah pengetahuan kami sebagai guru mengenai hal-hal baru yang dapat kami terapkan untuk para murid kami, terlebih mengenai pembelajaran bahasa Inggris”, tuturnya. Lebih jauh, salah satu staf pengajar SD Rumah Cerdas Islamic School, Ibu Indah Sari Dewi S.S. menambahkan, “Bentuk pelatihan terhadap guru dan sumbangan fasilitas atau media pembelajaran sangatlah kami butuhkan, terlebih sekolah ini adalah sekolah wakaf, yang sumber dananya sangat terbatas. Hal ini merupakan berkah bagi kami semua. Pihak sekolah sangat berterima kasih kepada USU karena ini adalah kegiatan pertama dari pihak eksternal, khususnya perguruan tinggi yang diadakan di sekolah ini,” ujarnya.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!